Puisi Melukis Jejak Malam | Kumpulan Puisi Malam
Puisi Melukis Jejak Malam | Kumpulan Puisi Malam

Puisi Melukis Jejak Malam | Kumpulan Puisi Malam

Puisi melukis jejak malam. Malam merupakan dua waktu yang biasa kita lalui serta nikmati, terkadang membawa kebahagian membuat malam yang indah kita rasakan.

Namun terkadang juga malam yang sunyi yang dilalui hanya membuat sepi hati menikmati masa sendiri. merenungi waktu dengan kesendirian.

Sebagaimana diketahui malam adalah waktu setelah tenggelamnya matahari, dan masa ini terkadang menyajikan cerita sendiri bagi siapa saja yang melawati,

Ada yang melewati bersama dengan orang orang terkasihnya, ada yang melewati dengan aktivitas untuk berdoa, beristrahat dan lain sebagainya,

Karna malam adalah waktu yang paling indah maka orang melewatinya dengan berbagai caranya sendiri.

Melukis jejak malam, kata ini hanya sebuah kata kiasan tentang puisi malam yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak kali ini yang tiap bait bait mengandung kosakata malam.

Sebagaimana diketahui pengertian kata kiasan jika berdasarkan kamus bahasa indonesia, kiasan adalah perumpamaan atau pertimbangan tentang suatu hal dengan perbandingan atau persamaan dengan hal yang lain.

Dan berikut ini adalah daftar judul kumpulan puisi malam dengan tema puisi melukis jejak malam yang diterbitkan puisibijak.com antara lain:

  1. Puisi perempuan sunyi
  2. Puisi jangan sebut luka
  3. Puisi melukis jejak
  4. Puisi ada kita
  5. Puisi tanda tanya
  6. Puisi menyimpan bayangmu
  7. Puisi hening
  8. Puisi selimut malam
  9. Puisi di malam saat tak punya rindu

Sembilan judul puisi tentang malam yang dirangkai dengan bait bait puisi dan kata kata malam sehingga menyajikan cerita puisi melukis malam.


Puisi Melukis Jejak Malam | Kumpulan Puisi Malam

Melukis jejak malam merupakan tema puisi dari sembilan puisi tentang malam yang dipublikasikan puisi dan kata bijak dikesempatan kali ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
Bagaimana cerita malam dan kata kata puisi malam di balik rangkaian bait bait kesembilan puisi melukis jejak malam tersebut,

Untuk lebih jelas puisi tentang malam selengkapnya silahkan disimak saja puisinya berikut ini.


Puisi Perempuan Sunyi

Vie, perempuan sunyi yang disunting malam
Melerai semua puing kenang dari sajak kemarau
Memindai asa dari dada langit yang lapang

Bercerita pada perdu dedaun rimbun
Menumpah segala lara
Memangut sepi pada garis-garis tepi

Bermimpi memetik bintang sebagai pijar atas gulita
Belum usai kisahnya dalam penantian panjang.

Nai
Jkt,060617


Puisi Jangan Sebut Luka

Pada derik malam yang temaram
Tak jua dapat ku terlelap
Sepintas bias rupamu bertandang mengusap mimpi semalam

Geleyar terasa di dada
Debar yang pernah jatuh penuh dalam palung jiwa
Senyata rindu yang bimbang, seperti dirajam ribuan kerikil tajam namun tetap berusaha berdiri
Ku mohon jangan sebut itu luka
Atas goresan yang kau buat untukku

Tuan, kau masih kukenang dalam buaian malam yang remang
Mungkin tak adil untukmu
Percayalah Dia (Allah) tau yang terbaik untuk kita

Semoga semua akan berbuah manis pada akhirnya
Biarlah hujan menjadi saksi atas kisah lembayung jingga.
#Nai
Jkt,060717


Puisi Melukis Jejak

Sepanjang perputaran malam tak jua lekang
Sulit pagipun beranjak
Setiap langkah meninggalkan jejak
Tiap kenang melukis cerita
Usah risaukan aral melintang

Lihatlah ke depan!
Di sana kan kau temukan jawaban
Perjalanan masih panjang
Masa menuntun jiwa menatar diri

Kita ibarat pemain dalam medan laga
Biar skenario-Nya mengatur segala
Semogakan yang terbaik tuk menjadi nyata
Nikmat Tuhan manakah yang kau pungkiri?

#Nai
Jkt, 120617


Puisi Ada Kita

Sebentuk kata tak mampu terucap
Saat degub dada kian memuncak
Gemuruh rasa tersimpul dalam rona bulan purnama yang jatuh di retinaku
Bersama nikmati pesona malam pada pendarnya

Hadirmu cairkan suasana yang beku
Vay, adamu; adaku; ada kita
Merajut kisah dalam selendang rindu yang biru
Semoga semua selalu terjaga.

#Nai
Jkt,130717


Puisi Tanda Tanya

Tuan, aku hanya kumpulan debu yang tersisih dari tanah lapang yang gersang.
Apa yang kau harap dariku?
Bahwasannya angin membawa gigil yang ingin; ucapmu di seraya tajam arah retina.
Aku kehausan; ya aku haus akan bulir embun yang mampu meneteskan kesejukan dalam dada.

Cukup tuk memberimu paham, sebab pikirku menerawang penuh dengan tanda tanya.
Tak ingin ini hanya sesaat, seperti bintang meninggalkan malam ketika pagi menghampiri.
Tengah banyak hujan deras di tengah terik mentari.
Jangan biarkan tirta ini membeku lagi.

#Nai
Jkt, 140717


Puisi Menyimpan Bayangmu

Menatap bayangmu dalam sunyi memangut sepi, sesekali mencʋmbui malam yang hanya diam termangu memunguti potongan-potongan kenang.

Aku yang merinduimu; tak mungkir atas debar yang masih mengalir di sini ( hati )

Biar ku simpan bayangmu sebagai pelipur gundah dari sebilah asa yang tersisa, dan tirakatku dalam dedoa untuk satu nama, kamu!

semoga

#Nai
Jkt, 050817


Puisi Hening

Sebias bayang hadir bertandang mengalamatkan rindu.
Biar ku ceritakan pada malam yang kian larut, melarung penat pun tak surut-surut.
Sudah ku tuturkan padamu bahwasanya aku kuat, meski terlihat rapuh.

Rinai hujan jadi saksi saat kita beriring saling berteduh.
Kau, satu nama yang masih tersimpan pendar purna.
Meraba tangis dan tawaku dalam tembang asmaradana.
Hening ini indah, kala doa menjadi penawar luka

#Nai
Jkt, 120717


PUISI SELIMUT MALAM
Sord

Duhai selimut malam...
Dingin malam ini menusuk sumsum tulang.
Hujan memutih dari pagi.
Tak berhenti hingga larut malam.
Genangan air meluberi parit kali dan jalan-jalan.

Dingin malam ini membekukan sendi-sendi.
Gigilku menghentikan aliran darah, membatu.
Dari ulu jantung ke ujung jemari
Tangan dan kaki susah di gerakkan.

Ingin ku ungkap rasa saat ini.
Kan kudekap erat tubuhmu dalam pelukku.
Dan kuikatkan jiwamu kesetiap sendi tulangku.
Agar kebekuan ini mencair
bersama panas desah nafasmu.

Pku, July 24'2017.


Puisi Di Malam Saat Tak Punya Rindu
Bhanu Arsyadisyo

Bukan sepi bukan pula sunyi.
Kelak akan terbiasa dengan kesendirian..
Walau benci masih ada.
Tapi biarlah..waktu lebih tau jawabannya..

Sunyi itu tidak seberapa sedih..
Sepi itu tidak akan menjatuh kan air mata karena perih.
Lebih sedih lagi jika kau sayang tapi dia tak mencintai.
Lebih perih lagi jika kau cinta tapi dia tak pernah merindui.
Mungkin hanya pelampaiasan rasa kecewanya.


Demikianlah puisi melukis jejak malam. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi malam diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar