Skip to main content

Puisi Ikhlas

Puisi Ikhlas
Puisi Ikhlas. Pengertian Ikhlas menurut bahasa dan istilah, Ikhlas adalah suatu sikap perwujudan kepasrahan serta sebuah ketulusan yang murni diniatkan dari hati yang bersih sebagai pendorong suatu kehendak untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan. Dan pengertian ikhlas dalam islam memurnikan ibadah atau amal shaleh hanya kepada Allah dengan mengharap pahala dari-Nya semata. Secara umum arti ikhlas bermakna bersih dan murni. Tidak ada noda yang mencampuri suatu perbuatan amal.

Mungkin begitulah kira- kira sekilas tentang ikhlas, dibawah ini dua puisi ikhlas, salah satu penggalan baitnya. "Malang melintang lintas Gering dipakan lidah mencuat Qur'an dan sunnah jadi pedoman Menuntun hidup lurus bertumpu pada koridor-Nya". Selengkapnya dari bait ini disimak saja puisi tentang ikhlas berikut ini.

Puisi Ikhlas

Terik mentari kian meninggi ...
Panas membakar raga yang lusuh penuh peluh...
Tak terkira rasa terpercik duri menikam hati....

Ucapnya ketus beruntun kata makian terlontar....
Miris ku tatap wajah dicermin usang...
Lungse membawa diri tertatih merintih...

Adakah setitik harap memberi makna ...?
Bibir terkatup bungkam tertutup...
Malang melintang lintas jalan menentang...
Gering dipakan lidah mencuat cucut....
Ikhlas ku tak diindahkan pun tak ada baik berpijak bijak dan santun ...

Meraung hati menangis begis tatapnya menghakimi diri berbalur salah kaprah merajam ...
Apakah aku sepecik yang dia kira..?
Sadar diri hanyalah insan biasa tak luput salah dan khilaf...
Kerna tak satu pun manusia tak miliki dosa...

Qur'an dan sunnah jadi pedoman...
Menuntun hidup lurus bertumpu pada koridor-Nya....
Ikhlas tak mudah dilakukan ...
Namun pilihan hidup tuk dapat jalan ketenangan....**

Puisi Ikhlas
#Kinarya Asih#
Tangerang,121114


PUISI IKHLAS
Karya: Sang Mahadewa Cinta

Saban pagi buta sahabatku si ayam jantan membangunkanku dengan lengking emas
yang dilakukannya berulang-ulang kali hingga kuterjaga dari larut tidur pulas
seakan membujuk segera meng-update cinta subuh pada Sang Maha Penguasa Napas
dan cakrawala pun membentangkan fajar shadik seindah karya pelukis berkelas
menyawer embun pagi pembangkit semangat guna memulai segala aktivitas
sebelum mentari pagi datang membawa hangat dan 0bat ampuh pemasti vit@litas
semuanya mereka baktikan tanpa pamrih, penuh loyalitas, dan tulus ikhlas

Saat kusemakin hanyut dalam asyiknya arus laguna kerja kᥱras dan kreativitas
s0batku mentari siang memicu haus dan lapar pemasti metabolisme dalam efektivitas
mempernyaman jiwa raga saat ruku’ dan sujud zuhur di depan Sang Maha Pengawas
lalu muncul kawanku lembayung senja peluruh segenap lelah hingga bablas tuntas
bersama dekapan dan kidung angin senja pencabut s’mua lemas dan cemas
memperlezat sujud dan salam asar pada Sang Maha Penganugrah Jiwa Mukaddas
semuanya mereka baktikan tanpa pamrih, penuh loyalitas, dan tulus ikhlas

Dewi senja, kawan tersetiaku, datang membujukkan maghrib bagi Maha Penguasa Aras
sambil menghidangkan lapar dan dahaga guna menjamin agar hayat senantiasa sintas
merayuku berterima kasih dengan sembah isya pada Sang Maha Pemberi Viabilitas
gelapnya pun menina-bobokkanku dengan dingin perangsang kantuk kᥱras
akapela katak dan jangkrik tak henti menghiburku dalam irama musikalitas
ajag-ajag dan pungguk membangunkan bertahajud dengan ramah meski buas
semuanya mereka baktikan tanpa pamrih, penuh loyalitas, dan tulus ikhlas

Terkadang langit mengguyurku dengan gerimis dan hujan pengokoh imunitas
gledek dan petir berdakwah tentang hidup semua makhluk yang sungguh terbatas
tsunami, topan, gempa, tanah longsor berkhotbah bahwasanya kiamat amatlah jelas
gerhana bertabligh sesungguhnya zat paling sempurna hanyalah Sang Maha Cerdas
merekalah lembaga-lembaga pendidikan yang jauh lebih canggih dari s’mua universitas
sekaligus pengabdi-pengabdi sejati yang jauh lebih tulus ketimbang para Sinterklas
hanya bagi hamba-hamba-Nya yang berbakti tanpa pamrih, penuh loyalitas, tulus ikhlas

Bumi Allah, 30 April 2015


KOSAKATA
>> update = (Bhs Inggris) memperbaharui atau membaharui informasi dll
>> fajar sidik = fajar kedua setelah fajar kizib yg tampak menjelang terbit matahari; fajar yg sebenarnya (bagi org Islam merupakan awal waktu salat Subuh dan imsak bagi yg berpuasa)
>> vit@litas = (1) kemampuan utk bertahan hidup; daya hidup; (2) kehidupan (dl seni, sastra, dll)
>> loyalitas = kepatuhan; kesetiaan
>> ikhlas = (1) bersih hati; tulus hati; (2) melakukan sesuatu semata-mata demi Allah serta berdasarkan hukum Allah
>> laguna = (dr Bhs Inggris lagoon) (1) danau asin dekat pantai yg dahulu merupakan bagian laut (yg dangkal), yg krn peristiwa geografi terpisah dr laut; (2) danau kecil atau tasik yg terjadi pd laut dangkal yg dikelilingi oleh beting karang atau gosong pasir yg menutup pesisir atau muara sungai
>> metabolisme = (1) pertukaran zat pd organisme yg meliputi proses fisika dan kimia, pembentukan dan penguraian zat di dl badan yg memungkinkan berlangsungnya hidup; (2) proses perputaran: gerak berputar
>> peluruh = sesuatu yg meluruhkan; sesuatu yg menggugurkan
>> bablas = (Bhs Jawa) (1) terus; (2) lenyap (hilang); (3) mati
>> kidung = (1) nyanyian, lagu (syair yg dinyanyikan); (2) puisi
>> mukaddas = (yg) suci; (yg) disucikan (dianggap suci)
>> kanti = teman; kawan; rekan
>> welas = belas; kasih
>> sintas = (1) mampu mempertahankan eksistensinya; (2) terus bertahan hidup; survive
>> viabilitas = kemungkinan utk dapat hidup
>> akapela = paduan suara tanpa iringan alat musik yg lazim dilakukan di gereja kecil
>> perkusi = (1) cara pemeriksaan dng ketukan jari; ketukan; (2) alat musik pukul
>> ajag = anjing hutan; serigala
>> pungguk = (1) burung elang malam (burung hantu) yg suka memandang bulan; Ninox sentulata malaccensis; (2) buntung ekornya; tdk berekor
>> imunitas = (1) keimunan; kekebalan; (2) keadaan tumbuhan inang yg bebas dr serangan dan kerusakan yg disebabkan oleh penyakit (parasit)
>> srengenge = (Bhs Jawa) matahari
>> berfatwa = memberi fatwa (jawab atau keputusan, pendapat yg diberikan oleh mufti tt suatu masalah; nasihat org alim; pelajaran baik; petuah)
>> mumpuni = mampu melaksanakan tugas dng baik (tanpa bantuan org lain); menguasai keahlian (kecakapan, ketrampilan) tinggi


Demikianlah puisi ikhlas. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label puisi reliji. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.