Skip to main content

Puisi Lelahku Bukan Lelahmu

Puisi Lelahku Bukan Lelahmu
Puisi Lelahku bukan lelahmu. Pengertian lelah adalah dimana kondisi tubuh kita telah mengalami penurunan daya tahan tubuh yang memerlukan istirahat yang cukup sesuai dengan kebutuhan, lelah biasa juga diartikan penat, letih, payah atau tidak bertenaga
lelahku-bukan-lelahmu

Berkaitan dengan kata tentang lelah , dibawah ini beberpa puisi lelah atau puisi tentang lelah, adapun masing masing judul puisinya antara lain,
  1. Puisi lelahku bukan lelahmu
  2. Puisi saat lelah pengembaraanku
  3. Puisi kita yang lelah
Salah satu penggalan bait dari ketiga puisi tersebut, "Tak menghentikan perbuatanmu Inginku tak selalu menjadi inginmu Keringat ini telah lelah untukmu Karna hatimu tak selalu untukku, kupungut ilalang kering peneman langkah ku simpan sebagai pengikat janji". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini

Puisi Lelahku Bukan Lelahmu

Lelahku tak menghentikan perbuatanmu
Inginku tak selalu menjadi inginmu
Keringat ini telah lelah untukmu
Karna hatimu tak selalu untukku

Beribu kata telah kuberikan padamu
Namun Ucapmu tak selalu menyirat snyumku
Hanya letih yang kurasa saat bersamamu
Karna kau tak pernah menghargaiku

Waktuku telah banyak terbuang untukmu
Berharap beberapa titisan dapat merubahmu
Namun tak sedikitpun menyentuh pikiranmu
Hanya membuatmu semakin Berapi dimataku


PUISI SAAT LELAH PENGEMBARAANKU

Kusapa rumpun ilalang
kuadukan luka dalam goyangan manja
selipkan tanya harap jawaban
adakah kekasih sejati
sedia berbagi kasih
tanpa niat sakiti diri

"alfa bersama mentari pagi"jawabmu ilalang kering terinjak kaki
kupungut ilalang kering peneman langkah
ku simpan sebagai pengikat janji
saat kasih terakhir ku jumpai
yakini ilalang kering tak ingkar janji

-sby 210815


Puisi Kita Yang Lelah

Sepasang mata itu adalah milik bulan semalam,
yang melabuh di rimbun senyum mengundang pias.
Membaku di pucuk reruntuhan hati,
membingkai sendu yang mengeluh di ujung sunyi.
Sebab ilalang juga telah bersaksi atas kita,

di mana ujung itu adalah rejaman pedih yang mencerita,
tak mampu purna.
Juga sebab kamu adalah luka yang melaut di setʋbʋh laraku yang telah berpaut,
tak jera menjanji pada jeda,
disetiap gelagat yang pecah semalam.

Dan adalah lapang kita yang begitu rela menampung ribuan lelah,
menaut sepanjang waktu seiring gerimis yang kian basah, memuara di bulir tangis tak terbendung, yang pada netramu juga aku adalah mendung.

Lalu pada masanya nanti, hujan akan gigilkan kerontang,
mengangkat aroma basah tanah yang rindu pulang.
Pulang...
Melepas gersang hidup kita pada hentian terakhir.

YI, 31/12/14.


Demikianlah Puisi Lelahku bukan lelahmu. Baca juga puisi puisi yang lain kami update di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.