Skip to main content

Puisi Tangis Sang Rembulan

Puisi Tangis Sang Rembulan
Puisi tangis sang rembulan. Rembulan asal kata dari bulan, berdasarkan kamus bahasa indonesia, rembulan atau bulan adalah benda langit yg mengitari bumi, bersinar ketika malam hari dikarenakkan pantulan sinar matahari.

Kata rembulan mempunyai makna kata kiasan agar enak di baca dan didengar sering disebut Sesungguh rembulan itu adalah bulan, tak ada pengertian dari kata rembulan. jadi rembulan hanya kata kiasan saja, rembulan artinya bulan, seperti pada pragraf pertama diatas.

Tangis sang rembulan, satu dari lima puisi tentang rembulan di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara llain:
  1. Puisi tangis sang rembulan
  2. Syair di bawah rembulan
  3. Puisi rembulan
  4. Puisi surat kepada rembulan malam
  5. Puisi makasih rembulan
Salah satu pengalan bait keliman puisi tentang rembulan tersebut."Hentikanlah tangismu Masih ada jalan untuk kita lalui Meski belum nampak jelas terlihat Namun yakinlah, kisah kita akan selalu indah". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

PUISI TANGIS SANG REMBULAN
Oleh : Pena Usang Sang Penyair

Malam ini rembulan redup
Cahayanya hanya samar hingga gemintangpun enggan berkelip
Seperti tengah berduka, rintihnya begitu menyayat
Ketika kidung duka lirih terdengar

Mengapa?
Adakah yang menorehkan duka di hatinya?
Atau menancapkan duri cinta hingga terluka?
Tangisnya begitu mengiris jiwa

Rembulanpun bersenandung
Mengiramakan kidung perih
Riuh gemuruh angin seakan gundah
BinĘŚtang malampun seakan ikut berduka
Lolongannya terdengar mengiris

Ada apa kiranya? Tanyaku dalam hati
Hai rembulan, apa gerangan yang membuatmu berduka?
Tidak cukupkah air matamu pecah di bumi?
Hingga tangismu kembali membelah sunyi

Ribuan bait syair kugoreskan sebagai penghibur
Nada-nada syahdu kudendangkan agar mampu sejukkan hatimu yang terluka
Mampukah aku sebagai pelipur lara?

Ingin kuhempaskan belenggu yang merantaimu
Ingin kubawa engkau terbang tinggalkan duka yang menyiksa
Agar tiada lagi rintihmu kudengar
Namun, tiada mampu kuperbuat

Hanya harap kupunya, hanya harap
Karena aku hanya sebutir debu hinggap di kaca jendela
Bukan mutiara berkilau penghias istana

Hai rembulan, hentikanlah tangismu!
Masih ada jalan untuk kita lalui
Meski belum nampak jelas terlihat
Namun yakinlah, kisah kita akan selalu indah

Jakarta : 05-04-2015


Syair Di Bawah Rembulan
Karya : Penyair Kecil

Rembulan masih, tidak rumit
Lagu anak-anak belum pulang
Mentari sudah kembali dipingit
Cucur dahaga terngiang siang

Anakan sungai berderai panjang
Rerimbunan embun masih mangkir
Aku serasa duduk ditimang
Kembali aku menulis syair

Tegal, 27 Agustus 2015.


PUISI REMBULAN

Malam datang gelap bertandang
Kulihat Bintang menyapa bulan
Dengan kerlipnya penuh rayuan
Dengan pijarnya penuh godaan

Rembulan tersenyum manis mengulum
Membuat semua berdercak kagum
Keindahanya menembus cakrawala
Membuat semua terpesona

Arakan awan datang menganggu Cemburu ingin menutupi
Namun sang bayu menyerbu
Dengan tiupan memaksa pergi
Bahagianya jika aku menjadi rembulan

Lintang Kejora
01042015


Puisi Surat Kepada Rembulan Malam
Karya : Penyair Kecil

Kepada malam yang menenggelamkan separuh rembulan
Awan yang menghitam serta taman-taman yang tak muram
Begitu anggun, ayu ketika suratku kepada rembulan
Tertulis dan bersampul musim yang padu

Suratku kepada rembulan
Menyisir sampai pagi menenangkan angan
Sekiankalinya aku tertahan dalam kemacetan angan
Ah...ingin lagi aku bertatap di kaki kaki langit malam
Sebagaimana aku melepaskan sisi-sisi yang begitu rumit
Tentang suratku kepada rembulan malam
Bukan kepada lintang yang sering kali menghilang kelam

Suratku kepada rembulan
Janganlah kau berdiam dalam luka ilalang
Sungguh aku berlinang remang
Kepada suratku yang tak pernah panjang

Tegal,20 September 2015.


PUISI MAKASIH REMBULAN
oleh; ‪#‎anwarwonogiri‬

Senangnya melihat engkau tersenyum padaku rembulan
kuakui aku tidak berani janji
aku takut berdosa

tapi kamu harus percaya sama aku
aku tidak ingin nakal lagi
biarpun tak sepenuhnya apa yg kukata
tapi aku akan berusaha

kamu bisa pegang omonganku
kamu maukan bersabar untuk aku
"rembulan,selamat malam
dan terima kasih untuk semuanya
------------

Demikianlah Puisi tangis sang rembulan. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi rembulan di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.