Skip to main content

Puisi kata terakhir

Puisi kata terakhir
Puisi kata terakhir. Terakhir artinya sesuatu hal yang paling akhir diujung, belakang atau yang paling di belakang sekali. Kata terakhir berasal dari kata dasar akhir. Jadi kata terakhir memiliki arti dalam kelas adjektiva atau kata sifat sehingga terakhir dapat mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik.

Berkaitan dengan kata terkahir, di bawah ini, dua puisi tentang terakhir, adapaun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi kata terkahir
  • Puisi detik terakhir
  • Puisi selesai
  • Puisi kataku
Salah satu penggalan bait dari kedua puisi terkahir tersebut. "di benakku darimu saat detik terakhir Adalah segenggam Sepenggal kata cinta kau kirim aku akhiri bersama senyummu menuju mimpi, Menemani di sepanjang masa Seperti mantera yang membaluri raga, Kau telah pahatkan cinta yang menjiwaSelengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

PUISI KATA TERAKHIR
by.KidungMalam.

Masih terlihat jelas di netraku
Dan masih terukir indah di kanvas jiwaku
Tentang ketulusan cinta kasihmu padaku

Terucap begitu lembut dari kedalaman hatimu
Tentang cintamu yang tak akan pernah terganti di bilangan waktu
Meski jarak memisahkan antara aku dan dirimu

Dan masih teringat di benakku
Selarik kata terakhir darimu
Adalah segenggam janji yang kini aliri darahku
Sepenggal kata cinta yang pernah kau kirim di musim lalu

Selarik kata yang kini ku genggam
Tersirat kepedihan yang mendalam
Serupa kidung nyanyian malam

Indah bernuansa sendu
Mengalun dari lembah_lembah kalbu memilu

Saat resah mendekap keheningan
Aku terlena akan merdunya nada cintamu yang mendayu
Menyandera laksaan pilu
Luluh dalam belenggu rindu yang selama ini memasung jiwaku

Duhai belahan jiwaku....
Hanyalah cintamu yang slama ini ku tunngu
Iringi di stiap langkahku

Aku larut dalam kesunyian
Kala rindu hadir dalam keresahan
Terhenyak aku dari khayalan
Saat kudengar lirih suaramu menghentak lamunan

Adalah selarik kata terakhir yang masih ku eja
Tersemat anggun dalam dada
Menemani di sepanjang masa
Seperti mantera yang membaluri raga
Kau telah pahatkan cinta yang menjiwa.


PUISI DETIK TERAKHIR
oleh: Aini

Tak ada tempat lagi
tak ada celah lagi
apa lagi bernegoisasi
roda waktu terus menggilas
menghimpit sempit
seakan tak ada ruang tuk bernafas
jantung ku pun berdentak liar
seirama waktu yg memburu onar
oh tuhan apa ini detik terakhir ku?
nanar ku tatap bayang itu
bayang putih dg kilau semu
lari
ingin berlari
namun jiwaku tak kuat menagak
aroma kematian dan warna warni bunga kamboja
membayang di kelopak mata
nyaliku jadi ciut
takut menyelinap batin
seperti ada ribuan duri
ah..
inginku berteriak
jangan aku
jangan dulu
aku masih terselimut kabut dosa
ah,
tp raga ku semakin tak kuat
sakit bak tersayat
lagi inginku berteriak
namun tak dpt terelak
seperti sangkakala meretakkan pintu langit
mengoyak jagat sempit
da..
dan detik pun berhenti bergerak
serentak
aku pun terjelepak
terbujur tak berdetak


PUISI SELESAI

terima kasih kau mau mengerti aku
secarik tanyaku siang tadi
tentang kemelut wajahmu
dan redup senyummu
telah tunai sudah

sebisa mungkin akan ku hadirkan senyummu
selalu dan selalu
walau aku bukanlah perayu

malam ini,,,,
ku akhiri bersama senyummu
dan akan kubawa senyummu
menuju mimpi indahku


Puisi Kataku

Baik-baik disana
Sebaik nama
Sebaik cita
Sebaik tempat
Sebaik doa-doa bapak ibu
Sebaik doa-doa guru
Sebaik matahari dengan sinarnya
Sebaik kata selamat jalan
Sebaik kata semoga berkah

Perkara waktu
Yakin, ada rindu
Untuk sapa, mata, tawa
Untuk pertemuan kedua
Dirumah itu
Rumah putih
saksi bisu

Aih,
Perasaan apa ini
Wagu, lucu,

Aneh, nyleneh,

Demikianlah puisi kata terakhir baca juga puisi puisi yang lain kami update di blog ini, semoga puisi tentang terakhir diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.