Kumpulan Puisi Alamku Terbaru | Puisi Alam yang Indah
Kumpulan Puisi Alamku Terbaru | Puisi Alam yang Indah

Kumpulan Puisi Alamku Terbaru | Puisi Alam yang Indah

Kumpulan puisi alamku. Puisi tentang keindahan Alam umumnya memceritakan tentang Alam yang indah, dan berbagai keunikan tentang alam, khususnya Alam Indonesia.

Sebagaimana alam artinya segala sesuatu yang menjadi isi dari bumi, Dan memiliki kategori-kategori tertentu, semisal alam pengunungan, alam pedesaaan alam liar, alam pantai dan lain sebagainya yang ada di Dunia ini.

Dan Puisi alam atau puisi lingkungan yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak di kesempatan ini adalah kumpulan puisi Alamku terbaru.

Keindahan Alam memang selalu memberikan pesona bagi pandangan, apalagi alam Pedesaaan yang kebanyakan masih alami dan keindahannya tetap terjaga, Membuat para penulis puisi alam gatal tangannya mendeskripsikan panoroma alam desa, jika mereka yang melihatnya.

Karena umumnya para penyar jika melihat yang damai pikirannya akan terguguh menggambarkan apa yang dilihatnya dalam bentuk kata kata puisi.

Seperti puisi alamku atau puisi alam yang menceritakan tentang berbagai hal tentang alam Indonesia yang dipublikasikan puisi dan kata bijak.

Dan Berikut ini adalah daftar judul puisi alam dengan tema puisi Alamku yang diterbitkan puisibijak.com diantaranya:

  1. Puisi telaga sarangan
  2. Puisi di mana kucari siang
  3. Puisi janji di punggung Bukit
  4. Puisi tegap berdiri
  5. Puisi Alamku punah

Lima judul puisi tentang alam yang tentaunya meceritakan alam dan lingkungan yang dapat dijadikan referensi atau contoh puisi tentang keindahan alam apa bila pembaca menyukai menulis puisi Alam.


Kumpulan Puisi Alamku Terbaru | Puisi ALam yang Indah

Puisi Alam merupakan rangkaian kata kata keindahan Alam yang berisi bait-bait alam dan kata terindah yang menggambarkan apresiasi seorang pada keindahan ciptaan Tuhan yaitu bumi dan alam beserta segala isinya.

Bagaimana cerita alam dan kata kata tentang alamku dalam bait bait puisi yang dipublikasikan ini, Untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja berikut ini.


Tegap Berdiri
Oleh: Rusma Wati 

Tulang belulang menancap unik
Di sela rumput nan cantik
Kokoh bersemedi
Di hamparan permadani

Bersimpai jutaan jambrut
Semilir hembusan syurgawi
Gemerincing lembut bertayut
Selalu menyapa tanpa sepi


PUISI TELAGA SARANGAN
Karya: Satria Panji Elfalah

Senja meniti netra
Simpul syaraf seketika memanggil
Untuk menepi sejenak
Menikmati lembayung di cakrawala

Telaga Sarangan
Noktahku menghalau dingin
Menumpas masa bersama angin
Bersama langit di ufuk barat

Lara luruh
Peluh sirna
Terbius kumparan langit
Jingga keemasan membungkam hitam

Malang sudah jauh di timur
Kutulis segelintir perjalanan di atas riak telaga
Untuk kemudian kuabadikan bersama dinginnya Lawu
Dalam titian rembulan menuju Surakarta

Bak buku tanpa akhir
Tanpa lelah akan tetap kuukir
Tiap rotasi ban kuda besiku, kutulis
Tiap debu di antara jemari kaki, kulukis

Telaga Sarangan kala senja
Melipur lara hitam aspal jalanan
Kini, Surakarta menyambutku
Untuk mengisi kembali buku tanpa akhir

Surakarta, 1 Januari 2018.


Di Mana Ku Cari Siang
Oleh: Azhara Al-Waraqah

Desa ini
panas dan hujan, cuma
titik biang duka pada awan
tiada perirana bening pagi
yang mendamaikan jiwa

tanah-tanah terdiam bungkam
kerontang dalam waktu
tiada keringat yang perlu diseka
kerana jerih perih itu menyesakkan
tiada jari jemari mahu pun tulang sekerat mengiler tuah tanah pusaka;

desa termangu dalam gulita
labun-labun jiwa yang larut
dalam asyik kota lantera, tentang
kemaruk pada pelangi malam,

menoda di tanah bijana ini dengan ingkar
melumang seorang tua dengan beban terlangut di muka pintu mendengar bulbul bersyair tentang malam sementelah dikunjungi mati

Azhara AW
Kuala Lumpur 2018


JANJI DI PUNGGUNG BUKIT
Oleh: Dino To

Pagi menjelang siang yang sepi
Saat embun sirna di telan mentari
Di punggung bukit itu ku menanti
Demi tunaikan sebuah janji

Untuk kekasih pujaan hati
Sebelum mentari bertambah tinggi
Tampak langkah penuh senyum sepenuh hati
Menggandeng tangan dan mengajak pergi

Bukit illalang ini menjadi saksi
Dua insan memadu janji
Menuju ikatan suci

Semoga tak ada aral menanti
Semoga tuhan memberkati
Menuliskan takdir cinta ini

Depok, 030318 10:08

ALAMKU PUNAH
Oleh: Sukma Taufik

Ngeri memandang
Karya tuhan di perdagangkan
Punah musnah tenggelam
Roda pembangunan

Hutan, ladang, Sawah
Tergerus di berangus
Tangan tangan setan
Demi segenggam berlian

Alam tak lagi bersahaja
Resah geliat pesonanya
Perlahan kan menikam
Kejantung jantung kota

Tumbang pohon berserakan
Petaka bertandang
Retak tanah bergoyang
Air mengalir di permukaan

Salahkah alam??
Jika mencari pelampiasan
Datang berdemonstrasi
Mengganggu ketenangan

Mari renung dan fikirkan
Tahun tahun ke depan
Masih adakah keindahan
Terhampar di belantara kehidupan

Bekasi. 02.03.18


Demikianlah kumpulan puisi alamku terbaru. Simak/baca juga puisi alam yang lain di blog ini, semoga puisi tentang alam di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa pada tema puisi keindahan alam selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar