Skip to main content
Kumpulan Puisi Untuk Hari Ibu 22 Desember 2018

Kumpulan Puisi Untuk Hari Ibu 22 Desember 2018

Kumpulan puisi hari Ibu 22 desember 2018. Hari ibu merupakan salah satu hari yang ditetapkan untuk peringatan atau perayaan akan peran seorang ibu dalam keluarga. baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.

Nah puisi yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak adalah kumpulan puisi ibu atau puisi memperingati hari ibu tanggal 22 Desember kemarin.

Walaupun sebenarnya peringatan hari ibu sudah lewat akan tetapi puisi memperingati hari ibu atau puisi ibu yang dipublikasikan puisibijak.com dapat dijadikan referensi puisi atau contoh puisi ibu untuk menulis puisi tentang ibu, karena jika menyayangi Ibu tak ada momen tertentu namun dapat dilakukan setiap hari.

Dan berikut ini adalah daftar judul kumpulan puisi untuk ibu atau puisi tentang ibu, untuk memperingati hari Ibu yang dibagikan blog puisi dan kata bijak diantaranya:

Empat judul puisi bertema Ibu yang ditulis oleh Ys Sunaryo, puisi -puisi ibu ini bisa di jadikan contoh kata puisi ucapan selamat hari Ibu kepada ibu tercinta, saat peringatan hari ibu, dan juga bisa dijadikan referensi untuk menulis puisi tentang ibu di hari-hari biasa.


Kumpulan Puisi Untuk Ibu / Antologi Puisi Untuk Hari Ibu 22 Desember

Bagaimana kata kata puisi dan cerita puisi dalam bait puisi untuk ibu yang ditulis YS sunaryo dan dipublikasikan puisibijak.com , apakah dalam bentuk puisi untuk ibu menyentuh hati atau tentang puisi ibu tercinta.

untuk lebih jelasnya tentang kata kata puisi ibu, untuk memperingati hari ibu disimak saja berikut ini kumpulan puisi ibu diawali dari puisi berjudul Surga yang Terenggut.Kumpulan Puisi Untuk Hari Ibu 22 Desember


SURGA YANG TERENGGUT
Kaya YS Sunaryo

surga di bawah telapak kaki ibu
direnggut para lelaki itu

diseret perceraian dan kebengisan
dibuang di jalan cadas sebagai jajanan
ditikam di temaram jamuan malam
melenggang langkah kepedihan
menari sunyi di atas mesin industri
menembus batas-batas negeri
diperk0sa desak keterpaksaan
namun jiwa raga ibu
tetaplah berdiri sembahyang

surga di bawah telapak kaki ibu
dirobohkan anak-anak itu

taman bunganya tinggal kelopak layu
gelas-gelas susu pecah serpihan
berikan nganga luka dibalut kesepian
mengeram rindu di kampung halaman
ditelikung encok dan asam urat
sekarat tak terlihat
namun doa-doa tetap terpanjat
moga anak-anak sehat dan selamat

surga di bawah telapak kaki ibu
punya ibu dan untuk ibu
kecuali lelaki dan anak-anak itu
pulang membawa darah dan air mata
yang ibu tumpahkan dulu
untuk menyusui cinta
rela membuka dada
menggendong dosa-dosa

Bandung, 21 Desember 2018


KALIAN JAJAH IBUMU
Karya YS Sunaryo

ibu yang kemarin itu
masih berjibaku menyeka air mata
dalam kucuran doa-doa
siang dan malam

sedang tubuh rentanya
tergeletak di ranjʌng sunyi
diiringi nyanyian besi tua
yang membangunkan sembahyang
kecangkan otot-otot kehidupan

dan sebelum matahari terbit
ibu itu segera bangkit
sambangi pasar dengan sebatang obor
memapah bongkok punggungnya
kemudian ditindih ragam bahan sayuran
hingga jam sepuluh terhidang
rupa masakan dijual untuk mengganjal
tegak tulang badan sendirian

katanya ini desember kedua puluh dua
yang membawa pada sebatang kara
karena anak cucu tinggalkan desa
sejak sawah dan ladang tak lagi nyawa
kecuali tabah dalam kemelaratan
yang mesti ikhlas diwariskan
pada segenap turunan

hingga ibu menjadi pilihan
saling rela ditinggalkan
demi mengejar bayangan kemakmuran
di keangkuhan kota besar
walau dua puluh dua desember
tak terjadi perubahan

ibu kini teronggok di pembaringan
dalam balutan encok yang semakin akut
ia membisikan sebuah sajak
"nak, tegarlah, sabarlah,
seperti ketabahan ibu ditinggal bapakmu
yang wafat tersambar petir
di tengah sawah"

"juga seperti kemarin ditinggalkan kalian
mengingatkan ibu waktu perʌwan
berlari dikejar kaum penjajah
dan ingatlah pula sekarang
kalian sedang berperang
dengan jiwa hilang kasih sayang"

Bandung, 16 Desember 2018


DUA TELAPAK KAKI TERKUBUR
Karya YS Sunaryo

dua telapak kaki yang terkubur itu
telah busuk nanah di wajahku juga wajahmu
baunya tercampur dengan gincu
menjadi asap rok0k
gerogoti paru-paru

dua telapak kaki yang terkubur itu
diseret-seret menjadi bangkai
lalu disimpan di balik dadaku juga dadamu
agar tak terlihat tak tercium
tetapi tegak sempurna busung
membumbung pikiran linglung
ucap tingkah kian limbung

dua telapak kaki yang terkubur itu
dibakar dengan kedua tanganku
juga tanganmu
arang hitamnya lukisan
legam di kegelapan
kedurhakaan berpaling
tiada banding

kedua telapak kaki itu
terkubur di bawah ranjangku
juga ranjangmu
pipih tulang belulang diinjak-injak
erang pedih kesakitan
sedang di atʌsnya
aku dan kau
menggelinjang-gelinjang
manjakan kenikmʌtan

ia ibuku, ibumu
yang doa, darah dan air matanya
deras menyʋsui
malang dibenam zaman
surga yang dihilangkan
di banyak rumah
kita anak-anaknya

Bandung, 21 Desember 2018


BUNGA WANITA SUNDA
Karya YS Sunaryo

Dewi -ku- Sartika
Darah praja Cicalengka
Tumbuh mekar di tanah Sunda
Selalu dalam intaian kompeni Belanda
Bunga bangsa mewangi seantero dunia

Ia telaga air mata
Ketika kaumnya babu semata-mata
Kemudian menggalang pemberontakan
Dengan selenggarakan pendidikan
Pertama untuk para perempuan
Di negeri jajahan

Derita ia pangku sendirian
Di tengah banyak hinaan
Deru cerdaskan perempuan melaju
Meninju ambigu
Memukul tampang lelaki tua
Yang buat wanita dapur, sumur dan kasʋr belaka

Semula sepuluh gadis terdidik
Kemudian enam puluh wanita unggulan
Berdiri tegak Sekolah Istri Keutamaan
Taman pendidikan perempuan Indonesia
Gala kebangkitan terpelajar kaum hawa

Dewi -ku- Sartika
Namamu tergeletak di pinggir sejarah
Sedang gedung pendidikannya
Terhimpit bangunan belanja mewah
Tertindih ragam penyimpangan kota
Wanita-wanita telʌnjang dada

Dewi-ku, aku mau
Ziarah ke pusaramu
Bercerita wanita Sunda kiwari
Begitu banyak wara-wiri
Namun belum sekuat arti
Seperti dulu kau beri
Bagi kehormatan negeri

Bandung, 18 Desember 2018


Demikianlah kumpulan puisi ibu untuk memperingati hari ibu 22 desember, baca juga puisi tentang ibu dihalaman berbeda puisibijak.comsemoga puisi-puisi ibu yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak dapat bermanfaat dan menghibur.

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar