Skip to main content

Puisi Aku Adalah Saya

Puisi Aku Adalah Saya
Puisi aku adalah saya. Makna puisi aku, artinya menceritakan tentang diri sendiri, dapat dikatakan puisi galau, karena  ketika tercipta puisi ini dalam keadaan sendiri, salah satu baitnya, tidak kopiku belumlah habis, sementara lembab udara malam mengiris, aku tak sanggup: kubakar cᥱrʋtu agar bertabun, kulupakan kisah tak berjejak, kuhabiskan kopiku. salah satu penggalan bait dari kedua puisi di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi aku adalah saya
  2. Puisi berteman asap
Bagaimana cerita dan makna di balik rangkaian bai bait kedua puisi tersebut untuk lebih jelasnya silahakan disimak saja puisi atau syair berikut ini.

PUISI AKU ADALAH SAYA
Oleh: Anderline

Dan aku adalah saya
Kusam dekil tanpa cahaya
Segenap raga berdaya upaya
Menjadi diri sendiri bukan bergaya

Berjiwa bebas berpedoman etika
Denyut nadi berhias warna romantika
Sungguh aku menggemari estetika
Namun salah hati pada bab erotika

Aku adalah saya bukan mereka-mereka
Meskipun ikhwal datang beraneka
Pendirianku tak sanggup membeka
Sebab dengan wiweka diri takkan terleka

Balikpapan 220516 13:10


PUISI BERTEMAN ASAP
Oleh: Anderline

Dan kini tiada sanggup kukiaskan
hanya asap tᥱmbȁkauku mengepul ke angkasa
lalu perlahan hilang ditelan gelapnya malam
:yang entah kemana perginya

Haruskah aku ikuti atau mencari arahnya
seperti aku mencari bayang kekasih
lalu kukabarkan pada hening menghias
: kekasihku hilang tak berjejak

Oh.. tidak kopiku belumlah habis
sementara lembab udara malam mengiris
aku tak sanggup: kubakar cᥱrʋtu agar bertabun
kulupakan kisah tak berjejak, kuhabiskan kopiku

Usailah sudah cerita malam ini
:terbakar di ujung cᥱrʋtuku lalu hilang mengabu
esok kunanti hadirmu, mengetuk pintu hatiku

Balikpapan 210516 23:30


Demikianlah Puisi aku adalah saya dan puisi berteman asap. Baca juga puisi-puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.