Skip to main content

Puisi Tentang Pilu

Puisi Tentang Pilu
Puisi tentang pilu. Pengertian Pilu adalah dalam keadaan sangat sedih, terharu atau rawan. semisal, pilu hatiku mendengar cerita pilu rasa hatiku, bagai diiris sembilu, pilu menyayat hati, pilu untuk kekasih, dan lain sebagainya. Kata Pilu memiliki arti dalam kelas adjektiva atau kata sifat sehingga pilu dapat mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik.

Berkaitan dengan kata tentang pilu, berikut ini, dua puisi berjudul pilu, dan adapun masing masing masing judul puisinya , antara lain.
  1. Puisi sayat pilu
  2. Puisi pilu
Salah satu penggalan bait dari kedua puisi tentang pilu tersebut. "Retak di pipiku gerimis mendetak aku bumi sungguh terlalu kau selingkuhi berulang-ulang kali tiada henti,Tapi jelas jawabmu hanya diam membujur raga kaku". selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.


Puisi Sayat Pilu

Malam ini hatiku menangis lagi..
tangisku berderai kembali..
seperti gelap yang menyelimuti bumi..
seperti itulah hatiku saat ini..

bulan dan bintang seakan tau kesedihan hati..
sayat pilu yang tak dapat kutahan lagi..
sendu luka yang tak terhitung oleh hari..

luka ditangan yang berdarah boleh ku 0bati..
namun luka hatiku menjadi parut dan membekas didalam hatiku ini..

bagaikan karam dilautan begitulah perasaanku saat ini..
walau dia sudah pergi..
tapi mengapa masih ku kenang lagi..

oh Tuhan..
takdir apa yang kini sedang kuhadapi..
apa yang nanti akan terjadi..
susah aku pahami semua ini..
sungguh berat aku menerima
takdir cinta yang kau berikan ini

tak sanggup aku menerima semua luka ini..
ujian cinta yang aku terima
perlahan membunuh cinta dan hatiku.

-Intan Permata-


PUISI PILU

Biru, apakah benar itu warnamu
sedang mendung kelabu masih mesra
bergelayut tak henti-hentinya
mencumbu dikau kekasihku

Dan nampak kaca-kaca bening mulai retak
di pipiku gerimis mendetak
aku bumi
sungguh terlalu kau selingkuhi
berulang-ulang kali
tiada henti

Tapi jelas jawabmu hanya diam
membujur raga kaku
di atas ubun-ubunku
bahkan kau seperti sembunyi
tak mampu lagi mengilhami

Mentari seberapa jauh kau kan berlari
sedang sinarmu sebentar lagi
di telan malam melegam-legam
sontak cara pandangku menghitam

Aku cemburu
apa yang sedang kau lakukan di belakangku
kekasih, apakah kau tak mau mengerti kepiluanku ini
sedang benih ini masih menyatu
memanggil namamu
hanya namamu
kenang piluku

BKA
Batavia, 150915

Demikianlah puisi tentang pilu Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.