Skip to main content

Puisi Subuh Di Bulan Desember | Puisi Desember

Puisi Subuh Di Bulan Desember | Puisi Desember
Puisi subuh di bulan desember. Judul ini menandakan sebuah waktu, yaitu waktu subuh, seperti diketahui waktu subuh adalah diawali ketika munculnya fajar shaddiq, yaitu cahaya putih yg melintang di ufuk timur. Waktu shubuh akan berakhir pada saat terbitnya matahari pagi, atau biasa di sebut mentari.

Subuh di bulan desember. biasa juga diartikan suatu kejadian di waktu subuh pada bulan desember, dapat juga menandakan kejadiannya telah setahun yang berlalu atau memasuki masa setahun, sebab desember adalah penghujung tahun, atau penutup bulan dalam satu tahun.

Subuh di bulan desember satu dari dati tiga puisi desember di kesempatan ini adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi menjelang subuh
  • Puisi subuh di bulan desember
  • Puisi di ujung desember
  • Puisi tiga satu desember
Salah satu penggalan bait dari keempat puisinya. "Titik titik air yang jatuh, Angin dingin yang bertiup, Adalah saksi kesetiaanku, Sampai detik ini, Rasa yang kumiliki tak luntur ditelan dingin, bimbinglah aku menata diri". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisi desember berikut ini.

PUISI SUBUH DI BULAN DESEMBER

Musim sudah berganti,
Tapi tidak dengan hatiku,
Tetap masih seperti dulu,
Menyayangmu sepenuh yang kau mau,

Titik titik air yang jatuh,
Angin dingin yang bertiup,
Adalah saksi kesetiaanku,
Sampai detik ini,
Rasa yang kumiliki tak luntur ditelan dingin angin desember,

Harapan yang ada,
Begitu jua denganmu,
Biar salju menyelimutimu,
Janganlah beku kasih sayangmu,...

H7um


PUISI MENJELANG SUBUH
Ramana Ariasma

menjelang subuh
al i'tirof menyentuh hatiku
segala angkuh luruh
ada tangis saat lidah kelu
dosa sudah jadi pakaianku
pakaian yang kan jadi api yang membakarku

Ya Alloh Yang Maha Suci
ampuni dosadosaku
bimbinglah aku menata diri
agar menjadi seperti yang Kau mau


PUISI DI UJUNG DESEMBER
Rain'dytha

Helai ke duabelas menguning
Waktu sekian, terutus angin mengombang ambing
Lengking pijak serak, acap terjerembab menggapai oktaf
Lambai jemari patah meraih gapai

Lazuardi kian samar meninggalkan
Kadang Kau jauh meski erat harap terdekap
Lindap lentera; remang
Lalu tiada selain sepi menangisi

Helai demi helai lesak
Mengubur keakuanku
Nadiku; Kau
Degupku; Engkau

Tak pantas kuselingkuh
Tak lantas kudustakan seluruh
Atas kehendakMu ada dan tiadaku
Sang pemilik hati; kuasa membolak-balikkannya hingga tutup waktu

Yk, 271215


PUISI TIGA SATU DESEMBER
Karya: Msy S

Laka liku melilit lintasan hayat
Kembara menuntun alunan langkah
Terlukis warna takdir yang tersirat
Fuji syukur atas segala nikmat Allah

Tiga satu Desember gapura waktu
Tapal batas bergantian tahun
Pembuka gerbang asa harapan baru
Terbingkai lukisan masa banding ukuran

Tiga satu Desember.angka keramat
Riuh gembira pesta akhir tahun
Pijar kembang api suluh semangat
Dentum petĘŚsan pecah nada kesunyian

Detik memicuh lintasan era masehi
Lantunkan doa atas keagungan Illahi
Mohon perlindungan Allah Yang Esa
Melanjutkan titian hidup selamat dan bahagia

Bandar Lampung
31 Oktober 2015
--------

Demikianlah puisi subuh di bulan desember. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.