Skip to main content

Puisi Kau Pemilik Hatiku

Puisi Kau Pemilik Hatiku
Puisi kau pemilik hatiku. Siapakah pemilik hati yang sesungguhnya, Bukan pacar bukan kekasih atau pun orang terdekat di dalam kehidupan, akan tetapi pemuli hati yang sesunggung adalah Sang Maha Pengatur, Dialah sesungguhnya yang memilikki hati, Dia dapat membolak-balik hati manusia. sebagai mahlukNya yang sempurna. Maka ketika sedang menagalami hal tak mengena di hatiIngatlah selalu kepadanya berpasrah kepadaNya dengan cara selalu mengingat bawah semua yang terjadi adalah dan yang di alami atas izinNya.

Kau pemilik hati, tema puisi dari tiga puisi yang di bagikan di kesempatan ni, Salah satunya berjudul salam, sebagaimana di ketahui, pengertian salam adalah cara bagi seseorang untuk secara sengaja mengkomunikasikan kesadaran akan kehadiran orang lain, untuk menunjukkan perhatian, atau untuk menegaskan atau menyarankan jenis hubungan atau status sosial antar individu atau kelompok orang yang berhubungan satu dengan yang lain. bergitulah pengertian dari kosakata dari puisijudul puisi salam.

Sedangkan puisi yang lain, berjudul puisi au pemilik hatiku dan cahaya cintamu,  meneceritakan tentang keagungan Sang Maha pencipta, yang mengatur segala Bumi dan isinya. Bagaiman cerita puisinya, Yuk kita simak tiga puisi religi, atau puisi Islami berikut ini di awali dari puisi cahaya cinta-Mu berikut ini puisinya.

PUISI KAU PEMILIK HATIKU

Damai rasanya hati ini
Bercengkrama dengan cinta
Rindu mengggebu tanpa takut dosa
Bunga asmara tumbuh tanpa takut kemarau

Hai,kau pemilik hatiku
Tetaplah dalam naunganku
Mengisi kekosongan hatiku
Biarlah hanya aku dan Rabbku yang tau
Biarlah jadi rahsia dan jadi butiran tasbih dalam setap doaku

Aku menyayangimu dalam diam


PUISI CAHAYA CINTA-MU
Ahmad Noor Bayu Segara

Cahaya cinta menyimpul bias keindahan
terbit dari ufuk qalbu perindu
Segala Puja Puji teruntun bagi-MU
Allahu Rabbul 'Aalamiin
Sang pemilik hati pemberi rasa

yang bagiku hanya pada-MU
tempat berlindung
sebaik-baik perlindungan
ku mohonkan dengan segenap permohonan
agar senantiasa Engkau limpahkan
Rahmat Kasih-MU kepada kami

saat dini hari embun bermula hadir
dimana rindu ku luruh
dalam pasrah keharibaan-MU
menjulangkan pinta dalam munajah cinta
malam malam ku
atas kekasih hati peneman hidupku
agar senantiasa Engkau mudahkan jalan nya
dan perlindungan kasih di tiap helaan nafas nya
Engkau tautkan selalu hati kami
dengan kesucian cinta
walau jarak memisah tatap pandang kami

Yaa Rabb...
Ampunilah kami
jadikan rumpun persatuan hati kami
selalu dalam penjagaan-MU
siang dan malam
sepanjang waktu
jagakan hati kami agar tak berpaling dari Cinta-MU

Yaa Rabbana Taqabbal Minna innaka antas samii'ul 'aliim watub'alainaa innaka antattawwaabur Rahiim...aamiin


Puisi Salam
Karya: Sang Mahadewa Cinta

Assalamu’alaikum, kau pemilik hatiku di atrium rindu dendam
hari ini genap sudah perpisahan itu berumur dua ribu malam
namun mentari cintamu di galaksi asmara tak pernah padam
makin berbinar-binar di planet nostalgia teramat mendalam
dulu saban Ramadhan kau s’lalu dampingi aku bersiam dan kiam
kala sahur, mesra kau bangunkan mataku yang sering terpejam
hingga detik ini itu tak mampu digantikan oleh jam alarm
tilawah dan madah-madah merdumu membuat jiwa tentram

Subhanallah, tiada terasa telah kulalui dua ribu malam...
bersama maharani sakinah yang mendekam di awan hitam
bersama permaisuri mawaddah yang terbujur di lembaran buram
bersama maharatu rahmah yang hanyut di riuhnya jeram geram
namun akan terus kuburu dirimu meski aral terus menghantam
demi makmum di lubuk hayat yang lenyap ditelan kelam
demi jamaah terkecil yang porak-poranda di beranda runyam
karena perempuan shalehah lebih mahal dari semesta alam

Assalamu’alaikum, kau yang bertakhta di langit ikram
hari ini, lagi-lagi kuberdiri berikrar di depan makam
tempatmu berbaring damai selama dua ribu malam
tengoklah, sang surya di cakrawala kian redup tenggelam
bersama penyakit parah ini yang makin mengancam
ajaklah aku menikmati barzakh ajangmu bersemayam
disitulah yang paling kudamba dan kuidam-idam
tetaplah setia menantiku kelak di gerbang Darussalam

Bumi Allah, 3 Juli 2015


Demikianlah puisi kau pemilik hatiku. Simak/baca juga puisi islami atau religi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label puisi religi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.