Skip to main content

Puisi Meniti Senja Di Pangkuan Dilema

Puisi Meniti Senja Di Pangkuan Dilema
Puisi meniti di pangkuan dilema. Senja adalah sore atau masa sesudah terbenamnya matahari. akan tapi banyak orang yang mengartikannya dengan menyebutnya sore ataupun petang. Namun sesungguhnya senja ialah waktu yang paling indah dari sepanjang hari. sebab senja merupakan pertemuan terang serta gelap.

Senja  merupakan bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap pada bumi setelah matahari terbenam, saat piringan matahari secara keseluruhan sudah hilang dari cakrawala. sesaat sebelum malam menjelang.

Meniti senja di pangkuan dilema, satu dari dua puisi senja di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi meniti senja di pangkuan dilema
  2. Puisi kepada senja
Salah satu pengglan bait dari kedua puisi tersebut. "malam akan datang bertandang Menggantikan pelita terang dengan sinar redup temaram, datang pasti akan pergi walau pun kembali tentu akan menghilang suatu hari". Selengkapnya dari bait ini, disimka saja puisinya berikut ini

PUISI MENITI SENJA DIPANGKUAN DILEMA

Seiring hembusan angin
Bayu menampari, sepoi menimang alang-alang
Desis meluruhkan sapuan senja
Yang melembayung berpangku murung

Letih matahari berbisik, menagih janji bulan yang mengganti peran
Wahai burung-burung.. malam akan datang bertandang
Menggantikan pelita terang dengan sinar redup temaram
Milikilah keindahan tanpa harus bimbang

Yang datang pasti akan pergi walau pun kembali tentu akan menghilang suatu hari
Terimalah segalanya tanpa hal kerumitan
Pahamilah kehidupan, tanpa harus mengadu kecemasan
Hidup adalah kenyataan

Yang berbagi alam bersama dengan pemikiran
Senja pasti akan berlalu, memangku dilema waktu
Itulah keresahan alam bawah naifku

Hony
Februari, 2016


Puisi Kepada Senja
Faiz Muhammad Thoreq

Telah pergi peluh ke lembah sunyi
Ditempat nunjauh, mutlak tak terpahami
Tapi melalui bait-bait puisi
Kita memilah kata, mewujud
Membangun arti

Padamu inti mimpi menuai arti
Bagai kepulan bara, hangat dihening sepi
Meski nafas menahan perih
Dendang kesetiaan tak jemu menasehati

Gubuk kita tak lagi bisa dijumpa
Demi masa kau relakan berpuasa
Walau mimpi runtuh bersama senja
Hasrat sahaja indah mengolah rasa

Telah pergi ke lembah sunyi
Lewat bait puisi menitip arti
-------------------

Demikianlah puisi meniti senja di pangkuan dilema. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.