Skip to main content

Puisi Bias Pesona

Puisi Bias Pesona
Puisi bias pesona. Berdasarkan kamus bahasa indonesia pengertian tentang kata bias artinya simpangan, jika dalam fisika biasa artinya belokan arah dari garis tempuhan karena menembus benda bening yang lain, atau sebuah penyajian bahan yang dipenuhi prasangka. Ia juga berarti kesalahan yang konsisten dalam memperkirakan sebuah nilai.

Dan pengertian pesona adalah daya tarik, atau daya pikat dari sesorang,  misalnya, kemunculan idola gadis itu membuatnya tersenyum penuh pesona. Pesona juga biasa diartikan gunaguna atau mantra dan jampijampi.

Berkaitan dengan kata tentang pesona dan bias, dibawah ini beberpa puisi bertema bias pesona, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi biasa pesona
  2. Puisi pesona wajahmu
  3. Puisi membias
  4. Puisi bias luka
  5. Puisi bias cinta
  6. Puisi bias bias
Salah satu penggalan bait dari keenam puisi tentang bias dan pesona tersebut. " Mengetarkan hingga relung sukma Keteduhan yang tiada tara pesona cinta sejuk terhampar kini tumbuh tak berakar Di wajahmu". Selengkapnya dari bait ini,disimak saja puisinya berikut ini.

PUISI BIAS PESONA

Luluhku akan bias pesona
Yang mengetarkan hingga relung sukma
Keteduhan yang tiada tara
Terpancar dari wajahmu yang bersahaja

Akanmu aku membuta netra
Tertutup dalam kilau cahaya
Membingkai kagum tingkat dewa
Melanglang rasa ke nirwana

Wahai engkau pemikat jiwa
Aku pasrah tiada daya
Hanya meratap dalam iba
Lepaskan aku dari belenggu cinta

Jangan biarkan aku lumpuh rasa
Jika sama sambutlah asa
Bersamamu akan ku semat setia
Mendampingimu dalam suka dan duka

Lintang Kejora
10052015


Puisi Pesona Wajahmu
Penyair Kecil

Wajah ayu rupa yang lugu
Beserat senyum anggun mengesahkan mata
Aku berbicara, di atas ruang-ruang yang tak terjaga
Dari sekumpulan jelata-jelata, aku masuk dan bicara

Tuhan, malam ini aku belajar merayu
Duduk di sela-sela lugunya aku
Selir-selir lalu lalang hapusku

Aku menyimak ayunya, desir angin membawaku berangin
Sampai ku tiriskan, keringkan rindu yang merumat diri
Wajah ayu tiada belati di lisanmu
Ku teriakan kepada angin laut, denyut selembar tubuh berpaut

Tentang hati yang ingin meraut
Akan sebuah kisah yang tak kunjung selesai
Dalam bulir senyum, tawa serta manis manja

Aku mengagumi tanpa bicara
Tak terisi menumbuk sepi
Agar ku buang ke pelarian angin laut
Sampai diri ini melerai rindu yang sepi

Jakarta 17 April 2015.


PUISI MEMBIAS
Oleh :siamir marulafau

senyumku tak mengudara lagi
di kala udara kotor
tak tergapai hasrat menggelora dalam jiwa
daun-daun pun berguguran
di musim gugur kelam
meggeletar di bibir merah nan indah
sepanjang lara terhempas
di atas langit biru membias

sm/30/05/2015@siamir


Puisi Bias Luka

Kala kurangkai sebuah kerinduan. . .
Tersibak luka dalam penantian. . .
Saat ku tau tiada kesetiaan. . .
Kau yang tlah tersentuh. . .
Kini terjamah oleh orang lain. . .

Betapa sakitnya merintih keperihan. . .
Keindahanmu kini ku benci. . .
Karena hatiku tak merela mendapat sisa" cintamu. .

Oh tuhan jngn tenggelamkan aku dalam rasa ini. . .
Hapuslah tentang dia dibenakku. .
Hapuskanlah. . .
Cinta ini sudah tak suci lgi. . . Cinta ini tlah ternoda. . .
Cinta ini tlah menjadi sampah. .

Aku tak rela. . .
Menyimpan bias luka yang menganga. . .
Biarlah aku pergi jauh untuk melupakan dia selamanya. .
Kasihku betapapun besar cintaku padamu. . .
Itu tak berarti tanpa kesucian hati dan jiwamu..


PUISI BIAS CINTA
oleh; ‪#‎anwarwonogiri‬

Setiap hangat senyummu
aku slalu merindumu
setiap dekatku dengan sang ayu
aku slalu menaruh khawatir denganmu
'dalam ruh cintaku, bukan sekedar semacam akar yg mudah dicabut
'tlah terpastikan
bahwa aku mencintaimu
sejuta sayangku mengasihimu
biar dalam hati tak mampu terlihat kasat mata
biarpun semua ini seperti anggapan lelucon
terserah
apalah itu
menurutku
sekali cinta tetap cinta
kau yg terpilih
janggutkupun manggut karna kau yg dikata hatiku
rembulan bintang sang penerang kegelapan
mungkinkah,,,
ini dia yg namanya bisa cinta


Puisi Bias Bias

Bila bias bias kerinduan
Menyemat ke dalam rasa
Seakan sunyi senyap
Nyanyian semesta

Ku kecap bunga bunga nestapa
Meliuk liuk liuk laksana kunang
Menyengirkan bibir
Seakan berbisik di sudut alam

Marilah sayang
Meraih impian
Bahagia sentosa
Di ke abadian cinta

Awie Batam
2012015

Demikianlah puisi bias pesona Baca juga puisi puisi yang lain yang ada di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.