Skip to main content

Puisi Pendek Diaryku Tentang Dia

Puisi Pendek Diaryku Tentang Dia
Puisi pendek diaryku tentang dia. Dapat dari sekian banyak orang hampir semua atau mungkin sudah tak asing lagi dengan yg namanya diary. yang sering pula disebut buku harian. Bagi sebagian orang, diary/catatan hari diibarakan seorang sahabat sejati yg selalu menemani baik disaat senang maupun di susah dan didalam buku diary/catatan harian tersebut, isinya suka duka kehidupan yang di alami.
Puisi Pendek Diaryku Tentang Dia

Puisi pendek diaryku tentang dia, apabila membaca judul ini maka dapat diambil kesimpula bawah diary yang di tulis berisi tentang seseorang, dia disinai dapat masuk kedalam kategori pacar, walau kata dia, adalah kata orang ketiga yang memiliki bnayk makna akan tetepi, "dia" disini di tujukan kepada sesorang.

Diary atau buku harian sekarang tidak hanya ditulis pada secarik kertas saja namun juga bisa berupa data di komputer ataupun notebook bahkan ada yang berupa fasilitas daring untuk menulis buku harian di Internet. dan salah satunya blog seperti yang sayang tulis sekarang ini murupakan bagian dari diary/ buku harian.

Mungkin begitulah sekilas tentang, puisi pendek diaryku tentang dia, Yuk kita simak saja diary dari seseorang, dan untuk lebih jelasnya, silahakan disimak saj berikut ini.

Puisi Pendek Diaryku Tentang Dia

Mengapa kau hanya menatap saja
tak ada sapa tak ada tanya
padahal dsini tengah menanti dan merindu
buat hari menjadi indah lagi

Muliakan wanitamu bila memang benar kau mencintainya
jikalau ada perubahan sikap darinya
mungkin hatinya tengah terganggu karenamu

Akankah merpati akan bertahan di ranting yang rapuh
selagi angin kencang trus berhembus membawanya terbang
pun buyarkan janji hanya ada di atas ingkar.

Tetapknlah hatiku di atas segala kesabaran tiada batas Ya Robb...
seperti rosulullah tetap bersabar ketika tengah di ludahi oleh seorg kafir...
Dan aku adalah pengikutmu yaa Rosulku... nabi Muhammad SAW..

Tersakiti bukan berarti terhenti segala bentuk ketaatan diri
justru di situalh letak ujian atas ketaatan itu sendiri
kau lebih mencintai kesakitanmu atau lebih mencintai ketaatanmu atas nama Dia
cinta kepada Sang Pengujimu, menanti dan menjalani.
hingga saatnya Dialah yang akan menyempurnakannya ,untukmu..!

Merpati tak setia
selalu ingkar janji
hinggap di mana ia suka
seolah semua ranting adalah miliknya

Merpati takkan pernah lelah mengepak sayapnya...
karena mencari ranting yang nyaman untuk dia bertengger...
tapi tidak bertengger di ranting yang rapuh...
rantingpn tak berharap bila tiada ketulusan hanya karena iba...
sebab rantingpn tak menjadi hnya tmpat persinggahan tuk bermain sambil berkicau indah...
kepakan sayapmupn aku intai...
bahwa kau selalu menebar kicau di setiap ranting indah persinggahnmu..

Bukanlah sebuah pᥱrmainan dan persinggahan
bila dirimu berhadapan dengan sebuah kepolosan jiwa dan ketulusan hati
berlalulah saja bila tiada ksungguhan
karena itu akan lebih mnyakiti.

Didiamku
Sesungguhnya aku Pilu memendam Rindu
duhai kau Penyemangat Hati..

Inginku ada, kau tau itu.
tapi rayumu seakan ingin menikamku
aku takut, Sambut inginku dengan lembut puitismu....
Biar aku mau., dan kita pun berdua

Sudah kubilang aku mau
dan cobalah merayuku lagi
Dsini kumenanti duhai Kau Punjangga hatiku.

Jangan sia sia kan waktumu
selagi rasa kita dekat
habis masamu, maka raga kita pun tak jauh lagi
jemput aku

Pujanggaku
Ini Hatiku yang berkata
bukan sekedar bibir yang bersimpul mengukir senyum
Datanglah dan cobalah tuk mngerti

Tak perlu kau berlebihan menjawab syair hatiku
cukup kau tau saja maksudku
karena kutau, sesungguhnya
kau pun ada, jadi mendekatlah

Kita saling membaca hati
aku inginmu dan kau inginku
Sungguh aku rindu

Entah apa yang kurasa.
hatiku kini merona
sejak kau berkata iya.
serasa kau telah jadi milikku

Bila tanpaku kau bahagia
maka berlalulah saja
karena tampak di wajahmu
sedikitpn tak ada kesedihan.

Bila dengan yang lain kau merasa nyaman
maka biarkanlah
aku yang berlalu.


aku yang begitu memujamu
walau itu hanya dalam hati saja
terlihat garang namun sebenarnya lembut selembut syairmu
Taukah kau, Kupikir pun kau ada
Kupikir pun kitakan berdua
Ternya oh ternyata semua ada dalam pikiranku saja
ilusi hanya di hati, sama dangan status seniku

Bila ingin di mengerti
mengertilah dengan ketulusan.

Kukan menghitung Bintang di tiap malamku
sebagai pengganti airmataku yang jatuh
agar kutetap istiqomah, bahwa semua yang terjadi atasku
adalah KuasaMu.

Takkan bisa
kuyakin kau takkan bisa
karena aku berbeda
aku begitu dekat dengan ingatanmu
sampe akhir menutup mata

Tak pernah kucari tapi kutemui
kutemui kuakrabi kugenggam dan takkn kulepas kini
Bila telah lepas dalam genggaman
takkan pernah ada harap kan kucari apalegi kutemui

Hati teguh tak kenal hiba merayu
terjangan ombak badaipun kan balik terhalau
satu hati tegak takkan berpaling
darah perih dan airmata bahagia tlah sealir dengan keringat kerasnya kehidupan
tak ada serah sesal keluh berlebih
lahir pun pergi dan mati tiada fana semua fatamorgana
hanya kebijakan lahir raga dan kekhusukan batin jiwa yang terus bergumul dalam harian putaran waktu tuk sampai ketitian terakhir keabadian cinta...
seperti gʌmbaran sebuah hati yang terus hidup disetiap detak jantungmu...

Bagai petir di siang bolong
tertoreh luka di atas luka
Sakit dan perih

Berakhirnya sebuah cerita
yang entah kapan berawal
dan tak terlihat berujung.
berakhir begitu saja tanpa sedikitpn tersentuh dengan kisahnya

******

Demikianlah puisi pendek diaryku tentang dia. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.