Skip to main content
Puisi Desember Berkaca

Puisi Desember Berkaca

Puisi desember berkaca. Bulan desember merupakan bulan diaujung tahun, atau bulan penghabisan dalam setahun, biasanya bulan ini, di persiapakan orang oran untuk menyambut tahun baru, jadi dapat di katakan disini, desember berkaitan tentang tahun baru.
Desember-berkaca

Desember berkaca, judul ini hanya kombinasi dua judul puisi dari tiga puisi dikesempatan ini, adapaun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi hujan desember
  2. Puisi desember berkaca
  3. Puisi membuncah
Salah satu penggalan bait dari ketiga puisi terseebut. "Bekunya senja yang tak pernah terlihat kembali Mengapung diselimuti mega-mega mendung menggayut Jingga kini seakan melarut dibatas petang ini Memercikan serpihan-serpihan bening". Selengkapnya dari bait ini disimak saja puisinya berikur ini.

PUISI DESEMBER BERKACA

Sore telah berujung
Ketika percikan gerimis perlahan membasahi
Batas petang yang sekian retak membelah

Langit membentang hitam
Bersama gerumbul-gerumbul awan menangis
Menitikan airmatanya membasuhi bumi

Sang daun meringis
Gigil kedinginan, merintih berbisik
Mengemis selimut, dari kabut-kabut yang mulai turun terberai

Bekunya senja yang tak pernah terlihat kembali
Mengapung diselimuti mega-mega mendung menggayut
Jingga kini seakan melarut

December, dibatas petang ini
Memercikan serpihan-serpihan bening
Dari rinai yang meleleh dikaca jendela, hony..

Hony
PLB December, 10-2015


PUISI HUJAN DESEMBER

Setiap hari di awal pagi
Hujan turun membasahi seluruh pijakan bumi
Hari berselimut kabut putih yang dingin

Tatkala kaki menyentuh tanpa alas terasa membeku
Angin yang mengiringi melintasi kabut putih itu
Menjadi serpihan yang kabur di antara rinai hujan

Basah, dingin, dan beku
December kan berganti
Semoga awal nanti semua kebekuan ini kan berakhir
Menjadi kehangatan.


Puisi Membuncah

Terpancar sunyi di wajahnya
Seolah sedang terbebani derita
Entah apa namun nyata

Hingga hembus angin menyandarkannya
Mendongak menatap langit jingga
Bahkan mulai berkaca-berkaca

Mengisyaratkan tekanan dalam jiwa
Bukan pria atau harta
Melainkan tempat mengadu rasa

Dimana semua berita duka
Dapat ia tumpahkan saja
Tanpa perduli malu akan tangisnya

Joika 280716 SMG
-----------

Demikianlah puisi desember berkaca. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar