Skip to main content

Puisi Kelinci Percobaan

Puisi Kelinci Percobaan
Puisi kelinci percobaan. Arti dari kata kelinci percobaan adala orang yang pertama-tama dimanfaatkan sebagai percobaan. dalam hal ini, orang orang yang dimanfaatkan saja. sebagimana hal seekor kelinci yang di pakai untuk mencoba kwalitas 0bat untuk manusia.

Nah berkaitan dengan  kata tentang kelinci percobaan, berikut ini, puisi berjudul kelinci percobaan atau puisi bertema kelinci percobaan, bagaimana cerita dan makna puisi dari kata tentang kelinci percobaan, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja berikut ini.

Puisi Kelinci Percobaan
Karya: Sastra Arsyifa Peningit

Kala si Hari-hari berjalan angkuh
bersaing dengan waktu yang kian sombong.
menatap dengan layu pandangan mata
melihat sedikit fakta tentang sebuah cerita nyata...

Ketika jarum pendek berhenti
tujuh langkah tepat di pagi ini
dan secara cepat bergulir
bergantikan sengatan tajam
dari situan pemarah
menatap tajam isi bumi hingga seperti
tepat dihadapan muka
begitu panas hingga aspalpun
bagaikan pawon sedang bertikai

Begitu menyengat bak kaki
menyentuh knalpot yang baru berhenti
ketika langkah kaki perlahan
meninggalkan bilik peristirahatan

Aduhai aneh sungguh aneh
keringat pun belum mengering
karena terjemur seharian
sang awan pun bergeser
menandakan akan ada air tumpah dari atasnya
dan benar saja perlahan hujan pun
turun membasahi bumi ini
itu jalanan bagai penggorengan
panas tersiram air dingin

Dasyat niat sang iklim meninggalkan tugasnya.
mencoba mangkir dari perkiraan
sang ilmuan katanya

Saat Aku mencoba duduk
sang langit terlihat bagai lampu tembak stadion
dan selang menit berpaju
Aku beranjak bangkit sang langit
berubah bagaikan lampu disko

Aneh kini memang aneh
nyatanya sang ilmuan gagal
memprediksi iklim cuaca zaman
gelar doktor atau profesor
lamanya didapat setelah lulus dari gedung oxford
tiada dapat ilmunya menentang sang alam..
nyatanya gagal dalam pertempuran..

Aduhai sayang kini bumi bagaikan
wajan diatas tungku perapian
isinya siap diolah bak hidangan
siap matang atau malah kegosongan
kapanpun waktu akan menentukan

Serakah ulah sebagian dari kita
mengkedepankan status dimata
sebagian bangsa
mengikuti aturan yang tidak sehat
nyatanya kita masih setia
menjadi kelinci percobaan..

Aduh bapak wali bapak nur atau bapak
den coba pikir seribukali
dikala tangan siap menunjuk
pastikan timbangan ditimbang secara merata
jangan selalu kami dijadikan
kelinci percobaan...

Aturan ini yang gagal
rubah lagi aturan itu
aturan itu pun gagal
coba dengan aturan baru
bapak tanpa beban menyusun rumus persetujuan
tanda tangan satu gedung
peraturan siap diterbitkan
persetan dengan yang lain
mereka urusan belakang
andai gagal siapkan rencana berikutnya

Hafal sudah pᥱrmainan bapak
dari kaki hingga kepala
itu kening pun bagaikan layar
terllihat semua rencana kosong
dan akhirnya kami menjadi
kelinci percobaan kembali...

lambungkan itu bbm
hilangkan sitabung hijau
tabung biru meroket tajam
kakek nenek kembali mencari kayu
dulu berseru lantang
hilangkan minyak dari tanah
beralih ke sitabung hijau
masalah rupiah hanya tiga belas
patimura satunya
nah kini semua serba salah
beralih malah teralih
lagi-lagi kami kelinci percobaan...
----------------

Demikianlah puisi kelinci percobaan. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.