Skip to main content

Puisi Hati Berkanvas Senja Nan Lara

Puisi Hati Berkanvas Senja Nan Lara
Puisi hati berkanvas senja nan lara. Pengertian senja ialah bagian dari waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam, saat piringan matahari secara keseluruhan sudah hilang dari cakrawala. waktu ini dimulai sehabis matahari tenggelam ketika cahaya masih terlihat di langit sampai datangnya waktu malam, ketika cahaya merah telah benar benar hilang.

Hati berkanvas senja nan lara, satu dari dua puisi senja dikesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi hati berkanvas senja nan lara
  2. Puisi rindu dari anak anak senja
Salah atu penggalan bait dari kedua puisi senja tersebut. "Debur menjadi kidung Lautan hati yang menghampa Buih menjadi benih Segita lagu kembang lara, Hatiku dalam kanvas berbalut biru Mengecat kuas di pesisir pantai pelabuhan ratu". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

PUISI HATI BERKANVAS SENJA NAN LARA

Aku melukis langit senja
Di kanvas hatiku yang terluka
Aku memoles warna lukisan jingga
Dengan kuas percikan dermaga

Debur menjadi kidung
Lautan hati yang menghampa
Buih menjadi benih
Segita lagu kembang lara

Biduk hati menjadi nelayan
Yang berlayar di segara selatan
Mengabdi pasir di hamparan sengatan
Menyimpan sebongkah kenang di pesisir nan curam

Nestapa karam di haluan tenggelam
Runtuhnya suar menggulitakan penglihatan
Malam.. semakin menangkap jelang
Senja .. pun beringsut menepi ke barat menyelam

Hatiku dalam kanvas berbalut biru
Mengecat kuas di pesisir pantai pelabuhan ratu
Aku menembangkan segudang lagu rindu
Dari hati yang terjun bebas ke bawah lautan kelabu

Hony
Maret, 08-2016


Puisi Rindu Dari Anak-anak Senja
Karya: Asrul

Mulanya aku masih sepertimu, lalu bertemu malu
malam ini pun kukatakan baik, sebab kecemasan itu menggantung
sedikit bingung, kukalungkan renung sebelum hujan kucium
pada mula yang kiranya aku lupa, mari kita singkat cerita

Di dinding yang setelah mendengar anak-anak menangis
tanpa keadilan di pundaknya

Mulanya aku seperti lentera di wajah anak-anak senja yang lahir
di kolong langit, mencari rindu yang katanya menjadi abu

Tuhanku, kerinduan itu sulit
teramat sulit sebab sakit
bahkan sakitnya terbawa jutaan anak-anak menangis tanpa ayah
Tuhanku, singkat cerita biarkan aku mencium hujan-Mu
sebab rindu yang kucari di bawah hujan-Mu

Tegal, 10 Maret 2016


Demikianlah puisi hati berkanvas senja nan lara Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.