Skip to main content

Puisi Menepis Sisa Debu

Puisi Menepis Sisa Debu
Puisi Menepis Sisa Debu. Debu adalah serbuk halus yang berasal dari tanah yang halus, debu umumnya tak terlihat oleh mata akan tetapi sangat cepat mencemari, apa lagi dengan debu debu jalan, suka nempel di pakain.

Berkaitan dengan kata debu menepis sisa debu, Satu dari empat judul puisi berformat puisi patidusa d kesempatan ini adapun masing masng judul puisinya antara lain.
  • Puisi mencakar dinding
  • Puisi menepis sisa debu
  • Puisi tirai debu
  • Puisi sisa rekah lara
Bagaiman cerita dan makna dibalik rangkaian keempat puisi patidusa tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disiak saja puisinya berikut ini.

Puisi Menepis Sisa Debu

partikel kecil yang setia
dorong letup berhari
seperti semangat
membuncah

memerah
nadi liar
rentak celoteh nakal
masihpun ingin bersiul saja

meskipun sadar menyalami pula
biarkan menjadi cerita
ujian jiwa
bermakna

hayati
bersih helai
debu terlarut angin
dalam diam menyambangi rimbun

Anda Las 31.12.2015


Puisi Mencakar Dinding

Merah semu pada senja
bias sang raja
menanda diri
bersalam

Santun
pada sesama
sekali pun sengatnya
memeluhkan pori dan meranggas

Putaran semata, keniscayaan alam
tak jua mengeluh
hanya membekas
kuku

Hitam
sisa debu
daya upaya nyata
pamungkas menggores kerasnya dinding

#pada sisa waktu, Anda Las 18.11.2015


PUISI TIRAI DEBU

Merajah waktu sisa semalam
Puing-puing aksara terekam
Tersungkur dilema
Mendera

Membujur garis bintang menua
Ringkih hati meraga
Tirai debu
Menunggu

Selelap nafas tanpa aroma
Sebengis nalar logika
Debu berantai
Tirai

Insan tua tengadah langit
Searah purnama mengait
Bintang biduk
Merunduk

Ruang jingga dalam bara
Runtuhkan sesal dosa
Tirai membatu
Berdebu

Solo,28.12.2015


PUISI SISA REKAH LARA

Mendung mengusung titah langit
Rinai membasahi bumi
Memaksa berteduh
Basah
.
Gerah yang mengungkung terusir
Ranting terpintal angin
Sejuk meraja
Merengkuh
.
Dan kita dalam teduh
Kau simpan binarku
Penghangat kalbu
Syahdu
.
Hujan menyapu jejak debu
Menyiram rekah lara
Menyisakan kita
Asmara

Usopp Lithuk Sasongko
Solo 6 November 2015
------------

Demikianlah puisi menepis sisa debu. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label patidusa. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.