Kumpulan Puisi Untuk Guru Tercinta dan Puisi Dari Guru Untuk Murid Di Hari Guru
Kumpulan Puisi Untuk Guru Tercinta dan Puisi Dari Guru Untuk Murid Di Hari Guru

Kumpulan Puisi Untuk Guru Tercinta dan Puisi Dari Guru Untuk Murid Di Hari Guru

Kumpulan puisi untuk guru tercinta dan puisi dari guru untuk murid di hari guru. Setelah puisi tentang perpisahan sekolah yang berkaitan dengan puisi pendidikan maka kali ini masih berkaitan dengan tema pendidikan yaitu puisi tentang guru atau kata kata puisi untuk guru tercinta serta puisi dari dari guru di hari guru.

Sebagaimana guru merupakan suatu profesi atau bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan dan keahlian, yang bertugas mendidik dan menyampaikan serta mentransformasi ilmu pengetahuan kepada murid atau pun siswanya.

Dan berkaitan dengan kata tentang guru puisi-puisi yang di terbitkan kali ini adalah puisi tentang guru dengan tema halaman kumpulan puisi untuk guru tercinta dan puisi dari guru untuk murid di hari guru.


Dan adapun susunan daftar judul puisi guru atau Puisi Tentang Guru yang dipublikasikan puisibijak.com atau blog puisi dan kata bijak antara lain:

Sekitar tujuh judul puisi guru atau puisi tentang guru yang berkisah dan menceritakan kata kata untuk guru dan kata kata indah dari guru kepada peserta didiknya ( murid/siswa)


Kumpulan Puisi Untuk Guru Tercinta dan Puisi Dari Guru Untuk Murid Di Hari Guru

Kata guru adalah kata berkonotasi dapat ditiru dan dianggap sebagai figur yang dapat memberikan pencerahan. Karena kata guru memiliki pengertian yang luas maka, guru yang di maksud disini adalah seorang pengajar formal, dalam artian guru sekolah.

Dan mengenai tentang puisi guru berikut adalah kumpulan puisi tentang guru diawali dari tema puisi untuk guru tercinta. untuk lebih jelasnya disimak saja puisinya dibawah ini.


#1. PUISI UNTUK GURU TERCINTA

 puisi untuk guru tercinta

Bagi seorang guru memang tidak mudah untuk menjadi seorang guru yang di cintai apalagi jika ingin kehadiran kita di hadapan siswa menyenangkan, romantis, inspiratif, dan menjadi teladan.

Namun pada umumnya guru yang cintai anak didiknya adalah guru yang dianggap baik yang memiliki cara tersendiri berinteraksi dengan murid atau siswa-siswanya, sehingga dia di sukai oleh anak didiknya, dan berkaitan dengan guru tercinta, berikut adalah puisi untuk guru tercinta.


RINDU GURU
Oleh: Firman Syah Syair

Guru engkaulah pelita
Di dalam gelap gulita
Saat semua tak nampak ada
Kau beri kami tanda

Guru engkaulah penerang jiwa
Saat kami gundah gulana
Kau tunjukkan kami cara
Untuk mencapai jalannya

Guru maafkan kami yang tak tau rasa berterima
Kau berikan kami ilmu yang berharga
Hingga kini kami mampu taklukkan dunia
Tanpamu dulu mungkin kami ini apa

Guru dimanakah kini kau berada
Kami ingin berjumpa
Bercerita agar engkau banga
Memiliki kami yang telah menjelma
Menjadi yang kau pinta


PENGABDIAN TANPA KOMA
Oleh: Muklis Puna

Telah kau goreskan cita-cita mu dalam buku saku tak berjudul
Di atas kertas buram, kau tanamkan pengabdian tanpa koma
Tuhan telah meneteskan secuil ilmu dalam gemerincik denyutan nadi
Ruh mayapada dihembus dalam saraf di bawah rajutan jerami usang

Dua puluh enam aksara kau sungsangkan,
Hingga langit dan bumi telʌnjang lewat tatapan
Kau kupas kulit matahari hingga berpeluh
Sekelebat mata kau hitung jarak ciuman bulan pada bumi

Berlapis-lapis langit, kau gelarkan di atas meja lapuk dalam rentang tak berbilang

Aku terharu mengeja kisahmu
Bibit nyiur yang kau semai kini subur di nusantara
Akar serabut mencengkram bumi membekas dalam angan
Batang baja kokoh menopang beban

Buahnya bertandan indah dalam pelepah , melambai cita dalam kenangan
Aku heran...
Kenapa kau jalan di tempat?

Dari masa ke masa itu saja ocehanmu tentang indahnya dunia
Kau usir mentari saat menyentuh pucuk keladi
Dalam kepopong seragam kusam melangkah menebar virus
Bocah kemayu melompat riang dalam lamunan

Malaikat kecil menyapa di pintu kelas
Kadang nasib tak menuai takdir
Wajah-wajah nakal menggangu tidurmu
Di tengah perjalanan kisah ia menikung ke arah jurang
Berubah bagai simalakama

Kulihat wajahmu tak sedikit pun mengurat duka
Dendam tak lagi menebah dada
Dalam kegetiran kisah, tetap kau pandu sampai berujung syahdu
Jika karya retak di akhir masa
Kau dihujah berjamaah sampai ke bayang
Upah-upah halal dicerca di panggung politik
Tapi tak pernah kau meracau mengutuk nasib

Besok pagi...
Kau tetap membuka kelopak mata malaikat kecil menuntun ke jalan lurus


KARENA ENGKAU ADALAH GURU
Oleh: Rusliadi Darwis

di setiap syairku ada napasmu
karena engkau adalah guru
yang telah meniupkan angin
hingga aku bisa bernapas
lalu belajar untuk merenung
menjangkau imajinasi tertinggi

jangan risau bila engkau tak mampu bersyair malam ini
karena ada aku yang akan menuliskan
setiap baris napasmu
sebagai tanda ketakjuban dan salam hormatku
jangan resah
karena ada aku yang akan membahasakan
sebagian dari makna sorot matamu

engkau adalah guru
di mana aku berguru
belajar untuk menggoreskan tinta
di atas kertas tak bernoda
menggoreskan lekuk-lekuk imaji
yang aku jangkau sesaat setelah memejamkan mata

engkau adalah guru
di mana aku berguru
belajar memaknai sunyi
memaknai pesta pora
memaknai suka cita
pun duka cita yang aku ramu dengan manis

jangan risau bila engkau tak mampu bersyair malam ini
karena ada aku yang akan menuliskan
bahwa engkau adalah guru
atas segala keindahan syairku


Guruku, Ajaklah Aku Terbang
Karya: Cecep Gaos

Guruku, ajaklah aku terbang.
Ku ingin seperti anak burung elang.
Terbang melayang dengan begitu riang.
Tidak ditinggalkan saja di dalam sarang,
yang sudah mulai gersang,
ditutupi keringnya anyaman ranting dan ilalang.

Guruku, ajaklah aku terbang.
Sayapku sudah cukup kuat untuk kau ajak terbang.
Aku pasti sudah bisa melayang,
Meski ku masih tertatih seperti orang pincang.
Jika pun aku harus terjatuh, jangan kau marahi aku hingga semangatku hilang.
Jangan kau bentak aku hingga hatiku meradang.
Jangan kau pukul aku hingga sakitnya terasa menusuk tulang.

Guruku, ajaklah aku terbang.
Didiklah aku dengan teladanmu yang cemerlang,
hingga ku bisa menjadi penerus bangsa yang gemilang.
Genggamlah tanganku dengan tangan lembutmu penuh dengan kasih sayang.

Guruku, ajaklah aku terbang.
Jangan kau terus jejali aku dengan ilmu-ilmu yang telah usang.
Aku ingin melihat luasnya samudera ilmu yang membentang.
Terbentang dari ujung Merauke hingga Sabang.
Aku pun ingin melihat luasnya dunia yang belum pernah terbayang.

Back to list title ↑ puisi tentang guru ↑

#2. PUISI PERPISAHAN UNTUK GURU TERCINTA

puisi perpisahan untuk guru tercinta

Berpisah dengan guru yang dianggap baik tentu akan membuat hati bersedih karena banyak kenangan, yang pada umumnya hal hal yang sulit di lupakan adalah guru yang humoris memberikan materi yang mudah di pahami dan lain sebagai yang membuat susah melupakan saat akan berpisah dengan guru tercinta/baik. dan berikut adalah puisi perpisahan untuk guru tercinta

.

Selamat Tinggal Guruku
Oleh: Muklis Puna

Dulu Ku datang dengan badan terbungkuk bungkuk dan malu
Berbalut seragam kusut berlumut kebodohan
Tatapan binar menyapa seisi ruang ruang bersekat
Kegelapan jiwa terpacar di raut wajah nan lugu

Langkah langkah kaki dekil dibalut sepatu kebodohan
Menyatu dengan jari jemari lumpuh dalam melukis kehidupan
Wajah wajah sangar dan geram menggerogoti benak menatap ingin
Meja meja kusam dan papan kelabu membuncahkan sinar kehidupan

Tiga tahun sudah berlalu
Pagi tadi ketika matahari membusur api
Saat cahaya menempel di pucuk pucuk pinus hatiku mulai ciut

Aku tak suka hari ini
Aku benci hari ini
Aku muak dengan hari ini
Seandainya boleh aku menghiba jangan ada hari ini

Hari ini adalah hari putusnya tali keakraban antara aku dan keluarga besarku
Hari ini adalah hari terhentinya curahan Ilmu dari lembaran lembaran kertas berjalan
Hari ini adalah hari berpisahnya kemesraan yang telah tertata dalam darah
Hari ini adalah hari berakhirnya kenangan setelah tiga tahun berlalu
Hari ini adalah hari penyiksaan bathin

Kawan...
Coba tatap bola mata kemayu para guru guru untuk terakhir kali
Coba lihat..
Mereka terpasung kaku di atas kursi kursi empuk
Kakinya seperti dipasak pada ubin
Degupan jantungnya tak beraturan
Air mata keikhlasan keluar menyusur lewat mungilnya bulan sabit di pipi

Kawan ...
Dekati mereka peras bola mata nya
Tampung air matanya
Basuh tanganmu hingga maafmu
dikabulkan
Berkumurlah hingga mulutmu suci dari noda yang pernah kau torehkan ingat..
Tiga tahun telah kau dedah jiwanya

Guruku...
Hari ini kami bersimpuh di bawah lutut lutut suci
Maafkan kami..
Ikhlaskan segala ilmumu pada kami
Doakan kami
Kami bangga bisa berguru padamu.

Selamat tinggal guruku

Back to list title ↑ puisi tentang guru ↑

#3. PUISI TENTANG GURU (Puisi Dari Guru Untuk Murid Di Hari Guru)

 puisi tentang guruBagaian ketikan kumpulan puisi guru adalah puisi tentang guru dalam artian puisi puisi inis di tulis seorang guru yang di peruntukkan kepada sisiwa dan juga untuk para pendidik di Hari Guru.

Bagaimana kata kata tentang guru dalam bait-bait puisi tentang guru, yang di publikasikan blog puisi dan kata bijak atau puisibijak.com, untuk lebih jelasnya, disimak dibawah ini puisi untuk hari guru dengan tema puisi tentang guru.


BUKAN SEKEDAR BUNGA
Oleh: Herisanto Boaz

pada hari histori ini, nak, kami berbaju PGRI
meski kami sudah lama tak paham organisasi
sebab kerja kami sehari-hari, hanya mengabdi
sibuk dengan kelas, ekskul, dan administrasi
tak paham kalau profesi kami dipolitisasi

bahkan ketika pegawai lain limpah numerasi
justru tunjangan kami tertunda, dan tak pasti
tapi lihatlah, kami tetap mendidik dengan hati
tetap menuntun kalian jtemukan jati diri
bukan sekedar mengajar, kau raih ilmu tinggi
tapi antusias bimbingmu kembangkan potensi
ya, hari-hari dedikasi dalam senyum kami

para siswaku terkasih, terimakasih bunganya
juga piagam, medali, dan beragam tanda jasa
kalau boleh, kami minta puisi bermakna
yang ditulis dari penyair alumni sekolah kita
yang dimuat di undang-undang profesi kami
agar tiap kata kalimatnya punya integrasi
tak ada satu kata pun, bohong membodohi
tapi semua, mengawal kesejahteraan negeri
itulah nak, karangan bunga kebanggaan kami
benih yang disemai berbuah harumkan sejati
Nak, yang penting, jadilah contoh,anti korupsi

Back to list title ↑ puisi tentang guru ↑

Muridku, Bacalah Pesan di Batu Nisanku
Karya: Cecep Gaos

Muridku, pegang teguhlah agamamu.
Jangan pernah kau lepaskan dari genggaman jiwamu.
Ia adalah jalan yang akan mengantarmu bertemu penciptamu.

Muridku, tanamkanlah karakter baik di hatimu.
Jangan sampai ia layu, lalu mati tanpa meninggalkan sedikitpun residu.
Jagalah ia agar tetap tumbuh dan bersemi dalam kalbu.
Seperti berseminya bunga melati di musim salju.

Muridku, cintailah budaya bangsamu.
Budaya bangsa yang kaya akan nilai-nilai luhur pendahulumu.
Sayangilah ia, jangan sampai hilang tergerus kemajuan semu.

Muridku, kuasailah ilmu dan teknologi dengan tanganmu.
Ia akan mengangkat harkat dan martabat bangsamu.
Martabat bangsa yang terus diinjak-injak sepatu penguasa dunia yang tak punya malu.

Muridku, jangan kau lupa alirkan darah seni di tubuhmu.
Keindahannya akan menghibur hati dan jiwamu.
Bagai keindahan suara alunan biola yang kumainkan, yang mampu menidurkan istri dan calon buah hatiku.

Muridku, bacalah pesan yang kutulis di batu nisanku.
Bacalah dengan kelembutan hati dan jiwamu.
Renungkanlah di setiap sujudmu.


Demikianlah Kumpulan Puisi Untuk Guru Tercinta dan Puisi Dari Guru Untuk Murid Di Hari Guru, baca juga puisi guru tema yang berbeda di halaman lain blog ini semoga kumpulan puisi tentang guru yang ditulis beberapa orang diatas dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan puisi guru.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar