--> Skip to main content
Kumpulan Puisi Ada Apa Dengan Negeriku Indonesia

Kumpulan Puisi Ada Apa Dengan Negeriku Indonesia

Puisi ada apa dengan negeriku. Puisi negeriku,atau puisi indonesia, seperti pada kalimat pada judul kalimat ini adalah pertanyaan, menanyakan kabar negeri, atau kata kritik pemerintah, sebagaimana kita tahu keadaan negeri ini, seakan amburudaul akibat dari segelintir oknum mempergunakan jabatan untuk memperkaya dirinya.

Ada apa dengan negeriku, kalimat ini dapat juga di jadikan kata motivasi untuk generasi penerus bangsa. untuk memperbaiki kondisi negeri yang carut marut, seperti yang diceritakan beberapa puisi di bawah ini.

Ada apa dengan negeriku seolah negeriku menangis ketika rakyat tak mendapat keadilan, sebagai warga negara. negeriku negeri yang indah, hanya dinikmati segelintir orang, yang merana tetap merana, lalu di mana keadilan sosial yang di dengungkan dalam dasar negera ini. mungkin begitulah sekilas tentang negeriku, tentang indonesiaku
Kumpulan Puisi ada apa dengan negeriku Indonesia

Kumpulan puisi ada apa dengan negeriku Indonesia

Ada apa dengan negeriku satu dari sepuluh judul puisi bercerita tentang kondisi atau situasi yang di jadi dalam negeri atau tentang kondisi indonesiaku, adapun masing masing judul puisinya, antara lain:
  • Puisi ada apa dengan negeriku
  • Puisi wajah negeriku
  • Puisi jeritan anak negeri
  • Puisi jerit anak negeri
  • Puisi anak tiri bangsa ini
  • Puisi koruptor
  • Puisi main minyak
  • Puisi ini negeri kita
  • Puisi kpk atau polri bubarkan saja
  • Puisi lontong
Salah satu penggalan bait dari sebuluh puisi tentang negeriku. "Padamu negeri perjuangan indonesia jerit anak negeri rakyat kecil parah suara untuk wakil rakyat tikus kantor bangsa pertiwi koruptor maling KPK kapolri revolusi mental". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisi bercerita kondisi tentang indonesiaku berikut ini.


PUISI ADA APA DENGAN NEGERIKU

Ada apa dengan salam dua jari
Kalau akhirnya hanya gigit jari
Diperbudak oleh negeri
mempermiskin diri sendiri

Kebijakan pemerintah terus menari
Tanpa ada yang mengajari
Harusnya kau tau diri
Cobalah tuk menyadari

Kita rakyat hanya ingin berlari
Menuju indahnya mentari
Yang terus menyinari
Hingga wajah kami kembali berseri

Wahai kau bapak negeri
Jangan kau perkaya diri
Dengan korupsi yang terus mengantri
Jika tidak ingin dikebiri

(Dewi kelam Kediri,2014)


PUISI WAJAH NEGRIKU

Buram fotret wajah negeriku
Ternoda tangan tangan kotor para koruptor
Mempoles noda
Mengoyak sukma
Menguras kekyaan alam memereas negara

Pernahkah terpikir oelhmu wahai durjana.
Bagaiman nasib kami generasi negeri.
Berhentilah disini wahai penghianat bangsa.

Kami juga butuh perhatian
Jangan teteskan lagi air mata pertiwi
Agar tersenyum wajah negeri ini.

Ibnu Sidik
Medan 18 Nov'14


PUISI JERITAN ANAK NEGERI

Mengalir peluh
Tak membuat luluh
Terus melangkah walapun gontai
Meskipun hidup serasa dirantai

Hanya untuk sesuap nasi
Kami mengais ditong sampah ini
Tetap ditelan walaupun basi
Terpaksa ini kami lakoni

Hai tuan,bertangan halus dan bersih
Ber'jas dan berdasi rapih
Sombongnya tuan,buat kami tersisih
Menatap kami seakan risih

Begitu kejam negri ini
Keadilan hanya milik tuan bermateri
Dimanakah letak kemerdekaan ini ?
Menjadikan kami budak dirumah sendiri

Ps.des14


PUISI JERIT ANAK NEGERI
Banjarnegara, 12 Desember 2014

Santai sejenak hilangkan penat
Hidupkan televisi sekadar usir sepi
Berharap segarkan pikiran
Astaghfirullah ada berita duka
Lagi-lagi menimpa negeri ini

Suara gemuruh gemparkan warga
Tebing bergerak perlahan tapi pasti
" Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar! "
" Ayo lari, ayo lari, ayo lari "
Teriak orang-orang Jimblung
Menghadapi musibah ini.

Jerit tangis mereka amat menyayat hati
Terdengar rasa panik dari sana-sini
Gema takbir berkali-kali
Menambah mencekam suasana ini

Banyak orang terkubur
Banyak nyawa terbang melayang
Banyak rumah luluh lantah tiada bertuan
Harta benda lenyap dalam sekejap
Semua yang dianggap berarti
Menjadi tidak bermakna apa-apa

Lagi-lagi terdengar jerit anak negeri
Masihkah dianggap fenomina biasa tanpa arti
Ataukah mata hati ini sudah tertutup dan mati

Lagi-lagi terdengar jerit anak negeri
Akan ke manakah akan lari
Jika kata kun fayakun terucap
Tentang musnahnya semua ini
Kecuali menyucikan diri
Untuk selalu siap menghadap Illahi


Puisi Anak Tiri Bangsa Ini
karya :hengky risdyanto

sebelum adzan berkumndang
kau pun sudah berjalan
dengan segepal harapan
demi merajut masa depan.

Rawa.sungai menjadi hambatan
karna tiadanya jalan dan tiang jembatan
tapi semua itu tak kau hiraukan
demi menjadi bangsawan

letih jiwa letih sanubari
rasa iri yg selalu mengiris
karna seperti menjadi anak tiri
yang tak di hiraukan bngsa ini


PUISI KORUPTOR

Kala bijak..
Kadang bᥱjat..

Sangat puitis..
Namun bengis..
Tampak.. Dari awal rambut sampai ujung kuku.. Aroma Dosa !!

Sampah.. !!
Bangkai.. !!
Sahabat sejati nya..

Tak pantas di hina..
Tak pantas di puji..

Biarkan saja.. Biar..
Pencipta pun tau..
Alam yg menghukum.

1 tetes air mata..
1000 cambuk..
1 petaka..

Allahu Akbar !


PUISI MAIN MINYAK

Tuan tuan negri bermusyawarah
Menentu salah
Membanding resah
Menyanding bijak negri berantah..

Harga minyak di tentukan
Turun naik sesuai keadaan
Terjengah kami menanggung keadaan..

Menelan kebijakan
-Minyak..
-Mentah?

TgPandan Jan2015


PUISI INI NEGERI KITA

Ini adalah negri kita kawan
Ini adalah jantung kita
Berjanjilah!
Berjuanglah!
Pertahankanlah!
Bangunlah kalian jiwa jiwa yg tertidur!

Lihatlah!?
Bukalah mata kalian!
Setan setan menelanjangi ibu pertiwi!!
Hutan kita di gunduli!!
Sungai dan laut kita di cemari!
Jika Isa menyuarakan injil
Muhammad menyuarakan Al-quran

Kita para pemuda pemudi menyuarakan peperangan!
Tempa_lah nyali kalian dari lava merapi!!
Jangan takut badai menerjang
Belajarlah kepada karang!

Rawe rawe rantas!
Malang malang tuntas!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
Kita kan menang!


PUISI KPK Atau POLRI Bubarkan Saja

Karya : HangKPK atau POLRI di bubarkan saja
Kenyataan KORUPTOR ada karena Lembaga KPK ada.
Sudah ada POLRI kenapa bikin KPK

Partai nasionalis hingga agamis pernah jadi koruptor
Bahkan lembaga agamis pun jadi sarang KORUPSI
Semua jadi berita di atas derita rakyat

Di gedung bundar hijau mirip kura-kura
Duduk para pejabat pura-pura rapat memikirkan rakyat jelatah
Bahkan pejabat yang hatinya jahat pun senyam senyum di atas penderitaan rakyat

Kini kita saksikan lagi
KPK lawan POLRI rebutan aksi
Atau siapa saja di balik ini adalah yang bermodal besar

Sudah banyak lembaga anti korupsi
Namun korupsi tetap merajalela
Namun korupsi tetaplah jadi berita utama

KPK atau POLRI bubarkan saja
Biarkan rakyat menjaga dirinya sendiri dari kriminalitas jalanan
Biarkan rakyat menjaga dirinya sendiri dari jahat penjabat

Koruptor di hukum penjara
Terkenal di mana-mana
Memberikan makan bagi si pemberita

Namun rakyatmu makin sengsara
Namun rakyatmu makin menderita
Semua karenamu wahai KORUPTOR

Denyut nadi sedikit berdetak
Mata sedikit buta
Telinga sedikit tuli

Kepada kau wahai PENGUASA
Bubar saja keduanya atau salah satunya
Tak ada gunanya banyak lembaga namun tak mencegah juga

Yang hakim disuap
Yang dihakimi menyuap
Keduanya dalam satu penjara

Tahta mengg0da
Harta diburu
Wanita selalu di goda dan mengg0da

Dalam lipatan celana dalam
Orang pria selalu bersuap-suap ria menghabiskan waktu bersama wanita
Di antara rakyat yang selalu meminta makan

Sampah-sampah masih jadi menu utama
Daur ulang selalu jadi alasan
Ohh Tuhan aku selalu menujuMu

Koruptor bagaikan artis
Tidak ada yang tragis nasibnya
Tak seperti pencuri ayam yang mati di bakar hidup-hidup

Koruptor bagaikan penjahat terhormat
Yang penjaranya selalu ada kenikmatan
Berbeda dengan penjahat jalanan karena kelaparan

Kau yang ngaku wakil rakyat
Berlipat-lipat ucap gombal kau ucapkan
Dalam mimbar yang laknat

Sudahlah KPK atau POLRI bubarkan saja
Biarkan lembaga sedikit
Tapi bisa brantas korupsi tanpa sandiwararisasi

Purworejo, 14 Januari 2015


PUISI LONTONG
Oleh :siamir mrulafau

Karaktermu bagaikan lontong
Omonganmu jua bagaikan lontong
Nafasmu pun terasa macam lontong
Setiap pagi kumakan lontong
Tapi tak seperti lontong kusadap
Lontong berkuah mengukir janji mulusmu
...semulus kuah lontong kulahap

Negaraku jadi lontong...
Karena janjimu pedas sepedas lontong
Lontong, lontong, lontong
Kutak percaya akan dikau sampai
...lontong habis kulahap di kala banjir
...menghanyutkan lontong

sm/04/03/2015@siamir

Demikianlah kumpulan puisi ada apa dengan negeriku. Simak/baca juga puisi kritik sosial yang lain di blog ini. Semoga puisi tentang negeri indonesia di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar