Skip to main content

Kumpulan Puisi Perempuan | Puisi Tentang Wanita Tegar

Kumpulan Puisi Perempuan | Puisi Tentang Wanita Tegar
Kumpulan puisi perempuan.  Perempuan atau wanita adalah pasangan dari seorang lelaki, dalam kehidupan terkadang perempuan dianggap lemah dan hanya menjadi sosok pelengkap. Terlebih lagi adanya pola berpikir bahwa peran perempuan hanya sebatas bekerja didapur, sumur, mengurus keluarga dan anak, sehingga pada akhirnya hal di luar itu menjadi tidak penting.

Sosok perempuan yang berprestasi dan bisa menyeimbangkan antara keluarga dan karir menjadisangat langka ditemukan. Perempuan seringkali takut untuk berkarir karena tuntutan perannya sebagai ibu rumah tangga. Namun itu cerita lama perempuan dan laki-laki di jaman sekarang dapat di katakan seimbang dalam hal mencari penghidupan.

Dan mengenai tentang puisi, puisi yang diupdate ini adalah kumpulan puisi perempuan, yang artinya puisi-puisi yang bertema tentang perempun, jadi bukan penulis puisinya perempuan semua akan tetapi puisi perempuan ini hanya sebagai tema puisi

Kumpulan puisi perempuan

Ada tiga puisinya bertema tentang perempuan pada kesempatan ini, masing masing jusulnya antara lain:
  • Puisi perempuan di pemakaman
  • Puisi inikah perempuan
  • Puisi perempuan berselendang merah
Salah satu bait dari ketiga puisinya. "Seperti tatapan senja gelegar mengguruh. jantungnya Di dada langit kelabu dan luka kaca. Kebisingan yang tak pernah kau dengarkan Bukannya kau manja Seandainya hak terbagi nyata". Selengkapnya dari bait ini, Silahkan disimak saja puisinya berikut ini.


PUISI PEREMPUAN DI PEMAKAMAN

Cuaca nanar.
Bangkai bertebar.
Orang-orang teriak.
Siapa perempuan diam dingin tegak ?

Tangan-tangan penuh luka darah.
Jalan-jalan penuh kubangan darah.
Keruh.
Seperti tatapan senja gelegar mengguruh.
Perempuan itu menaruh jantungnya.
Di dada langit kelabu dan luka kaca.

Lalu gugusan awan.
Mencurah darah berpendar di pemakaman.
Perempuan itu terguling.
Di tanah darah mengering.

Ia rindu pada senja hening.
Dan tangannya penuh darah keruh.
Dan halilintar menyabung bergemuruh.

Cuaca nanar.
Bangkai bertebar.

(27 Des '14)


Puisi Inikah Perempuan
Penyair Kecil

Jarum serta benang tak pernah kau tanggalkan
Kain yang melingkar teduh di bawah atap rumah
Kebisingan yang tak pernah kau dengarkan
Bukannya kau manja
Seandainya hak terbagi nyata

Antara pria dan wanita
Mungkin berita beda adanya
Bukan lemah terkandung di dalam jiwa yang takresah
Jika sebuah pilihan membuat seisi rumah tiadapenghuni
Mungkin berakhir sudah lagu-lagu ini

Perempuan yang tak harus dicaci
Biarkan mereka bersenandung lagu hati
Menjadi pribadi pengembang budi pekerti anak negeri

Tegal, 13 Agustus 2015.


Puisi Perempuan Berselendang Merah
Karya: Penyair Kecil

Langitnya memerah
Di ujung musim yang merangkak
Perempuan tiba di pelabuhan
Hendak menanyakan suratan
Berpesta di pusat keramaian
Duduk berselendang merah

Kemudian
Datang jua rimba dari pematang
Bertᥱlanjang kaki membawa riang
Ini surat dari lelakimu
Langitnya menghitam

Di awal pertunangan, sibak hening luka lagi kelam
Sudah habis pelepah oleh angin
Hanya menanyakan kapal bebekuan
Singgah sebentar
Ada harap yang pudar
Selamat bahagia, hanya ia yang mengakar

Tegal, 5 Nov 2015.

Demikianlah kumpulan puisi perempuan. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.