Skip to main content

Kumpulan Puisi Cerita Tentang Daun

Kumpulan Puisi Cerita Tentang Daun

Puisi dan kata bijak, puisi daun. pengertian daun adalah salah satu orgʌn tumbuhan yang tumbuh dari ranting, biasanya berwarna hijau berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari untuk fot0sintesis.

Daun basanya berwana hijau dan berubah menjadi kekuning- kuningan bilang sudah tua tentang kata kata daun ini sebagai kata kata kiasan dalam puisi tentang daun yang diterbitkan kali ini,

Daun tumbuhan banyak sekali manfaat pada kehidupan manusia, Khasiat daun biasnya berguna untuk penyembʋhan, dan banyak lagi kegunaannya, bahkan untuk di konsumsi, seperti daun seledri dan masih banya lagi,

Berkaitan dengan kata kata daun, di bawah ini, dua puisi bertema daun salah satu bait tentang puisi daun. "cahya mentari dan udara membantu sang induk mendapat asupan nutrisi, Kini ia dapat menjadi tempat semut dan hewan lainnya untuk berpijak angin membuatnya khawatir akan gugur ke pangkuan."


Kumpulan Puisi Cerita Tentang Daun

Bagaimana kata kata daun daun bait puisi tentang daun yang dipublikasikan puisi dan kata bijak, selengkapnya silahkan disimak saja berikut puisi-puisinya ini.


PUISI DAUN RANUM
Bunda Ashofi

Daun ranum pernah terjatuh
Di pangkuan kugenggam
Dengan jemari kiriku
Tak kusadari terasa nyeri

Rupanya kau berduri
Menusukku
Menyakitiku
Kubuang tanpa rasa iba


PUISI DAUN
Karya: Satria Panji Elfalah

Pucuk daun menampakkan pesonanya dengan kerlingan tiap lekuk tubuhnya ..
Menggapai-gapai oksigen dan cahya mentari dengan susah payah ..
Geraknya yang rapuh, tubuhnya yang ringkih menjadi kelemahannya ..
Angin yang menerpa kadang menggoyahkan pijakkannya yang searah ..

Hijau cerah mungil tertiup angin yang menerpa ..
Tak jarang tersenggol capung yang tengah berlayar disekitar ..
Siul burung hingga nyanyian jangkrik selalu setia menemani kala rusuk dan tulangnya mulai dᥱwasa .
Tak pernah absen barang sepicing pun berkelakar ..

Sang pucuk kini menjadi daun sejati ..
Menangkap cahya mentari dan udara tuk membantu sang induk mendapat asupan nutrisi ..
Kini ia dapat menjadi tempat semut dan hewan lainnya untuk berpijak di atasnya tanpa pamrih ..
Meskipun terkadang cuaca tak seindah yang dia harapkan, lirih ..

Kala kekuningan merebak semburan mewarnainya ..
Pijakannya kian lemah nan goyah bagai seujung benang di atas pintalan ..
Ringkih bak sedia kala, rapuh bak abu sifatnya ..
Sering kali angin membuatnya khawatir akan gugur ke pangkuan ..

Kini, tak muda usianya ..
Senja meratapi tiap mili bagiannya ..
Perlahan namun pasti, pijakkannya terlepas dari tempatnya ..
Gugurlah daun ke pangkuan ibu pertiwi di atas tanah induknya ..


Demikianlah puisi daun. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik...

Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.