Skip to main content

Puisi Meratap Lelah

Puisi Meratap Lelah
Puisi meratap lelah. Pengertian meratap adalah dalam keadaan menangis disertai dengan ucapan yang menyedihkan. Dan arti lelah adalah ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas tertentu. Rasa lelah bisa terjadi dikarenakan aktifitas fisik atau mental, Rasa lelah yang lama akan disertai gejala nyeri dan demam ringan.

Meratap lelah, judul ini hany kombinasi dau judul puisi dari tiga puisi di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi beku
  2. Puisi meratap
  3. Puisi lelah
Bagaimana cerita dan makna dari ketiga puisi tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisinya, puisi dari seorang bernama pena angin malam, berikut ini puisinya,

Puisi Meratap

Malam yang kelam hanyalah desauan bisu...
Merangkak kian pekat tak membuka misteri pilu...
Yang meresapi dingin pada raga telah beku...
Terpaku menatap sunyi di tangisan alam yang membelenggu...

Sepi tersudut mimpi di kelilingi bayangan menakutkan...
Mencambuk dan mendera seakan tiada mengerti rintihan...
Tersungkur di dalam lembah harapan hampanya teriakan...
Menulikan telinga yang telah di robek irisan kesakitan...

Adakah perih tenggelam di awan yang menghitam...
Menyembunyikan rasa sakit hingga lenyap bersama diam...
Membuai siksaan akan deranya tebing yang semakin curam...
Dan pergi menjauh lenyap tersapu waktu membakar jiwa yang karam...

Angin Malam
21082015


Puisi Lelah

Bukan jiwa yang terhempas asmara...
Atau hinaan di sepinya masa...
Tetapi perjuangan menggapai usaha...
Tersungkur di taburan duri sengsara...

Melangkahi waktu tetesan keringat...
Mengukir masa mencari nikmat...
Di ujung pagi mencambuk semangat...
Merajut mimpi menjadi rahmat...

Namun raga tak bersatu ketegaran...
Di dalam cacat maka pecahlah hujan...
Merintih harapan tak bergema sahutan...
Hanya terkapar tanpa mata kasihan...

Angin Malam
18082015


Puisi Beku

Butiran air kini telah dingin...
Menggumpal bongkahan tanpa angin...
Terus menyatu menutup lintasan...
Dan berhenti dari permukaan...

Kilauan bening penghias permata...
Yang basah di dinginnya jiwa...
Tinggi bernama bukit air mata...
Yang melelehnya luka-luka dalam derita..

Tiada hangat tersapu bayu..
Tanpa aroma matinya pilu...
Merintih sepi hanyalah kalbu...
Diterjang badai yang terus memburu...

Angin Malam
24082015


Demikinalah Puisi meratap lelah,  Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.