Kumpulan Puisi Islami Berformat Puisi Patidusa | Puisi Religi - Karya Kemilau Mata Bening
Kumpulan Puisi Islami Berformat Puisi Patidusa | Puisi Religi - Karya Kemilau Mata Bening

Kumpulan Puisi Islami Berformat Puisi Patidusa | Puisi Religi - Karya Kemilau Mata Bening

Kumpulan puisi Islami berformat puisi patidusa | puisi religi. Pengertian religi ialah suatu perilaku serta sikap yang taat atau patuh didalam menjalankan perintah agama yg dipeluknya, bersikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta selalu menjalin kerukunan hidup antar pemeluk agama lain. Dan definisi religi merupakan suatu cara pandangan seseorang tentang agamanya serta bagaimana orang tersebut menggunakan keyakinan atau agamanya didalam kehidupan sehari-hari.

Berkaitan dengan kata religi atau kata kata islami, berikut ini adalah kumpulan puisi Islami atau puisi religi, penulisnya seolah-olah berbicara dengan Sang Maha Pencipta, Dari larik sampai bait-baitnya, terlihat jelas kata kata dalam puisinya mendekatkan diri kepada Sang Maha pencipta.

Seperti kita ketahui cara mendekat diri kepada Allah, dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan, dan selalu berdoa kepadaNya agar kita tak lupa bahwa, segala yang miliki di dunia ini hanyalah titipan. dan adapu daftar susunan judul puisi Islami atau puisi religi, diantaranya:
  • Puisi aku dan Robbku
  • Puisi berserah
  • Puisi rapuh
  • Puisi padamu kuserahkan
Empat puisi patidusa dengan tema Islami atau bertema puisi religi, yang juga bisa menjadi contoh puisi patidusa, bila ingin menulis format puisi patidusa.

Kumpulan Puisi Islami Berformat Puisi Patidusa | Puisi Religi

Bagaimana cerita puisi dan maknanya atau pesan-pesan Islami atau kata kata religi di balik rangkaian puisi patidusa tersebut, untuk lebih jelasnya, disimak saja berikut ini kumpulan puisi Islami berformat puisi Patidusa atau Puisi-puisi Religi.


PUISI AKU DAN ROBBKU

Aku melihatmu saat penciptaanku
Penuh dengan anugerah
Engkaulah satu
Robbku

Hidupku
Pada-Mu takdir
Hingga Engkau mematikanku
Cukup bagiku sepotong kehidupan

Melihat kesyukuran pangkal kekayaan
Kupegang erat ujungnya
Miskinku berharta
Qonaah

Ampunilah
Aku durhaka
Sekaligus menaruh cinta
Suatu kemustahilan kepada Engkau

Kusadari bumi-Mu laksana perantauan
Kembali jua asalnya
Dijemput ajal
Datang

Tiba
Kala kematian
Kelapangan menjadi sempit
Semesta-Mu tak mampu melindungi

Kemilau Mata Bening
SAA Mksr, 23/01/2016


PUISI BERSERAH

Berserah
Segalaku mencoba
Menempuh lorong masa
Susuri jalan panjang, melelah

Pinta
Menghiba diijabah
Sekelumit dedoa memasrah
Pada Engkau Sang Kuasa

Menetes
Bulirku mengalir
Gelap harap meretas
Membuka terang lampu memijar

Semoga
Hadirkan cahaya
Menuntun arah bahagia
Memupus kisah kelamnya duka

Kemilau Mata Bening
SAA Mksr, 27/01/2016


PUISI RAPUH

Rapuh
Meroboh jiwa
Beliung menghantam raga
Berserah pada kejamnya dunia

Hati di ujung kecewa
Teriak dalam diam
Terdobrak rasa
Bungkam

Tengadah
Kuasa terjatuh
Tertindih hujaman dera
Hendak mana sukma berlabuh

Telah terkirim seribu dedoa
Napas tersengal pasrah
Dalam tenggelam
Memendam

Mencoba
Lepaskan tawa
Sekedar melupa suasana
Walau semua munafik belaka

Kuyakin tangan Tuhan memelukku
Mendᥱwasakan dengan ujian
Tegar ikhlas
Kuterima

Kemilau Mata Bening
SAA Mksr, 23/01/2016


PUISI PADAMU KUSERAHKAN

Perasaan
Seakan tertekan
Tak bertemu pujaan
Menanggung beban asa tertahan

Terbius rindu mengacau pikiran
Ingin wujudkan kecintaan
Merubah keadaan
Kapan?

Angan
Sepadu sepadan
Menyatu dalam ikatan
Bersanding di atas pelaminan

Pada-Mu saja segalanya kuserahkan
Bermunajat sepenuh keyakinan
Engkaulah menentukan
Tuhan

Kemilau Mata Bening
SAA Mksr, 04/02/2016

Demikianlah kumpulan puisi Islami berformat puisi Patidusa atau Puisi-puisi Religi. Simak/baca juga puisi patidusa yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label puisi religi atau patidusa. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar