Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu dan Ayah
Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu dan Ayah

Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu dan Ayah

Puisi rindu akan kasih sayang Ibu dan Ayah. Puisi tentang kedua orang tua kali ini adalah puisi ibu dan puisi ayah

yang mana pengorbanan beliau dalam kehidupan kita tak akan pernah dapat di ungkapkan jika hanya dengan kata-kata apalagi hanya dalam bentuk puisi.

Akan tetapi, paling tidak dengan menulis puisi ibu dan puisi ayah, kata kata tentang ayah dan kata kata ibu dapat sebagai penghargaan dari seorang anak kepada kedua orang tuanya.

Dan puisi rindu akan kasih sayang Ibu dan ayah merupakan puisi kerinduan pada ibu dan ayah yang telah berjuang demi anak-anaknya.

Jadi puisi ibu dan ayah yang dipublikasikan puisi dan kata bijak ini dapat dikatakan sebagai kata kata terima kasih untuk ibu dan ayah atau puisi terima kasih untuk ibu dan ayah.

Walau tak sebanding akan kasih sayang ibu dan ayah akan tetapi dengan segala yang dilakukan kepada kita paling tidak dengan puisi ibu dan puisi ayah bisa menyenangkan hatinya.

Dan lewat kata kata puisi juga kita masih dapat mengabdikan rasa terima kasih untuk ibu dan ayah.

Adapun masing masing judul puisi untuk ibu dan ayah dengan tema puisi rindu akan kasih sayang Ibu dan ayah yang diterbitkan puisibijak.com antara lain:

  1. Puisi Mama
  2. Puisi Ibu
  3. Puisi Ayah

Tiga judul puisi untuk ibu dan ayah yang menceritakan akan kerinduan dan kata kata puisi untuk ayah dan ibu.


Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu dan Ayah

Kasih sayang ibu dan ayah sungguh mulia mereka berjuang merawat dan membesarkan anak-anaknya, tanpa mengeluh demi anak-anaknya.

Banyak sekali hal yang mungkin kita sebagai anak tak mengetahui tentang pengorbanan ibu dan ayah, dalam kehidupan kita,

Dan mungkin hal yang seperti inilah yang selalu membuat kita rindu ibu dan ayah bila jauh darinya. dan berikut ini adalah puisi rindu akan kasih sayang ibu dan ayah, yuk kita simak saja dibawah ini.


PUISI MAMA
Oleh: bagus/steven james

Jatuh airmataku pecah diatas tanah malam yang sepi
Sedih, menjerit jiwa menahan rindu yang menyayat hati
Wajah yang tergambar disela langkah kaki
Wajah yang tak pernah putus untuk aku cintai

Mama...dalam semilir bayu aku mengecupmu
Dalam tabir purnama doaku mengerucut akanmu
Semoga kau sehat dan kuat seperti saat itu
Saat aku beranjak pergi mengejar masa depanku

Mama...aku merindukanmu kini
Tak mampu kusembunyikan sedihku salam tawa diri
Ingin aku menangis memecah sunyi
Hingga terurai rasa yang tertahan hati

Mama...aku rindu belaian tanganmu
Aku rindu tidur dalam pangkuanmu
Aku rindu makan dengan suapanmu
Aku rindu marahmu saatku nakal dulu

Mama...tak pernah mampu air samudra menuliskan rasa
Tak muat dunia untuk kasih yang kau punya
Sembilan bulan aku bersemayam dalam raga
Iklas dan tulus kau menderita

Mama...ingin kucium kakimu yang pecah menginjak dunia
Ingin ku dekap tanganmu yang kasar menggenggam asa
Ingin kudekap tubuhmu yang renta tergerus masa
Dan ingin kugendong dirimu seperti saat ku balita

Mama...doamu tak pernah putus oleh waktu
Siang dan malammu kau ukir untuk bahagiaku
Tak mampu aku membalas setitik saja kasihmu
Aku anakmu hanya berusaha berbakti padamu

Oh...tuhan.....
Dalam hening malam kudoakan
Semoga kau berkahi mamaku dalam kesehatan
Simpuh sujudku untuk pengharapan
Semoga mama sehat dan bahagian disebrang lautan...

Mama.....aku akan datang
Saat esok tiba datang siang
Tak perduli luas samudra membentang
Rinduku tak terbendung melihatmu riang......

Mama...aku rindu
Rindu kasih ibu


PUISI IBU
Karya : Bagus Satriyo Taper Lovererna

Ibu,....
Sembilan engkau mengandungku
Dalam kasih dan tulusmu aku tumbuh
Hingga tiba saat bagiku
Engkau pertaruhkan nyawa untuk hidupku

Ibu.....
Dari tangan kasih sayangmu aku besar
Sakit dan tangisku membuatmu gusar
Ada bahagia yang tersungging indah
Saat kau menatap kecilku tertawa

Ibu....
Kini dirimu berangsur tua
Kulit ragamu tak lagi seperti semula
Namun senyummu tetaplah sama
Indah mewarna menetramkan jiwa

Ibu....
kini aku telah dewʌsa
Waktu dan perhatianku kini tak lagi sama
Dunia telah menyita sebagian sapa
Namun aku tetap anak kecilmu yang manja

Ibu....
Tak banyak yang bisa kuberi untuk bahagiamu
Jasamu tak terbalaskan akan langkah hidupku
Hanya doa dan bakti yang aku beri
Sedikit untuk membalas jasa diri

Ibu....
Kadang dunia membuatku luka
Kadang dunia menyita bahagia
Kadang juga dunia membuatku putus asa
Namun karnamu aku harus merasa bisa

Ibu....
Aku merindukan pangkuan kasihmu
Aku merindukan doa yang mengantar lelapku
Aku rindu tangan lembut yang membelaiku
Dan aku merasa nyaman ada didekatmu

Ibu....
Kadang kataku menyakitimu
Kadang sikapku mengecewakanmu
Maafkan aku yang kadang menoreh luka hatimu
Aku tetaplah anak kecilmu yang dulu

Ibu....
Engkaulah sosok malaikat tak bersayap
Kasihmu leburkan keras dunia yang kudekap
Tak lekang kasih yang kau beri
Meski kini usia menggerus diri

Selamat malam ibu...
Semoga bahagia selalu mendekapmu
Semoga umur dan kesehatan tersemat ragamu
Hingga ku mampu membuatmu menangis haru
Dan melihatku meraih citaku

Ibu.....
Waktu memisahkan jarak akanmu
Namun hatiku selalu mendekap kasihmu
Serpihan doa kuurai dalam semilir bayu
Sebagai pengurai besarnya rasa rindu


PUISI AYAH
Oleh.Bagus Satriyo Taper Lovererna

Ayah
Aku merindukanmu
Engkaulah panutan langkahku
Engkaulah lentera dalam hidupku
Karnamu kini aku menjadi lelaki tangguh

Ayah
Lihatlah aku yang kini ada
Tak lagi kecil kini kudewʌsa
Sama sepertimu kini kumenjadi ayah
Atas anak-anakku tercinta

Ayah
Aku memandangmu tersenyum indah
Dibalik tirai cakrawala senja
Memandang diriku kini penuh bangga
Dalam duniamu disurga sana

Ayah
Dalam ragaku mengalir darahmu
Dalam jantungku berdetak jantungmu
Mungkin hanya ragamu yang telah berlalu
Jiwamu masih bersatu dalam jiwaku

Ayah
Kini aku mengerti akan arti tetes peluh
Yang terkuras untuk keluargamu
Tak lelah kau kuras tenaga
Demi orang tercinta bahagia

Ayah
Pesanmu akan selalu kuingat
Akan tanggung jawab yang tersemat
Harapanmupun masih tersirat
Mengharapku tumbuh menjadi lelaki hebat


Demikianlah puisi ibu dan ayah dengan tema puisi rindu akan kasih sayang Ibu dan Ayah. Simak/baca juga puisi ayah dan ibu yang lain di blog ini, semoga tiga puisi untuk kedua orang tuan diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa pada tema puisi ibu dan puisi ayah selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar