Skip to main content

Prosa Mengapa

Prosa Mengapa
Prosa mengapa | Mengapa, Mencoba membaca, Mencari kata, Sebuah arti, Menghangatkah, karna diri !, Adakah rasa yang menggores kasih

Tidak..., Bagai berada dalam ruang kosong, bahkan pintu jendela pun tak ada. Hanya gelap, lama dalam penantian tak mempunyai makna. Kecewa ! Mungkin menangis lebih baik, menyadari tak ubah boneka yang diperankan tangan-tangan tanpa kepala. Tiada penanggung jawab atas sandiwara berseri walau mencoba yakin ini pendapat yang salah. Seharusnya ada walau satu kata, seharusnya bukan celaan saja tapi sedikit mata. Entahlah, aku gila memahaminya sementara tak ada waktu yang tersisa, dulu kemaren dan sekarang.

Tapi nanti, nanti menjadi apa ?
cuma bayangan gelap dan peneman hitam, timbul karna malam dan dalam mimpi imajinasi.
Satu langkah pun tak punya, satu lembar pun tidak berwarna, apa ! Bertanya dalam hujan cuma basah yang diberi, tetap linangan tanpa suara yang terbaca.

Aku coba membaca namun dalam gelap tiada memberi penerangan, sebuah lilin pun tak mampu terminta karna takut kepergian, marah dan berlalu akan lebih menyakitkan dari kebisuan yang masih dalam pemikirannya.

****

Demikianlah prosa mengapa. Simak/baca juga prosa atau puisi yang lain di blog ini, semoga prosa diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.