Skip to main content

Puisi Ketika Angin Menapar Seraut Wajah

Puisi Ketika Angin Menapar Seraut Wajah
Puisi ketika angin menapar seraut wajah. Pengertian Angin adalah aliran udara dalam jumlah yang besar diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah. Apabila dipanaskan, udara memuai.

Ketika angin menapar seraut wajah. judul puisi di kesempatan ini, bagaimana makna di balik rangkaian bait bait puisinya, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja berikut ini, puisinya.

Puisi Ketika Angin Menapar Seraut Wajah

Kala bayu
Mendayu berumpa pipimu
Membelai ke-ayuan itu
Sontak cinta membangunkan mimpi terbasahnya
Sebab rinai hujan turut serta
Menjejal mengiring sayat yang sesaknya adalah debudebu

Pada siapa lagi harus kurindu
Lirihmu tersedu
Dan aku sang angin itu
Diam seribu
Membaca serautmu
Pada kacaku yang kian berdebu

Entahlah.... kekasihku!
Yang kutahu ada debu di pipimu
Ada debu di matamu
Di mataku
Hingga cara pandang kita takkan bertemu
Entah pada gaung cinta yang bertalu
Atau pada bisik rindu yang lalu

Atau sudah lupakan saja masa itu
Setelah angin menampar seraut wajah
Hingga senja malu menyapanya
Lupakankah kemudian basuhlah
Agar seraut wajah kembali merona

Hikayat cinta, hikayat rindu
Adalah angin yang membelaimu
Datang kemudian pergi berlalu
Menyusur ruang dan waktu

BKA
Batavia, 080515


Demikianlah puisi ketika angin menapar seraut wajah. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.