Skip to main content

PUISI TEMPA

PUISI TEMPA
Puisi tempa. Tempa artinya menempa, Kata tempa memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga kata tempa bisa menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis yang lainnya.

Berkaitan dengan kata tempa, Puisi yang diudate ini, merupakan puisi berjudul tempa, bagaimana cerita dan makna puisinya untuk lebih jelasdan selengkapnya silahakn disimak saja puisinya berikiut ini.

Puisi Tempa
Karya: Sang Mahadewa Cinta

Nyalakan api sucimu, oh tanur perdana bulan sakral penuh nugraha
di gelimang cah’ya rahmat Sang Maha Pengasih seantero alam semesta
saat triliunan malaikat turun bagai titik-titik hujan salju memadati angkasa
dalam gemuruh tsunami tasbih, tahmid, tahlil, takbir milyaran bibir dan air mata
di tengah dahsyatnya tornado rindu dendam di padang reuni iman membara
dengan bahana-bahana munajat dalam legitnya histeria haru bersaus bahagia
meredam lengking pilu gerombolan syaitan yang diborgol di lembah durjana

Kobarkan unggunmu, hai sepuluh kawah madya peluruh semua jelaga
kala Sang Maha Pengampun menguak gerbang maghfirah seluas-luasnya
memapas benalu fasik walau seluas rimba raya
kendati disengaja ataukah di luar rencana
meski diperbuat baru saja maupun sejak lama
sesungguhnya Dia tak pernah sudi hamba-Nya binasa
namun gincu iblis lebih er0tis di mata manusia

Gelorakanlah baramu, wahai kaldera-kaldera akhir likur puasa
karena semua insan ingin merdeka dari belenggu neraka
di buana fana hingga belantara baka
meski jasad terpanggang derita
tarak, lapar, dan dahaga hanyalah sepicis harga
bagi lumbung sejahtera abadi di dunia hingga surga
karena hakekat hidup sejati adalah shaum tak berjeda

Menangkanlah perang terdahsyat di kancah takwa
melawan diri sendiri yang kerap dijajah angkara murka
merebut mahligai kasih sayang-Nya yang paling didamba
penuh sungai susu, madu, damai, cinta, renjana, berangta
di episentrum hati insan ikhlas demi Dia semata
agar Ramadhan terus menempa jiwa raga
dari besi rongsok menjadi logam termulia

Bumi Allah, 18 Juni 2015

Demikianlah puisi tempa. Simak/baca juga puisi puisi Sang Mahadewa Cinta yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.