Kumpulan Puisi Kritikan Di Hari Kemerdekaan Indonesia
Kumpulan Puisi Kritikan Di Hari Kemerdekaan Indonesia

Kumpulan Puisi Kritikan Di Hari Kemerdekaan Indonesia

Kumpulan puisi kritikan di hari kemerdekaan Indonesia. Sudah tradisi setiap bulan Agustus seremonial kemerdekaan menggema seantero Nusantara untuk mengenang pengorbaanan para pahlawan yang membebaskan rakyat indonesia dari belenggu penjajahan, sehingga Indonesia terbebas dari derita cengkraman asing.

Namun apakah benar rakyat Indonesia sudah benar-benar merdeka. Inilah yang jadi tema puisi kritikan di hari kemerdekaan indonesia.

Lewat puisi kritikan di hari kemerdekan penulis puisi kemerdekaan memaparkan arti kemerdekaan yang mereka rasakan, mereka lihat dan mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari sehingga menyampaikan kritik untuk kemerdekaan Indonesia yang di peringati setiap tanggal 17 agustus.

Karena seharusnya kemerdekaan menjadi gerbang awal tercapainya kesejahteran untuk mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial, akan tetapi di mata para penulis puisi kritikan di hari kemerdekaan hal ini belum sepenuh terwujud kepada semua lapisan masyarakat di Indonesia.

Sebagaimana diketahui kemerdekaan artinya kebebasan. dalam artian rakyat menikmati pembangunan mulai dari kesejahteraan yang membaik.

Kemiskinan menurun merasakan perbaikan dalam bentuk kesejahteraan yang difasilitasi pemerintah, pendapatan membaik, dan lain sebagainya

Adapun masing masing judul puisi kritikan di hari kemerdekaan indonesia yang diterbitkan puisibijak.com diantaranya:

Delapan koleksi puisi kritikan di hari kemerdekaan Indonesia, yang bisa menjadi contoh puisi kemerdekaan bagi pembaca yang ingin menulis puisi tentang kemerdekaan.


Kumpulan Puisi Kritikan Di Hari Kemerdekaan Indonesia

Kritikan adalah menanggapi kekurangan dan menilai sesuatu yang dirasa belum sepenuhnya berjalan susuai dengan koridor yang di tentukan

dan puisi kritikan disini adalah tanggapan tentang kemerdekaan indonesia yang dirasa belum sepenuhnya rakyat indonesia merasakan kemerdekaan.

Bagimana kata kata kritik kemerdekaan dalam bait bait puisi kritik kemerdekaan yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak, untuk lebih jelasnya disimak saja puisinya berikut ini.


SAJAK BELUM MERDEKA
Karya Y. S. Sunaryo

Mengingatmu, aku mengepal tinju
Pedih menindih mendidih
Janji busuk lelehkan bau
Buncahkan liar syahwat tak pernah letih

Mengingatmu, amarah enggan reda
Murka di dada kobarkan bara
Kebohongan basi soal biasa
Menjual asmara di pasar malam desa

Mengingatmu, sakit kambuh kembali
Mengaduh jauh penyembuh
Khianati hasil yang disepakati
Menjual rindu di kekar banyak tubuh

Kaulipat, buang segala jasa
Lupa jutaan syuhada meregang nyawa
Bahagia merdeka sendiri saja
Lantas, masih kenalkah kau Indonesia?

Ah, aku hanya menganga
Pada sajak-sajak yang belum merdeka
Lusuh di kaki jelata
Buruk di ketiak penjual cinta

Bandung, 7 Agustus 2017


Lampu berjelaga
Oleh: Abigail

Hidup di tanah merdeka tujuhpuluhtahun lebih lamanya
Bila matahari menghilang dibalik horizon, kegelapan malam menyelimuti
Sinar bulan sedikit memberi harapan lampu berjelaga menjadi pilihan

Malam terasa panjang ingin segera pagi menjelang
Tujuhpuluhtahun hidup di tanah merdeka penantian yang panjang untuk rakyat yang sederhana
Kini lampu berjelaga tinggal cerita karena listrik sudah menyala sepanjang gelapnya malam

Demikianlah kisah di negeriku yang kaya bertabur emas permata, lautnya, hutannya, manusianya, tapi mereka menunggu tujuhpuluh tahun hanya untuk listrik menyala

Perih terasa .....

Back to list title puisi kritikan di hari kemerdekaan indonesia ↑

SUDAHKAH KITA MERDEKA
Oleh: Yon Bhijie

Sebagian perutnya buncit
Ada jua yang kerontang
Mereka yang mengenal nasi
Tahukah kepada beras yang tadinya padi

Kata merdeka terdengar lantang
Dari mulut-mulut berbau batang
Lembaran kertas bergambar pahlawan
Kini menjadi Tuhan

Sudahkah kita merdeka?
Jika yang lapar masih terlantar
Sudahkah kita merdeka?
Jika yang berdasi matanya tertutup perut

Apa itu merdeka?
Yang miskin semakin lapar
Sementara yang buncit tak mau kenal


Back to list title puisi kritikan di hari kemerdekaan indonesia ↑

MASIHKAH MERDEKA
Oleh: Alvin Galih

Masihkah merdeka
Tertulis di kening mereka
Yang sembunyi menyusun rencana
Di antara kursi dan meja
Titik mengawali cerita
Kisahkan janji-janji sejahtera

Masihkah merdeka
Untuk sebutan adanya
Yang tegak berkalung Garuda
Yang mengatur tempo drama
Yang ketika tahta di duduki boneka
Yang dimainkan muka dua

Masihkah merdeka
Bangsa permata lima
Bermerah-putih warna
Di angkasa menjelma
Di bumi meraja
Sedang kekosongan di butir sila-sila

Masihkah merdeka
Dalam darĘŚh pengingkar kata
Di ujung tutur mengg0da
Nyata-nyata sebatas cerita
Untuk agenda Jelata
Yang awam dalam permainan pentas hampa

Dan masihkah merdeka
Ketika pewayangan diubah jiwa
Saat keadilan hanya di antara berpita
Kala naluri ditikam angkara

Dan masih pantaskah disebut merdeka
Sedangkan etika kita telah dibunuh logika Bangsa

Serpihan Langit
Purwakarta, 07 April 2017


SUDAHKAH KITA MERDEKA?
Oleh: MuTaufik

Sudahkah kita merdeka?
Saat kita memuja segala yang datang dari luar sana
Saat kita meremehkan kemampuan anak bangsa
Sudahkah kita merdeka?
Saat kita lebih ingat satu kesalahan saudara
Saat kita lupa ribuan kebaikan mereka

Sudahkah kita merdeka?
Saat kita ketakutan akan serbuan dari luar negara
Saat kita malah senang memecah persatuan bangsa

Sudahkah kita merdeka?
Saat kita bergantung kepada dia yang akan bertahta
Saat kita enggan mengandalkan Sang Maha Bijaksana

Sudahkah kita merdeka?
Saat kita sangat takut kehilangan cinta dari manusia
Saat kita melupakan kasih sayang dari Sang Maha Mencinta

Bekasi, 160818 Back to list title puisi kritikan di hari kemerdekaan indonesia ↑


INDONESIA RAYA "Katanya"
Oleh: Jamaluddin Luthfy

Tanah air kita, tanah air segala bangsa indonesia.
Ada yang mendendangkannya melalui indonesia pusaka,
Adapula melalui indonesia raya,
Terlahir dari semangat gerak kemerdekaan 1945,

“Indonesia tanah air beta,
Hiduplah indonesia raya” dinyanyikannya pula
“17 agustus tahun 1945 itulah hari kemerdekaan kita” katanya!
Sorak sorai seraya mengibarkan merah putih dengan rasa bangga.
Itulah indonesia kita, DAHULU.

SEKARANG, garuda yang dahulu dengan tegas menoleh kekanan,
Merunduk...malu...karena negerinya tidak mau raya lagi tanpa kaya.
Merah yang daluhu membara, menjadi kelam dibawah putih
Yang menaunginya dengan keputihan yang suram.

Bhineka tunggal ika, jatuh ditangan gajah,
Rakyat ditangan peminpin yang gegabah.
Perisai pancasila menjadi kalung tikus raksasa,
Kebenaran mengalungi hakim dengan keuntungan yang menjamin tahta.
Seperti inilah indonesia raya...

Back to list title puisi kritikan di hari kemerdekaan indonesia ↑

MAHARDHIKA
Oleh: Ifadli Marid

Yang berlari mengejar mimpi , pada kursi-kursi terbalik? Tak bersandar , pisau jagal mengintai dileher tak bernadi
Jutaan sembilu dijemari bedebah , mengiris luka bangsa yang paling perih
Mari tertawa sesama pecundang!
" Hahaha.."

Memohon serupa upeti , menjajakan martabat ditubuh yang mati .
Berapa lama anak revolusi itu mencengkeram garang? dileher ibu demokrasi yang kehilangan air susu

Sejejak ditapak sejarah bangsa yang menggemari pengayaan keterjajahan
Pekik merdeka tersekat lalu lenyap , pada tenggorokan kering beranomali sumbang
; siapa yang membangun candi memprasastikan penghianatan?
Diatas kuburan leluhur sejatinya bangsa
Penguasa selatan menikam nadi disenyap malam tanpa perlawanan

Langit pertiwi bersikeras mengibarkan merahputih
Langit yang telah lama kehilangan angin mahardhika
Tiang bendera ditangan-tangan para lelaki berperang terhadap gizi buruk demokrasi

Yang terkapar di kaki malam tanpa nyanyian himne
Adalah jiwa-jiwa yang ingin rebah dipangkuan pribumi

Merdeka..!
Mengapa dada kiri menyimpan nyeri?
Histeria lenyap menggali kuburannya sendiri
Semangat itu tunduk ditungku tak berapi

Anak-anak revolusi bergantian mengusung keranda peradaban
Sejak mereka beramai-ramai mengafani kemerdekaan yang tlah didapati

Mari bung rebut kembali!
Giris memang?

Curup 13 Agustus 2018


MERDEKA ( katanya )
Oleh: Ryanti

Pekik kemerdekaan terdengar di seluruh pelosok negeri,menghias tiap-tiap sudut sunyi negeri ini.

MERDEKA ( katanya )...
Benarkah kita sudah merdeka,ketika kita saling mencaci,tak perduli lagi pada saudara sebangsa hanya karena dokma-dokma keyakinan.Benarkah kita sudah merdeka ?

MERDEKA ( katanya )
Nyatanya masih kulihat wanita menangis mengaduh pada cengkeraman tangan raksasa yang tak punya nurani,sedang anak-anak terenggut kebebasannya menikmati sang mentari.Benarkah kita sudah merdeka ?

MERDEKA ( katanya )
Namun masih kulihat cucuran air mata ditiap senja,kala kaki-kaki renta nan lusuh pulang tanpa membawa sebungkus nasi baru,dan tatapan mata yang sayu menahan lapar menyambut mereka pulang.Benarkah kita sudah merdeka ?

Dirgahayu Republik Indonesia

Semarang,16 Agustus'18


Demkianlah Kumpulan puisi kritikan di hari kemerdekaan Indonesia, baca juga puisi puisi kritik yang lain di blog puisi dan kata bijak, atau puisi tentang kemerdekaan indonesia dengan tema yang lain, semoga puisi puisi kritik kemerdekaan yang diupdate dikesempatan ini, dapat menghibur dan bermanfaat bagi pembaca.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar