Puisi Lelah Disiksa Rindu ( LDR) | Kumpulan Puisi Rindu
Puisi Lelah Disiksa Rindu ( LDR) | Kumpulan Puisi Rindu

Puisi Lelah Disiksa Rindu ( LDR) | Kumpulan Puisi Rindu

Puisi lelah disiksa rindu ( ldr ). Berbicara tentang rindu maka yang terlintas adalah masalah cinta sebab sumber dari rindu karena adanya cinta.

Sebagaimana pengertian cinta adalah emosi dari kasih sayang yang kuat karena adanya hal hal yang menarik hati untuk menyukai, sehingga perasaan menginginkan dan berharap pada hal yang disukai atau yang dicintai tersebut.

Dan ketika perasaan cinta merasuk kedalam sanubari maka perasan rindu pun akan muncul, sebab bibit kasih sayang telah tumbuh seiring mekarnya bunga bunga cinta yang semakin memikat dan menawan rasa.

Perasaan rindu pun selalu datang, membayang dalam angan angan, yang ingin segera bertemu, untuk sekedar melihat atau bertemu hal yang dirindukan.

Sebab sesungguhnya rindu adalah keinginan yang sangat kuat untuk bertemu atau melihat hal-hal yang diinginkan.

Lalu bagaimana jika hal yang dirindukan atau seseorang yang di rindu terpisah jarak dengan kita, hal semacam ini sungguhlah hal yang sangat menyiksa perasaan.

Sebab keinginan untuk bertemu, membutuhkan waktu, membuat perasaan semakin tersiksa. lalu bagaimana cara mengatasi, agar perasaan negatif yang terkadang hadir dapat menjadi perasaan yang positif.

Cara mengatasinya rindu jarak jauh adalah sama sama berkomitmen dan selalu jujur, pada diri sendiri, agar keraguragauan yang terkadang hadir dapat menjadi keyakinan yang meneguhkan hubungan tersebut.

Berkaitan dengan kata kata tentang rindu dan cinta, puisi yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak kali ini adalah puisi rindu.

Puisi puisi ini menceritakan tentang rindu dan kerinduan karena hubungan jarak jauh salah satunya adalah puisi lelah disiksa rindu

Dan berikut ini adalah daftar judul kumpulan puisi rindu yang diterbitkan puisibijak.com antara lain:

  1. Sajak yang rumpang
  2. Sajak rindu dari grobokan sewu
  3. Puisi lelah disiksa rindu ( ldr )
  4. Puisi beku merindu
  5. Puisi tertawan
  6. Puisi rindu yang tak berjejak

Enam puisi cinta bertema puisi tentang rindu yang didalamnya berkisah tentang kata kata ldr Kangen dan lain lain.


Kumpulan Puisi Tentang Rindu | Puisi Lelah Disiksa Rindu (ldr)

Bagaimana kata kata ldr kangen atau kata rindu dan makna puisi rindu di balik rangkaian bait bait puisi tentang rindu yang dipublikasikan puisi dan kata bijak.

Untuk lebih jelasnya tentang kata kata rindu dan kerinduan karena terpisah jarak disimak saja puisi kumpulan puisi cinta tentang rindu berikut ini.


Sajak yang Rumpang
Oleh: Ulianisa Apriliani

Aku terlalu asyik sendiri
Hingga lupa cara berhandai dengan ramai
Jauh dari hingar huru hara
Bertutur kata gagu
Menyanyikan kidung bisu

Beku merindu dalam elegi
Didalam jelangnya manis persuaan
Terang yang coba kujelang tak kunjung datang
Yang ada hanya gulita tak berpelita menghiasi petang
Hingga alkisah tentang pendar baskara yang amat juwita

Bagiku hanya legenda kelabu yang kian mengabu
Aku adalah lakon ambigu dalam balada yang kuperankan
Skenarioku selalu compang camping

Alurku taksa
Baitku selalu rumpang merindukan sajak-sajak yang pergi
Kembali paripurna


Sajak Rindu dari Grobogan Sewu
Oleh: Ulianisa Apriliani

Sapaan tirta
Intim meluruh
Dari pesisir pelang
Putih kekuningan
Merempuh lekukan karst
Nan elok tersuruk
Hanyut meliuk-liuk

Gemericik
Kalbu rindu menggebu
Mengerosi kokoh
Tubir jiwa
Bias wajah
Kian menggelebah
Mencipta estuari
Binʌl birʌhi

Tajuk pohon
Anomali cahaya
Pancaran fatamorgana
Gemerisik dedaun
Sapaan bayu
Mencʋmbui palung jiwa

Jeram
Yang berderaian
Berambai-ambai
Memalar sungai
Berlinang kepesisir pantai
Alangkah elok juwitanya
Jenjam nan Syahdu


Puisi Lelah Disiksa Rindu (LDR)
Oleh: Ulianisa Apriliani

Hari ini dan untuk kesekian kalinya
Kita dilatih untuk menelaah arti jangka dan masa
Dimana aku dan kamu

Terlalu absurd untuk berpaut
Kian lengkara untuk bersua
Terperai oleh dinginnya musim diperbatasan waktu

Aku begitu mahfum
Ladang hatiku kian gersang
Palung jiwaku menghangus tandus

Namun cintaku tak pernah erosi
Dihisap benih-benih asmara yang kau semai
Gelebah itu tumbuh sedemikian suburnya
Hingga akarnya mencengkeram dan menghunus relungku

Sungguh aku tak mampu membendung
Letupan gejolak yang kian menggunung
Kasih, jiwaku haus jamahmu

Berapa lama lagi aku harus dahaga
Hangatnya kecupan mesramu
Sungguh kini aku Lelah Disiksa Rindu

Aku lelah bercʋmbu dengan renggang dan ruang
Sejauh kesetiaanku menantimu
Kasih aku ingin wujudmu
Seutuhnya


Puisi Beku Merindu
Oleh: Ulianisa Apriliani

Menantimu..merindumu..
Berarti menjuntai cerita
Lewat ririt aksara
Tak perduli diksi sumbang

Dan juga bait yang cacat rumpang
Alkisah itu tetap didongengkan
Dengan Aku dan Kamu
Sebagai pemeran utama

Menantimu.. merindumu..
Adalah kelejaran terindah
Meski jiwa payah
Raga timpang terpapah
Hasta lelah menengadah

Bibir sesumbar serapah
Karena termakan takdir jengah
Namun hasrat takkan pernah goyah
Memayang afeksi pincang yang terpanah

Menantimu.. merindumu
Walaupun seringkali
Meretas derasnya air mata
Mencipta keletihan hati
Mengubah Gelebah menjadi lelah
Sukma mati digerayang malang

Ribuan fantasi yang melayu
Hanyut tersapu hembusan bayu
Menunggu ikrar semu
Suratan bisu
Atma yang kian membeku


Puisi Tertawan Rindu
Oleh: Ulianisa Apriliani

Untuk saat ini aku hanya mampu
Mengulum rindu
Menahan sesak di dada
Menulis namamu di embun pagi

Yang membasahi dinding kaca
Menikmati bayang-bayangmu
Yang masih berselimut kabut
Menghitung jangka
Dalam setiap rintik hujan

Bertutur pada kirana
Berharap hangatnya
Dapat memapah Jiwa
Dalam rentang penantian
Yang menjeda

Aku bisa apa
Selain berlapang dada
Aku ingin melukis rindu
Hanya saja kuasku patah
Kanvasku merona

Jemariku menggigil rapuh
Hempas menahan getaran

Nalar ku hilang
Kau telah memasung hatiku
Hingga relungku menjadi lebam
Menawan angan hingga lejar
Pada ketidak pastian


Puisi Rindu yang Tak Berjejak
Oleh: Ulianisa Apriliani

Sosok itu yang selalu terbayang dan terngiang
Di pelupuk mata, daun telinga
Hingga seluruh jiwa
Hatiku lumpuh ketika kau hujamkan ribuan panah
Hingga aku tak punya pilihan lain selain jatuh dan mencinta

Hak apa yang kau punya
Jika setiap hari kau terus memaksaku membayangkanmu
Meracuni fikiranku

Bahkan aku terbata-bata dalam meniti aksara
Mengukir goresan tinta
Berkali-kali kata ku eja namun yang tersisa hanya satu nama

Aku ingin mengasingkan diri
Ditempat sepi tanpa cermin
Hingga tak nampak sosokmu
Tapi bayangmu membias fatamorgana

Dimanapun
Rasaku selalu terjamah olehmu
Hadirmu seringkali tak berjejak
Namun meninggalkan kisah rindu yang kian menapak


Demikianlah puisi lelah disiksa rindu ( ldr ). Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi tentang rindu diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar