Cerita Dan Puisi Kidung Sunyi Tiga
Cerita Dan Puisi Kidung Sunyi Tiga

Cerita Dan Puisi Kidung Sunyi Tiga

Cerita Dan Puisi Kidung Sunyi | Sudah dari 3 hari yang lalu, aku ingin menuliskan kisah ini. tetapi semakin enggan dan malas aku menulis kisah " KIDUNG SUNYI " Ku ini, semakin besar dorongan untuk menulis kisah ini. Karena hingga saat ini aku masih hanyut dalam kesedihan ini. Spirit, i have Allah... Never give up... Come on i can do it... Get up right now...!!!

Sungguh kesedihan ini membuatku kehilangan arah. Kepergian Mas Tam yang mendadak masih menyisakan duka yang mendalam. Rencana indah yang sudah kita susun semua tak akan terwujud. Sudah hampir sebulan Mas Tam meninggalkan aku. Hidupku seakan tak berarti, seakan tak ada pegangan aku terombang-ambing di lautan lepas. Masih kuingat jelas mimpiku beberapa hari yang lalu, betapa Mas sangat merindukanku. Dia datang sambil menuliskan,
" Aku sangat sayang padamu dan merindukanmu " .
Sambik tersenyum memberikan seikat mawar pergi meninggalkanku. Sungguh hingga kini airmataku masih berderai. mas Tam....

Ingin kutepis bilur-bilur kerinduan ini, walaupun kenangan bersamamu belum mau pergi. Sungguh aku tak tahu, bagaimana aku harus melewati hidup tanpamu sekarang. Pras, selalu hadir menemani kesedihanku. Dia sangat memahami aku, bagaimana perasaanku pada Mas Tam. Yaa Rabb... Jangan biarkan aku tenggelam dalam kesedihan ini.
Masih ku ingat saat-saat bahagia kala bersama Mas Tam, saat membangunkanku untuk sholat malam, melepas kesunyian pagi hingga azan Shubuh berkumandang, kita bercengkrama lewat telepon. Bagaimana hari-hariku setiap saat diisi dengan kehadiranmu. Tapi... Kini sepi, sunyi menemaniku tanpamu Mas...

Di depan pusaramu seakan aku tak ingin beranjak. Tersedu aku hanya bisa memandangi nisanmu. Sungguh aku tak mau mengenang saat terakhir itu... Maafkan aku Mas...
Lara, sungguh tiada terkira perasaanku kini. Sahabat... Sungguh aku tak sanggup menulis kisah ' Kidung Sunyi ' Ku lagi... Aku hanya sanggup berdoa untukmu Mas, walaupun airmataku masing menggenangi kedua mataku. Semoga Allah memberikan tempat terindah untukmu di sana dan menyatukan cintamu, cinta kita di sana. Aamiin
Kuikhlaskan kepergianmu sayang...
Biarkan aku bahagia di sini, seperti kamu telah bahagia di sana, Mas...

Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan

Bunga terakhir
Kupersembahkan kepada yang terindah
Sebagai tanda cinta untukmu

MASIH KENANGAN BERSAMAMU

DewiRose
Bekasi 040516


Demikianlah cerita dan puisi kidung sunyi dari dewi rose baca juga puisi/prosa di blog ini di halaman lain blog ini, terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar