Skip to main content

Puisi Sekeping Lara

Puisi Sekeping Lara
Puisi sekeping lara. Arti lara berdasarkan kamus bahasa indonesia, lara artinya sedih; susah hati / sakit. Lara adalah sebuah homonim sebab arti-artinya memiliki ejaan serta pelafalan yang sama namun maknanya berbeda. Lara memiliki arti dalam kelas kata sifat atau adjektiva sehingga lara bisa mengubah kata benda atau kata ganti, umumnya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih khusus. Lara termasuk dalam ragam bahasa klasik.
Puisi Sekeping Lara

Puisi sekeping lara, satu dari dua judul puisi dikesempatan kali ini, dan adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi sekeping lara
  2. Puisi semerbak harum melati
Salah satu penggalan bait dari kedua puisi tersebut. "Rasa yang ingin kupatri ingin kusulam menjadi cinta ingin kulukis menjadi kasih dalam asmara, semerbak harum melati hempaskan bau wangi. aroma khas menebar berbaur menelusuri rongga rongga hidung penikmat aroma kuhisap aromamu dalam dalam". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.


PUISI SEKEPING LARA

Sekeping rasa
yang ingin kupatri
ingin kusulam menjadi cinta
ingin kulukis menjadi kasih dalam asmara
namun sekeping rasa yang kutitipkan hanya indah bagiku
tanpa bersambut indah

Malam selepas hujan
saat rasa ini membuncah
saat keinginan mendesak rasa dalam sanubari
kubertanya kepadanya malam..

malam...
begini kah rasanya kecewa karena cinta
beginikah sakitnya jika di abaikan dalam rasa
pesona cinta yang katanya indah tak dapat ku rasa
inikah yang namnya cinta bertepuk sebelah sebelah tangan
atau mungkin ini yang naman kecewa karena penolakan

Rasa tak dapat kupatri
cinta tak dapat kulukis
kecewa yang kini kurasa
kasih yang kuharap mewangi
kini hanya aroma rinai berbuah kecewa
sekeping rasa laksana punduk merindukan bulan
bertumpuk di lautan asmara kasih dalam kecewa
mengendap bersama rasa dalam sekeping lara

‪#‎andeline‬
BLP 100714


PUISI SEMERBAK HARUM MELATI

Angin hempaskan bau wangi
semerbak aroma laksana kasturi menghiasi udara
kidung kidung sunyi
mengalun lembut berbaur dengan udara
Kembang setaman
kuntup wangi menebar aroma khas menusuk hidung

kembang melati kembang setaman
aroma khas menebar
berbaur menelusuri rongga rongga hidung penikmat aroma
kuhisap aromamu dalam dalam
tak ingin kulepas....
kunikamati, bahkan kurasakan

Melati...
kau pantes begelar bunga sedap malam
aromamu hanya tercium disaat malam saja
aroma kunikmati bersama malam
dalam gelap malam
aku hanya berteman dengan aromamu
tak ingin rasanya beranjak dari sini
begitu nikmat kurasakan wangimu
hingga ku telena dalam buaian wangimu

‪#‎anderline‬
BLP 080714


Demikianlah puisi sekeping lara. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.