Skip to main content

Puisi Suara bising hilang seketika

Puisi Suara bising hilang seketika
Puisi Suara bising hilang seketika. Pengertian bising adalah suara atau bunyi yg mengganggu atau tidak dikehendaki, defenisi ini menunjukkan bahwa bising itu sangat subjektif, tergantung dari masingmasing individu, waktu dan tempat terjadinya bising tersebut.

Berkaitan dengan kata bising. dua dari tiga puisi di kesempatan ini, bertema bising, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi Suara bising hilang seketika
  2. Puisi melawan dingin
  3. Puisi bising
Salah satu penggalan bait dair ketiga puisi tersebut. "Hingar bingar suara hilang seketika Raungan yang biasa menderu, bising Raib entah kemana, tanpa jejak yang di tinggalkannya. Membuyarkan segala angan alam fikir, Memusnahkan sketsa wajah yang membiasi netra". Selengkapnya dari biat ini, disimak saja puisinya berikut ini.


PUISI SUARA BISING HILANG SEKETIKA

Hingar bingar suara hilang seketika
Raungan yang biasa menderu, bising
Raib entah kemana, tanpa jejak yang di tinggalkannya

Tak seperti biasanya
Raungan sahut berbersahutan
Yang seolah berlomba menyibak gelapnya malam
Yang memekikakn gendanga telinga. hilang seketika

Tak seperti biasanya
Saat malam mencumbu gelapnya
Raungan raungan itu sealalu hadir mengusik
Menguncang, berisik di kegelapan

Kini sunyi sepi
Hadir
Tiada suara suara bising
Yang menemani damainya malam

Anderline.
BLPN 060415


PUISI MELAWAN DINGIN

Dingin malam setia bersamaku
saat sebongkah kehangatan ingin kurasakan
semilir angin dingin tetap setia memelukku
Hangat yang kudamba tak pernah bertahan
bahkan hanya lewat begitu saja di ragaku

Dingin
aku tak pernah menolak saat kau datang
dapatkah engkau memberi peluang
agar hangat memeluk raga ini
agar raga ini merasakan hangat kembali

Dingin
saat ini engkau begitu menguasai
sukma yang pelahan melewati malam ini
perlahan dan pasti
engkau dingin,menyadarkan jika saat ini
sunyi sepi kini telah aku jalani

Ingin rasanya
kumanipulasimu dingin
agar hawa mu yang kurasakan tak membawa sunyi dalam sepi
agar tak mengingatkan ku pada imajinasi malam sunyi dalam sepi
agar kulewati malam tanpa sunyi dan sepi

Semilirmu terus mengehembus
namun aku terus melawan dan terus bertahan
hingga kudapat melewatimu
agar ragaku sanggup meredammu

‪#‎anderline‬
BANTI 190714


PUISI BISING
Oleh : Pena Usang Sang Penyair

Pagi jelang siang di ruang gersang
Terik menggigit menyengat kulit
Kepul asap polusi mengikuti rotasi
Deru mesin-mesin bersahutan menampar gendang telinga

Peluh membulir di tubuh mengisi rongga pori
Memaksa dehidrasi hingga lunglai jiwa
Seperti kemarin lemparan senyum menghiasi bibirmu
Melumat penatnya jiwa yang terkurung lelah

Sebatang roko masih terselip di bibirku
Asap mengepul membiasi sketsa wajah ayu
Terbuai aku dalam imaji rasa
Ketika senyummu menghiasi mata

Lamunku terjaga kala deru mesin semakin kencang
Membuyarkan segala angan alam fikir
Memusnahkan sketsa wajah yang membiasi netra

Ah, ada apa dengan mesin-mesin itu?
Seperti cemburu dengan hayalku
Seketika aku berlalu pergi tinggalkan angan tersaji
Biarlah, akan kulanjutkan hayal di kamar pengapku
Hingga kantuk kembali setubʋhi jiwa

Jakarta : 24-03-2015

Demikianlah puisi suara bising hilang seketika. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka-puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.