Puisi Kolaborasi Penantian Tak Berujung
Puisi Kolaborasi Penantian Tak Berujung

Puisi Kolaborasi Penantian Tak Berujung

Puisi kolaborasi penantian tak berujung. Menulis puisi bagi mereka yang menyukai dunia rangkai merangkai kata-kata merupakan keasyikan dan kenikmatan yang luar biasa.

Karena ketika menulis puisi, sajak atau pun syair segala imajinasi rasa dan perasaan yang dirasakan di tumpahkan dengan rangkaian kata kata indah dalam bentuk kata kata puisi.

Sehingga menjadi kata-kata menarik yang mengandung makna, dan kenikmatan itu akan terasa nikmat apa bila hasil pemikiran serta inspirasi yang didapatkan dan dituang dalam bentuk kata kata puisi dibaca serta dinikmati alur kata-katanya oleh orang lain.

Sebagaimana diketahui puisi adalah untaian kata-kata atau karangan yang terikat aturan seperti rima, ritma serta jumlah baris yang ditandai dengan bahasa indah dan kata-kata padat sarat makna yang dalam bait baitnya mengandung pesan dari penulisnya.

Puisi ada berbagai macam akan tetapi puisi yang dipublikasikan puisi dan kata bijak di kesempatan ini adalah puisi kolaborasi dengan tema penantian yang tak berujung.

Jadi apa itu puisi kolaborasi, puisi kolaborasi adalah puisi duet atau yang lebih umum berbalas-balasan puisi yang biasanya orang pertama satu bait dan lalu orang kedua menjawab pada bait yang kedua dan seterusnya.

Namun tarkadang juga puisi kolaborasi dilakukan dengan judul perjudul maksudnya, orang pertama satu judul dan yang orang kedua pada judul berikutnya.

Seperti pada puisi-puisi kolaborasi yang dibagikan blog puisi dan kata bija untuk kali ini.

Berikut ini adalah daftar judul puisi kolabirasi dengan tema puisi penantian tak berujung, diterbitkan puisibijak.com antara lain.

  1. Puisi ratapan
  2. Puisi bayang-bayang
  3. Puisi bimbang
  4. Puisi berhentilah sejenak
  5. Puisi percayalah takdir
  6. Puisi berserah pengharapan

Enam judul puisi kolaborasi dengan tema penantian yang tak berurung, ditulis oleh Ayun dan MS Sang Muham.

Puisi-puisi kolaborasi ini dapat juga dijadikan contoh puisi berantai atau pun contoh puisi duet.


# Kolaborasi Puisi Penantian Tak Berujung

Kata-kata puisi dalam puisi kolabirasi ini sederhana akan tetapi mengandung makna dan arti yang mendalam, dapat dilihat dari kata kata menarik yang dirangkai dengan kata indah puisi,

Bagaimana cerita dan makna, di balik rangakian bait bait puisi kolaborasi tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisinya berikut ini.


PUISI PENANTIAN TAK BERUJUNG

Ada bebera judul puisi dengan tema puisi penantian tak berujung, kesemua puisi-puisi ini adalah Karya bersama Ayun dan MS Sang Muham, diawali dari puisi berjudul ratapan


RATAPAN

Terasa pilu alunan senja ini
membawa jauh sisa puing-puing penantian
padang gersang mulai terasa dingin
menjadikan asa terkurung dalam beku

Senja pun tak lagi jingga
menjebakku pada cinta tak bertuan
memancing gugurnya bola-bola salju
menyusup perih ke relung jiwa

Ingin kupapas badai kencang,
mengusir awan pekat tanpa jera

ingin aku memanggil hujan deras
biar basah semuanya
biar sejuk jiwa ini
biar padam api yang tengah memakan ranting-ranting cinta tak berujung

Baca juga: Puisi penantian panjang


BAYANG BAYANG

Simfoni hitam terus terngiang
membuka tirai kenangan dalam luka
membawa mega menjelajah pada masa lalu
membingkai rapi segala rasa terpendam

Isakan pantai terngiang lebih kacau
terkikis semakin landai, curam
segalanya menyatu lirih
menabur rasa tak karuan dalam diri ini
hiruk pikuk pepohonan rindang
menambah aroma irisan luka

Bagi tajuk dalam sembilu
siapa yang menangis?


PUISI BIMBANG

Deburan ombak terus bercengkrama
mencari arah tangis penuh sesal
pasir putih porak poranda
terlihat resah
begitu gelisah

Batu karang menyapa lembut
perlahan namun pasti
menenangkan desiran darah yang memanas
ku tatap seberapa kokoh usaha ilalang mengobati luka ini

Aku benar-benar bimbang
berkaca pada kejenuhan air laut
kegalauan benar-benar telah melanda jalan ku
berpacu dalam masa
terjerat penantian sia-sia

Baca Juga: Puisi luka dari sebuah penantian

BERHENTILAH SEJENAK

Berhentilah sejenak mengejar kesiasiaan,
mengheningkan cipta menyatu dengan sukma
memanggil pulang jiwa yang kering kerontang
memberinya tempat seturut dengan kelaziman
lalu bertanya ; aku hendak apa

Bukankah awan berarak seiring menuju batas pandang netra
bukankah air mengalir melalui alurnya
bukankah alam kembali ke alam

Lalu jika tak semestinya haruskah durhaka
atau merambati nyali dengan jelaga
atau bahkan membakar segala yang ada
percuma ya percuma


PERCAYALAH TAKDIR

Percayalah takdir
mengukir jiwa dalam balutan raga
terlahir dari ruh bersenyawa raga
sebelum titik dibentuk telah ada
kesana ya kesana kita bertanya
mengakhiri gelisah pun nestapa

Berhentilah di halte terdekat
menyiapkan jiwa bersatu dengan sukma
membiarkan segalanya seturut karma
itulah Manunggaling Kawula Gusti
semoga damai melingkupi jalan diri

Baca juga: Puisi rasa sebuah penantian

BERSERAH BERPENGHARAPAN

Barangkali semesta kali ini belum berpihak
hingga jiwa terkurung nestapa
meronta tak hendak siaga

Meski sabar tak pernah ada batasnya
tapi kata itu haruslah seharum mantera
puja puji bagi semesta

#Belantaraibukota, Senin, Jan 15-2018=17:57 wib


Demikianlah puisi kolaborasi penantian tak berujung. Simak/baca juga puisi-puisi yang lain di blog ini, semoga puisi kolaborasi diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa pada tema puisi menarik selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar