Skip to main content

#Kumpulan Puisi Bencana Alam Tentang Tsunami Banten Dan Lampung

#Kumpulan Puisi Bencana Alam Tentang Tsunami Banten Dan Lampung

Kumpulan puisi bencana alam tentang tsunami Banten dan lampung. Belum kering air mata atas bencana alam gempa lombok dan bencana alam tsunami palu, kembali indonesia diuji dengan bencana alam tsunami di selat sunda yang menerjang Pandegelang Banten dan lampung, yang menelan ratusan korban dan ribuan luka-luka.

Atas kejadian bencana alam Tsunami Banten atau Tsunami Anyer dan Lampung, blog puisi dan kata bijak, membagikan puisi - puisi tentang tsunami atau puisi bencana alam tsunami di Banten dan Lampung, yang ditulis para penulis puisi sebagai ungkapan prihatin dan kesedihan dalam bentuk bait bait puisi sedih bencana alam tsunami, untuk korban Tsunami pandegelang dan lampung selatan.

Puisi tentang bencana alam tsunami ini adalah rangkaian kata kata sedih yang terinpirasi dari kejadian dan tragedi bencana di Indonesia akhir akhir ini sering terjadi diungkapkan lewat bait bait puisi bencana alam tsunami.

Dan berikut ini adalah daftar judul puisi tentang tsunami dalam kumpulan puisi bencana alam tentang tsunami Banten dan Lampung yang dipublikasikan puisibijak.com diantaranya:

Tujuh judul puisi tentang bencana alam tsunami Banten dan Lampung yang ditulis beberapa pemuisi yang turut prihatin atas bencana alam indonesia dan para korban Tsunami.


Kumpulan Puisi Bencana Alam Tentang Tsunami Banten Dan Lampung

Bagaimana cerita puisi tsunami dan kata kata puisi gempa bumi di Banten yang berdampak tsunami di selat sunda yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak.

Untuk lebih jelasnya puisi tentang tsunami atau puisi bencana alam tsunami Banten dan Lampung, disimak saja berikut ini, kumpulan puisi bencana alam yang terjadi di Banten dan Lampung, yang dipublikasikan puisibijak.com atau blog puisi dan kata bijak diawali dari puisi negeriku berduka lagi.


#1 PUISI NEGERIKU BERDUKA LAGI
Oleh: Zulkifli

Baru kemaren palu surut airnya
Sekarang banten di terpa
Gelombang tsunami ganas melanda
Kembali merenggut nyawa

Ada apa dengan negeri ini
Sana sini bencana terjadi
Air mata ibu pertiwi jatuh lagi
Bagai hujan tanpa henti

Cobalah kita berkaca
Ada apa sebenarnya
Hingga negeri ini selalu bencana
Ataukah dunia ini telah tua
Hingga allah menguji keimanan kita.

Bitung 23 desember 2018.


#2. Puisi Teruntuk Desember Hari ini
Oleh: Luciana Kaunar

Kembali pecah suara-suara ibu, ayah beserta anak
Dipesisir pantai hingga pada jalan-jalan raya
Musibah menembus dinding langit dengan mudah
Kau datang serupa serigala yang tak kuasa menahan sakit
Hingga suara keras mu kembalikan Pilu untuk orang-orang

Kau bangunkan Anak-anak puncak untuk menangis keluarkan ajabnya
Kau bangunkan laut untuk muntahkan Seisi perut airnya
Kau Merayap pada isi-isi jalanan
Kau pecahkan Aurah bahagia dan ketenangan

Laut-laut melamun pada angin dan ombak
Gunung-gunung Berteriak pada pepohonan
Langit Menggemurukan suara keras
Tak ada ketenangan dalam dunia

Hujan, Banjir, Gempa bahkan Tsunami
Akhir cerita apalagi pada Desember ini
Suara jeritan tangis sudah sampai dimana-mana
Ayah,ibu bahkan anak-anak sekeluarga pun Tak kuat menahan rasa

December Hari ini entah kenapa membawakan khawatir dan pilu
Segala luka akan dirasakan orang-orang
Akhir Desember 2018 Milik suara Jeritan Kita

Pohea, 24-12-2018


#3. PUISI TSUNAMI
Ole: Goelana Sati

Meliuk melambai alunan
Sunset menyela di sela senja
Indah betapa, ombak-ombak
Senja memanja, cerah merona

Riak kau tak lagi sama
Kau menari-nari di atas laut sambil memukul
Liuk lambai itu kini semakin
menakuti
Seperti emosi yang tidak terkendali

Apa salah kami...?
Sehingga kau begitu marah pada kami
Kau hempaskan tubuhmu yang indah dan memporakporandakan negeri kami
Yang mati, mati, yang luka, luka

Esok tak akan ada lagi yang menikmati sunset di tepimu
Kau mulai pemarah dan suka menghempas badan
Apa karena kau telah digoncang bumi?
Lalu kau membalas dengan hempasan itu?

"Sudahlah, usah lihat lagi liuk lambainya
Usah dengar lagi deru syahdu nyanyinya
Kini ia pemarah, ia pemangsa, ia menakutkan
Setelah ini mari kita kembali, memungut sisa-sisa kemarahannya"

*Pray for lampung Selatan Dan Banten

Back to list title puisi bencana alam tentang tsunami Banten dan Lampung ↑


#4. PUISI SEDIH UNTUK KORBAN TSUNAMI SELAT SUNDA

puisi sedih untuk korban tsunami selat sunda

Bagian kelima puisi bencana alam tsunami yang terjadi di Banten dan lampung adalah tema puisi sedih untuk korban tsunami selat sunda, atau puisi tsunami banten 2018.

Bagaimana kata kata sedih untuk korban tsunami yang dipublikasikan puisibijak.com atau blog puisi dan kata bijak, untuk lebih jelasnya puisi tentang bencana alam tsunami disimak saja berikut ini tema puisi sedih untuk korban bencana alam tsunami selat Sunda.


PUISI TSUNAMI SELAT SUNDA
Oleh: Kang Yunu

aku tak murka seperti mereka kira
aku sedang menyeimbangan diri saja

aku tak menyadarkan mereka
kalau pun mereka berpikir sudah seharusnya

yang tampak mata hanya lahirannya
padahal kasih sayangmu di atas segalanya

Rawa Denok, 23/12/2018


PUISI: DUKAKU MENYAYAT
Oleh: Kang Suhanda

Lesap sekejap
Hilang dalam tatap
Gelombang memecah
Jasad dan atma terpisah

Tuhan...
Duka itu menyayat hati
Pedih melukai di semua sisi
Histeris tangis membelah langit
Ratap pilu luluhkan jiwa terhimpit

Bencana itu datang
Tanpa terhalang
Luluh lantah menerjang
Tanpa waktu membilang

Tuhan...
Munajatku setangkup do'a
Atas Rahman dan RahimMu kumohon
Bukakan pintu-pintu surgaMU
untuk saudaraku
Agar mereka tersenyum damai
dalam kehidupan abadinya
Tuhan...
Berikan hikmah yang terbaik
Bagi yang telah ditinggalkan
Sabar dan tawaqal
Dalam kekuatan iman di dada

Jakarta.24.12.2018.mengenang tragedi bencana tsunami selat sunda.


PUISI: AMPUNI DOSA KAMI
Oleh: Kang Suhanda

Apa yang mesti terkata
Hati renyuh dalam duka
Bencana kembali melanda
Negeriku porak poranda

Apa yang mesti kuucap
Ketika mata tak mampu lagi menatap
Semua terhempas seketika
Lesap dan tiada

Tuhan...
Ampuni semua dosa-dosa pemimpin kami yang telah lalai dan ingkar titah
Senantiasa memuja kekuasaan dengan menghalalkan segala cara
Ampuni semua hamba-Mu yang terlupa ketika tersesat di alam kebodohan telah mendua hati dan syirik kepada-MU
Jangan Kau tambah azab ini kepada hamba-hambaMu yang masih taat patuh pada TitahMu

Tuhan...
Ampuni semua dosa-dosa kami
Jangan Kau siksa kami pada saat kami lalai dan lupa

Jakarta.23.12.2018.mengenang tragedi. Bencana tsunami selat sunda.

Back to list title puisi bencana alam tentang tsunami Banten dan Lampung ↑


#5. Renungan Bencana Alam
Oleh:Emi Suryani

Hari ini terjadi lagi bencana tsunami..belum hilang dalam ingatan gempa di palu..gempa di lombok dan kota kota lain di seluruh penjuru dunia.

Setelah bencana maha dahsyat tsunami di aceh yang menelan ribuan jiwa dan kehancuran. Bencana silih berganti mengguncang ibu pertiwi.

Apakah alam murka atas kerusakan alam karena perbuatan manusia...entahlah.
Apakah Allah SWT murka kepada kita semua sehingga memperlihatkan kekuatanNya supaya kita semua mengingat betapa lemahnya kita semua.

Aku menangis menatap layar televisi melihat mayat dimana mana.
Ya Allah...kapan tiba masakuku di panggil kembali menghadapMu denagan cara apa dan dimana aku pasrahkan semua padaMu.

*Semoga tidak ada bencana lagi.


Demkianlah kumpulan puisi bencana alam tentang tsunami Banten dan lampung. Baca juga puisi bencana alam tsunami di halaman lain puisibijak.com atau puisi- puisi tentang gempa bumi dan tsunami Palu, Lombok dan Aceh.

Semoga korban Tsunami Banten dan lampung diberikan ketabahan menjalani ujian. Dan untuk pembaca blog puisi dan kata bijak semoga puisi tentang tsunami diatas bermanfaat.