Skip to main content

Puisi Batu Tulis Berkaca

Puisi Batu Tulis Berkaca
Puisi Batu tulis berkaca. Pengertian tulis artinya menulis, sebagimana arti dari kata menulis artinya suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil

Berkiatan dengan kata tulis, dibawah ini, tiga puisi tentang tulis adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi batu tulis berkaca
  2. Puisi apa yang kutulis
  3. Puisi asal tulis
Salah satu penggalan bait dari ketiga puisi tentang tulis tersebut, "meskipun mentari tak menyinar siang malam, bulan purna pun tak mengapa apa yang kutulis puisiku mati, Ingin kugʌmbarkan, namun nalarpun tiada memahami Ingin kukidungkan, namun nada apa yang indah untuknya Sedang denting dawai tiada semerdu celoteh hati". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

PUISI BATU TULIS BERKACA

Sejenak
Penat meradangi
Dalam pikiran berkecimpung

Sejenak
Kuterhenyak meratapi
Serutan luka yang menyayat

Peluh pun terkapar
Dari anak airmata
Yang tersudut di bibir kelopak

Keruh
Mengemas keringat
Berbasuh rinai gelisah

Sore senja
Mengepak sayap
Terukir pelita jelita

Terlintas awan pun
Mengapungi
Perawan tertunduk

Disepanjang rel
Perlintasan kereta api
Stasiun batu tulis

Mengambang
Khayal sejenak
Dalam lamunan

Menapaki jembatan
Sungai pakuan
Pada riak kecoklatan

Jauh
Terjatuh senyap
Dalam linangan keterikatan

H.S
PLB 080515


PUISI APA YANG KUTULIS?
Oleh :siamir marulafau

jika kutulis puisi
bulu kuduku naik sampai ke langit yang ke 7
kutak tahu...
mengapa sampai bulu kuduku mengembara di atas awan
...tak berpilar
kutak tahu apa sebabnya
kubertanya selalu, mengapa dan ada apa?
sementara imajinasiku pun menerawang di atas awan kelabu
meskipun mentari tak menyinar siang malam
bulan purna pun tak mengapa
asalkan menyinar dalam jiwa
karena puisi cetusan jiwa
tak dapat dibayangkan betapa indahnya kehidupan dalam dunia
...perpuisian
kumenulis bukan semata untuk diriku tapi untuk bangsaku
untuk semua generasi seterusnya
sampai kuterkapar di tanah diam tak bersua
tapi puisiku akan membahana dalam setiap jiwa
karena puisi adalah indah bagaikan surga
bagaikan pelangi di siang hari walaupun hanya sekejap

sm/16/01/2015@siamir


PUISI ASAL TULIS
Oleh : Pena Usang Sang Penyair

Senja berteriak...!
Jangan kaulipat aku secepat itu...!
Berilah waktu beberapa detik saja
Agar sang pecinta menikmati indah warnaku

Malam berkata....
Bukan aku takmau menambahkan waktu untukmu senja
Sang perindu tengah menanti heningku
Agar indahnya mimpi hadir dilelapnya

Sekiranya rindu tengah membuncah
Mencetar membahana
Laksana halilintar menyambar pohon nyiur di pantai
Menggelegar, meraung-raung

Celoteh hati sulit kupahami
Ingin kugʌmbarkan, namun nalarpun tiada memahami
Ingin kukidungkan, namun nada apa yang indah untuknya
Sedang denting dawai tiada semerdu celoteh hati

Mungkin harus kusatukan celoteh hati dan nalarku
Biar kujadikan bait-bait sang pujangga
Mungkinkah aku mampu menggoresnya?
Sedang keindahannya sulit kubayangkan

"Jiwa Membahasakan Rindu"

Jakarta : 09-05-2015

Demikianlah puisi batu tulis berkaca. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.