Kumpulan Puisi Desaku yang Damai Dan Permai
Kumpulan Puisi Desaku yang Damai Dan Permai

Kumpulan Puisi Desaku yang Damai Dan Permai

Kumpulan puisi desaku yang damai dan permai. Setelah macam macam puisi tentang alam menghiasi halaman Blog puisi dan kata bijak.

Maka untuk kesempatan ini, puisi alam yang dipublikasikan adalah puisi alam desa atau puisi tentang desa.

Puisi desa yang publikasikan ini tentunya membahas dan menceritakan seluk-beluk yang berkaitan dengan kegiatan dan kejadian atau pun yang pernah dialami di Desa, disajikan dalam bentuk kata kata indah untuk desa tercinta yang damai dan permai.

Apa yang terlintas dipikiran para pembaca ketika menyebut desa, bagi saya sendiri sebagai anak Desa yang kelahirannya di Desa yang terbesit dipikiran saya adalah suasana alam yang asri.

Karena Desa memang pada umumnya desa identik dengan suasana alam yang alami. walaupun sebagian di Indonesia desa menjadi kota karena pembangunan.

Akan tetapi jika menyebut kata kata desa, sudah pasti keasrian damainya alam desa dan hamparan sejuk panorama alam yang dibayangkan, seperti yang diulas dalam bait bait puisi Desaku yang diterbitkan blog puisi dan kata bijak.

Adapun masing masing judul puisi desa dengan tema puisi tentang desaku yang diterbitkan puisibijak.com antara lain:

Enam koleksi puisi desa dapat menjadi contoh puisi bagi pembaca yang ingin menulis puisi tentang desa atau menulis kata kata untuk desa yang tercinta.

Kumpulan Puisi Desaku

Puisi tentang desaku yang disajikan kepada pembaca pembaca blog puisi dan kata bijak ini adalah puisi-puisi yang dirangkai dengan berbagai kata kata puisi sehingga menjadi rangkaian kata kata yang indah untuk desa tercinta.

Bagai anda yang telah lama meninggalkan kampung halaman puisi-puisi desa ini bisa menjadi pengobat rindu kampung halaman, Bagaimana puisi dan maknanya puisi desa tersebut, selengkapnya disimak saja berikut ini.


Puisi Damai Desaku
Oleh: Dino To

Subur alamku hijau gunungku
Warisan ilahi berkah bagi pertiwi
Petani riang menanam padi
Tak ada keluh tanpa terbebani

Tanah subur petani makmur
Sejuk kampungku lestari desaku
Kicau merdu burung menari
Mensyukuri karunia illahi

Berangkat ke sawah pagi hari
Tanpa alas kaki bukit di lalui
Cangkul di pundak keranjang di sunggi
Isi pupuk dari kot0ran sapi

Berharap isi perut di penuhi
Tak pernah berharap yang tak pasti
Pulang bawa rumput untuk ternak sapi
Tabungan untuk kebutuhan nanti

Tak pernah bermimpi mengambil bintang yang tinggi
Hidup untuk dijalani selebihnya urusan ilahi
Sambil berdoa semoga bulir padi banyak berisi


PUISI DESAKU PADANG PASIRKU
Oleh: Ade Tyson

Sajak sajak mati
Menjadi pajangan media
Tepuk tangan sebut nama tuhan
Esok tidak sama dengan nyata di depan mata

Sajak sajak mati
Kini berubah jadi batu batu bisu
Riuh bocah menjadi sempit
Tangan tangan petani halus menyerupai artis

Dimana wanginya sawah
Dimana lembutnya hembusan sang bayu
Ketika ladang dan sawah menjadi batu
Hamburan uang di saku tuhan berdasi
Menjadi malaikat maut setiap hari.

Back to list puisi Desaku ↑

Pagi di Desaku
Ade Kawan Cicurug

Matahari masihlah bersinar.
Meski panas nya kian membakar.
Padi dan jagung masihlah berakar.
Walau lahan nya kini milik sang fakar.

Entah itu fakar apa.
Yang jelas dia seorang kaya.
Tak tahu lahan nya untuk apa.
Pastinya kita akan menjadi penontonya.

Pak, bu, lihatlah tanah kita.
Dulu ladang disulap menjadi vila.
Dahulu itu sawah milik kita.
Sekarang berubah menjadi pabrik dan kota.

Back to list puisi Desaku ↑


Nuansa Pagi Desaku
Oleh: Ma'rufal Azis

nyanyian ayam jantan
ceriwisnya ayam betina
menjadi irama

kicauan burung gereja
gemuruh si katak
bising radio tetangga
membuat orkesta
hembusan angin pun memperindah nada

langit yang cerah
surya yang bercahaya
ramai canda warga desa
pemperindah nuansa

pohon-pohon menari
rumput-rumput bergoyang
aku pun senang
larut dengan orkesta yang riang


Menyunting Pagi
Oleh: Achmad Jupri

Indahmu
Desir sejuk mengembun rasa
Membasahi ranting kering geliatkan cinta

Daun menari
Putik mngembang
Di antara tetes embun menyapa

Mentari pagi menyapa
Di antara putik mekar
Indah mnyemai rasa mewangi
Harum bungah

Pagi ini
Indah tersirat
Bersama kalamMu
Tanpa sekat
Melihat keindahan
Panorama desaku

Back to list puisi Desaku ↑


Puisi Pesona Alam Desaku
Oleh: Siti Mariyam

Aku rindu dengan alamnya
Keakraban bersama
Dikala pijakkanku di pematang sawah

Bumi desaku kini terbengkalai oleh waktu dan alam
Dulu hamparan padi terlihat
Kini seonggok sampah dibendungan
Menghambat air menjadi bah banjir

Aku rindu alam desa yang hijau
Burung gereja mengganggu padi menguning
Hentakkan orang-orangan sawah pengusir burung gereja hendak memakan padi yang menguning

Panen raya menjelang
Berkumpul ditengah pematang sawah panen raya dilakukan
Aku rindu akan kenanganku dikala makan dipinggir pematang sawah
Oh indahnya, kapan lagi bisa merasakannya kembali


Demikianlah kumpulan puisi desaku yang indah dan permai. Simak/baca juga puisi alam tentang desa yang lain di blog ini, semoga puisi desa diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa pada tema puisi indah dan menarik selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar