--> Skip to main content
Puisi Hanyut Dalam Kerinduan

Puisi Hanyut Dalam Kerinduan

Puisi hanyut dalam kerinduan. Kerinduan yang sejati hanyalah satu, yaitu rindu pada satu orang yang sangat di kasih sehingga dapat menjadi tolak ukur kemurnian dari kerinduan yang dirasakan dari dalam hati.

Jika didalam perjalan asmara yg dirindukan lebih dari satu, maka dapat dipastikan bahwa kerinduan yg lain itu kurang murni, sebab bukan itu sesungguhnya yang sedang dirindukan, tetappai ada yang lain, walaupun terasa seakan- akan kerinduan yang sesungguhnya tapi sebenarnya rindu itu merupakan kerinduan dengan motivasi. dari sesungguhnya kerinduan yang dirasakan.

Taraf kemurnian kerinduan adalah hanya rindu pada satu orang yang benar di cintai atau pun di kasihi ketika lebih dari itu, tanyakan sendiri pada diri, kenapa bisa terjadi dapat di pastikan bahwa cinta terbagi, dan tidak tetap pada pendirian.

Puisi Hanyut Dalam Kerinduan

Kerinduan atau kata kata ungkapan kerinduan, atau hanyut dalam kerinduan adalah satu dari dua puisi kerinduan di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi hanyut dalam kerinduan
  • Puisi kerinduan
Salah satu penggalan bait dari kedua puisi kerinduan tersebut. "Mata tak lelah memandang gʌmbarmu Hati tak letih merintih namamu Membelah raut yang semakin surut Butiran penyesalan yang kiat kuat, Rasa tak hilang di telan sang waktu Sampai sa'at ini masih merindu". Selengkaonya dari bait ini, disimak saja puisi kerinduan berikut ini.

Puisi Hanyut Dalam Kerinduan

Di atas hamparan munajat
Tertegun hati terdiam bahasa ..
Entah apa yg terfikirkan ..
Tak tahu untuk meminta,Tak mngrti bhasa untuk bicara ..

Semakin jauh melangkah,Semakin jauh pulak Tersesat ..
Sa'at sadar terpaku terhenti langkah ..,Namun ..
Tak tahu kemna harus melangkah ..
Telah letih & habis daya ..
Tak mungkin kembali & mengganti masa ..

Butir~butir kerinduan
Membelah raut yang semakin surut ..
Butiran~butiran penyesalan yang kiat kuat,
Menusuk perlahan dengan tajam ..
Mengorek keangkuhan yang kelam ...

Terhanyut hati dalam kerinduan
Pecah sudah bahasa hati ..
Menyeruak melewati pekat yang menghalang ..
Bahasa hati berkata ingin pulang ..
Hingga tak ingin lagi mengulang,
Sembah Dalam Sujud syukurku karenamu Ya Allah ...


PUISI KERINDUAN
oleh satrya neo

Di keheningan malam ini.
Di sudut gelap ruang ini.
Ku terkenang masa itu.
Saat kau ada di siaihku.

Mata tak lelah memandang gʌmbarmu.
Hati tak letih merintih namamu
Rasa tak hilang di telan sang waktu
Sampai sa'at ini masih merindu

Jika kelak kita bertemu kembali.
Aku tak akan pergi lagi.
Aku yang merindui.
Aku yang mengasihi.

Ma'af jika ku membuatmu merindu.
Ma'af jika ku membuatmu menunggu.
Kelak kita kan bersatu.
Seiring berjalan sang waktu.
Cinta kita....cinta hujung nyawa.
--------------


Demikianlah puisi Hanyut dalam kerinduan. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar