Puisi Renungan Hati Islami Penyejuk Jiwa
Puisi Renungan Hati Islami Penyejuk Jiwa

Puisi Renungan Hati Islami Penyejuk Jiwa

Puisi renungan hati islami penyejuk jiwa. Renungan merupakan kata yang berasal dari kata renung yang artinya sedang memikirkan sesuatu hal atau termanggu.

Jadi renungan adalah aktivitas berpikir yang mendalam yang biasanya di tandai dengan diam karena memikirkan sesuatu hal.

Dan kata renungan yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak untuk kali ini adalah puisi islami terbaik dengan tema puisi renungan hati islami penyejuk hati.

Sebagaimana diketahui puisi -puisi islami merupakan puisi yang indah karena membahas serta menceritakan tentang agama islam.

Yang terkadang dalam bait-baitnya mengingatkan serta memberikan nasehat kepada pembaca untuk menyadari bahwa kehidupan di Dunia hanyalah sementara.

Itulah mengapa puisi puisi islami sering juga dijadikan sebagai sarana dakwa, untuk saling mengingatkan.

Begitu pun puisi islami yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak untuk kesempatan ini, merupakan puisi puisi tentang islam yang ditulis beberapa pemuisi

Puisi puisi renungan ini merupakan puisi indah dengan kata kata islami penyejuk jiwa untuk saling mengingatkan, walaupun puisinya ada yang membahasa tentang diri sendiri namun paling tidak dapat menjadi contoh renungan bagai pembaca.

Adapun masing masing judul puisi islami dengan tema puisi renungan hati islami penyejuk jiwa yang diterbitkan puisibijak.com diantaranya

Tujuh koleksi puisi islami terbaik, dapat menjadi contoh puisi dan referensi untuk menulis puisi - puisi tentang agama islami.


Kumpulan Puisi Islami Terbaik Tentang Renungan Hati Penyejuk Jiwa

Ada berbagai macam tema dan judul puisi islam yang sering dijumpai seperti syair islami menyentuh hati, puisi tentang islam agamaku, semua berisi tentang pesan pesan islami.

cuma cara dan rangkaian kata kata yang digunakan berbeda, begitu pun dengan puisi islami yang update ini berisi pesan pesan tentang agama islam.

Nah bagaimana kata kata islami serta cerita puisi religi dalam bait bait puisi renungan tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja berikut ini.


PUISI HANYA MALAM
Oleh: Asmira Suhadis

malam
aku ingin mengunyah segenggam bahgia
ketika ribuan dusta bertempiaran
muak menatap lusuhnya diri
dan mendengar kata kata yang terluah

lalu ku membaca kata kata MU
mendamai jiwaku yang menggila
mabuk dan kadang tenggelam
tersesat aku dalam perjalananku

kata kata terkadang seperti api
membakar dan merentungkan diri sendiri
biarlah
hanya malam yang tahu
saat dia menjadi saksi bisu
saat aku melepaskan dahaga dan mengirai segala mimpi mimpiku di hadapan MU ROBBI


Mulanya Penyesalan
Oleh: Muhammad Khalid bin Zainul

Semuanya telah berakhir.
Kurenung jasadku yang kaku
setelah roh direntap keluar.
Perihnya masih menjalar.

Aku menangis hiba,
meninggalkan dunia yang kucintai.
Bila terputus nyawa,
tiada lagi jalan kembali.

Segala yang kumungkiri
kini jelas terbukti hakiki.
Aku meraung, penuh kesal
kerana mengikut nʌfsu
dan mengingkari akal.

Aku belum sempat solat,
belum sempat puasa dan berzakat.
Dahulu aku halau pengemis
kini aku yang mengemis
peluang hidup lagi
tetapi kesempatan itu tiada lagi.

Mereka usung aku,
menuju ke liang lahat.
"Jangan! Jangan kau bawa aku ke sana!"
aku menjerit, melihat api menjulang tinggi
ada azab kubur yang menanti
tetapi mereka tidak mampu
mendengar suaraku lagi.

Hari itu,
bermulanya penyesalanku
yang tiada penghujungnya,
disiksa di dalam kubur yang sempit,
menunggu kiamat untuk bangkit.


NEGERI ABADI ( Alam Kubur )
Oleh: Adyra Az-zahra

Kembara langkah -langkah
yang pasrah
dalam redha

Diam tautkan diri
rapatkan hati
dalam sujud
moga aman
damai saat menuju
negeri abadi

detik waktu menghitung
dalam jarak rentangan
antara fajar dan senja
antara pandangan mata
dan rasa cemas dalam jiwa

langkah -langkah terus kembara
menuju arah negeri abadi.


Biar Aku Bersamamu
Oleh: Muhammad Khalid bin Zainul

Pabila duri-duri uji
tersebar di atas neraka dunia,
biar aku bersamamu,
menjadi sepasang sayap harapan
yang membawamu
meredah awan di langit biru.

Pabila syaitan manusia
menggapai dirimu
untuk menarikmu ke jalan hina,
biar aku bersamamu,
menjadi pedang pencantas durjana,
menyelamatkan harga dirimu.

Pabila nʌfsu menggoda,
membuatmu serabut dengan alpa,
biar aku menjadi tali
yang menarikmu kembali
ke jalan ingat penuh rahmat
agar kau tahu jalan taubat.

Aku temanmu
yang ingin kau
melangkah bersama
masuk ke dalam
dakapan kasih-Nya.


ANDAI AJALKU TIBA
Oleh: ZARIR ALI

Andai ajalku tiba
dan aku masih seperti ini
aku inginkan keindahan diratapi
dari insan insan yang mengerti
yang cekal kekuatan hati
adalah diri pada tunggaknya
kerana aku tidak punya apa apa
selain kekuatan hati menempuhi
segala onak ranjau berduri
di kiri kanan dalam kehidupan.

Kutinggalkan nanti
seribu kenangan abadi
beraneka rasa baik dan bahagia
untuk kalian nikmati
seikhlas hati seindah budi
waima aku bukanlah insan terbaik
di sisi sesiapa
hanya bersinggah seketika cuma
pergi kembali buat selamanya

Andainya aku pergi terdahulu
simpanlah abadi kenangan terindah
simpanlah jadikan tatapan hidupmu
aku usah lagi difikirkan
tenanglah sepenuh pengharapan
pada doa yang pasti kau kirimkan
andai aku...dijemput ajal.


Puisi Dalam Kubur
Oleh: Muhammad Khalid bin Zainul

Dua malaikat menanti
Soaljawab penentu nasib
Amalan yang baik dan buruk
jadi peneman di dalam kubur.

Yang membantu jawab soalan
adalah amalan dalam keimanan,
bukan setakat suara berbicara
petah lidah mengukir katakata.

Di situ mula azab dan nikmat,
Mula kesal dan bahagia
Hanya orang yang diredhai selamat
Orang yang dimurkai sengsara

Dalam kubur itu,
segala kebanggaan duniawi terlucut.
Ia adalah salah satu taman syurga
atau ia adalah salah satu lubuk neraka.


DOSA YANG SIRNA
Karya : siamir marulafau

Laraku terpukau dengan langit-Mu
Sujudku menghantarkan kesucian hatiku
Ya, Ilahi,,,aku hamba-Mu
Terdampar dalam dosa-dosa tak tersadarkan

Wahyu-Mu kudendangkan selalu
Setiap malam berdoa pada-Mu
Menggapai surga-Mu
Mungkinkan aku berada di celah-celah keindahan itu?

Di 1/3 malam selalu tasbihku kuluncurkan pada-MU
Dengan asmama-Mu kusebut
Allahu Akbar melintas dalam sanubariku
Tak akan terpisahkan dengan roh ciptaan-Mu

Perkenankanlah doaku,,,,perkenankanlan doaku

Ya,Ilahi,,,,,ya Illahi
Aku sujud pada-Mu
Berinfaq selalu membela agama-Mu
Dunia akhirat tak berpaling karena ayat-ayat-Mu


Demikianlah puisi renungan hati Islami penyejuk jiwa, baca juga puisi - puisi Islami terbaik, atau puisi islami menyentuh hati yang lain di blog ini, semua puisi silami yang diupdate diatas dapat menghibur menentramkan hati dan menyejukkan jiwa para pembaca blog puisi dan kata bijak. terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar