Skip to main content

Puisi Risauku

Puisi Risauku
Puisi risauku. Kata Risau memiliki arti dalam kelas adjektiva atau kata sifat sehingga risau dapat mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Risau biasa juga diartikan sebagai perasaan yang tak tenang, karena sesuatu hal yang di pikirkan, yang terkadang membuat galau memikirkan hal hal yang menjadi beban pikiran.
Puisi Risauku

Dalam dunia puisi kata kata risau sering di jumpai sebagai bahasa puisi, yang mendeskripsikan keadaan yang rasakan oleh Sang penulis puisi menjadi kata kata puisi yang indah dan menarik, seperti risau hatiku risau dengan keadaan, risau dengan kehidupan dan lain sebagaina yang menjelaskan tentang kerisauan yang dialami.

Dan berkaitan dengan kata risau, satu dari dua puisi di kesempatan ini, berjudul risau, adapaun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi Risauku
  2. Puisi pesonamu
Salah satu penggalan bait dari kedua puisi tersebut. "pahit sungguh tersasa pahit, kecewa hati terus menghimpit, Hambar pesonamu, kini sudah terasa hampa, terasa hidup tanpa cinta, duhai engkau pembangkit gelora, tak tahan mata menatap dikau, inginku genggan lentik jemari, untuk hilangkan penasaran hati". Selengkapnya dari bait ini,disimak saja puisinya berikut ini


Puisi Risauku
Oleh: ‪#‎anderline‬

Kini bayangan itu terus menghampiri
tak tahu apa yang harus kulakukan
haruskah aku dalam gelap
agar bayangan itu tiada mengahmpiri

pahit sungguh tersasa pahit
kecewa hati terus menghimpit
Hambar kini sudah terasa
hampa tersa hidup tanpa cinta

Haruskah aku terus dalm kesendirian
haruskah aku terlena dalam kekecewaan
mampukah aku bangkit dari kesakitan

kini sekeping hati dari kelukaan
terhiris sepi dari penderitaan
terhempas dalam kehampaan
dalm kesendirian terus terbanyangkan

aku tak mengerti
segini lemah nyakah jiwa ini
begitu lukanya kah hati ini
sampai kuharus mengadu dalam cerita,


PUISI PESONAMU
Oleh :‪#‎anderline‬

Jingga membias di pipi ranum
tulus terasa hangat sapamu
cahaya malam lampu temaram
hangat pesona ramah senyummu

lugas tuturmu daya tarikmu
membiaus insan yang menatapmu
sapa lembutmu membius hati
tatapmu adahai memikat hati

gerbang pesona menyambut padu
taburan tawa merona jiwa
duhai engkau pembangkit gelora
tak tahan mata menatap dikau

inginku genggan lentik jemari
untuk hilangkan penasaran hati
dapatkah aku bercanda dengamu
agar penasaran jauh dariku

taburan bintang temani rembulan
seakan seakan jiwa dalam kedamain
menatap gadis berpipi ranum
malam yang sunyi kini tak muram
---


Demikianlah puisi risauku, simak/baca juga puisi lainnya di blog ini, semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.