Skip to main content

Puisi Sepertiga Malam

Puisi Sepertiga Malam

Puisi Sepertiga malam. Pengertian Sepertiga malam adalah waktu dimana suasana malam yang sangat sunyi, dan diwaktu sepertiga malam merupakan suatu waktu yang sangat ideal untuk berdoa.

sebab sepertiga malam adalah waktu yang tenang untuk melakukan komumikasi dengan Sang Maha pencipta Alam dan segala isinya. dan puisi malam yang diupdate ini adalah tentang sepertiga malam.

Puisi sepertiga malam yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak kali ini, ada tiga judul puisi malam atau puisi tentang sepertiga malam.

Dan adapun masing masing masing judul puisi tentang sepertiga malam diterbitkan puisi dan kata bijak antara lain:

  1. Puisi sepertiga malam
  2. Puisi rintihan sepertiga malam
  3. Puisi teriak di sepertiga malam

Salah satu penggalan bait dari ketiga puisi tersebut. "Jutaan bahkan milyaran ummat lelap tersenyap di sunyi gelap sebentar lagi hati mungkin dibuat lelah. Maha melihat maha menghendaki mendengar. bersujud bersimpuh membawa harapan, menadah tangan membawa keinginan, mengomat ngamitkan mulut berkepanjangan".


Kumpulan Puisi Sepertiga malam

Bagaimana kata kata puisi malam dalam puisi tentang sepertiga malam yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak, selengkapnya disimak saja berikut ini puisi sepertiga malam.


PUISI SEPERTIGA MALAM

Di penghujung sepertiga malam kusebut ini penantian.
Lama waktu beputar buatkuhampir lelah, namun hati kuat.

Biarkan…
Biarkan angin yang lebih dulu hadir tanpamu di sini.
Biarkan gerimis lebih dulu membasahiku di sini.
Biarkan malam menggelapiku disini, hingga pagi tiba
Biarkan mentari yang lebih dulu menghangatkanku di sini.

Kusebut ini rindu.
Yang kusesalkan mengapa harus ada yang pergi?
Bukankah Tuhan tahu itu perih?

Apalagi dia.
Dia itu yang kunanti.
Dia itu yang kurindukan.
Mengapa tak kunjung datang kabar darinya?

Namun biarkan
Karena di sinilah nikmatnya merindu.
Hati ini sudah tidak sakit.

Rindu telah kurawat seperti induk menyusui si kecil.
Memang seperti itu. . .
Rindu adalah alasan mengapa kita harus bertemu.
Dan sebentar lagi hati mungkin dibuat lelah.


PUISI RINTIH SEPERTIGA MALAM
Gandhi Fatah

sepertiga malam
ketika sepertiga
entah sepertiga entah separuh
dari jutaan bahkan milyaran umat
lelap tersenyap di sunyi gelap

entah pula seonggok dari glintiran umat manusia
yang masih basah diri dengan air kesucian
bersujud bersimpuh membawa harapan
menadah tangan membawa keinginan
mengomat ngamitkan mulut berkepanjangan

Tuhan
air wudhu ini apakah kau saksikan?
harapan kami akankah kau kabulkan?
keinginan kami apakah kau iyakan?
komat kamit kami apakah kau dengarkan?

kutahu kau maha melihat maha menghendaki maha mendengar
ya bashir ya mujib ya sami'
Alfatihah....

Sidoarjo, 14 maret 2015


Puisi Teriak Di Sepertiga Malam
Karya : Penyair Kecil

Aku melihat seorang tukang koran di emperan toko,
berbadan kuruh dan rambut sedikit ikal
Beliau bermata hitam bersenandung lagu tua
Dipejamkan matanya sedikit demi sedikit untuk meng0bati kantuknya

Dan sepanjang trotoar berdiri remaja belia yang sedikit nakal
Datang jua bapak-bapak berseragam menghampiri
Suara supritan meluap di telinga manusia di
sepanjang trotoar menjelang sepertiga malam

Ini hari sudah larut pagi, kenapa bapak tak jua kembali pada anak istri?
Berjaket rapih dan berseragam bapak terhormat
menyinggung wajah pucat yang dibungkam
Dan di sebrang teriak-teriakan remaja belia terus
meronta disaksikan lampu jalanan yang kian lantang

Aku berada di bangku taman yang sedikit gelap, senyap dan penuh harap
Semua terbawa hanya dengan sisa-sisa sampah aku berada begitu tenang
Kini aku berlanjut mengais sisa-sisa dari bibir yang
berani bicara
Ada apa ini?

Tegal, 15 September 2015.


Demikianlah puisi sepertiga malamSimak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.