Skip to main content

Puisi Perempuan Berpayung

Puisi Perempuan Berpayung
Puisi perempuan berpayung. Awal kehadiran perempuan kemuka bumi yaitu karena hawa, yg diciptakan untuk menemani Adam menjalani perintah dari Tuhan di dunia ini. Cerita Adam serta Hawa pertama kali diturunkan ke ke muka bumi, perempuan telah dimaknai menjadi biang sebuah masalah. benarkah begitu?

Konon diceritakan bahwa Hawa merupakan penyebab mereka (Adan dan Hawa) turun ke dunia, dikarenakan Hawa termakan bujuk rayu setan yg menyuruhnyamengambil buah kuldi (buah yg dilarang buat dimakan). Hawa dan Adam yang memakannya di hukum dan diperintahkan untuk turun ke dunia ini.  Mungkin asal muasal Cerita inilah yg menjadikan wanita atau perempuan memamng sumber masalah yang selalu dibicarakan, jika perempuan memang biang  dari masalah.

Secara logika dalam kehidupan memang sih, perempuan banyak menjadi sumber masalah, padahal lelaki pun juga, malah terkadang jadi biang segala masalah dalam rumah tangga, jika Imannya tak kuat. 😄

Dua Puisi tentang Perempuan

Berkaitan dengan kata perempuan, puisi kali ini adalah puisi bertema puisi perempuan, adapun masing masing judulnya antara lain.
  • Puisi perempuan berpayung
  • Puisi perempuan berselendang awan
Salah satu baitnya. "Terhuyung tersandung Diderasnya hujan yang mengerebung Langkah kaki dengan selendang angan tertatih terpasung Dalam mengkidung, Perempuan itu tidak sempat bersiul Sedang bibirnya kering menahan kekeringan Lalu terkenang dalam ruang yang riuh". Selengkapnya bait ini, Silahkan disimak saja puisinya berikut ini.


PUISI PEREMPUAN BERPAYUNG

Serpihan waktu memuing di seru
Goresan rindu tersabit di windu
Torehan kalbu nan pilu membeku
Mengusik senja malam penghabisanku

Lara melarung disungai menggunung
Tabir asa yang sekian mencindung
Di airmata dalam perempuan berpayung

Sosok perempuan terhuyung tersandung
Diderasnya hujan yang mengerebung
Langkah kaki tertatih terpasung

Dalam cenung perempuan mengkidung
Disamping lorong jembatan termenung
Menyahuti irama hujan dalam senandung

Sayup melodi hujan yang menyelubung
Di hati perempuan yang sepi mengepung
Lirik lirik terdengar sendu mengapung

Hujan kini menjadi panggung
Sandiwara dalam teater bingung
Kebimbangan seorang perempuan berpayung.

Hony. 040914. Skb/Plb/Wrk


Puisi Perempuan Berselendang Angan
Penyair Kecil

Di zaman yang katanya merdeka
Masih terdengar riuhnya berita
Sementara di ruang-ruang tertentu
Masih saja ada tungku yeng merebus air di dalam panci

Ricuh dan ricuh
Asap mengabur di gempita berita
Perempuan berselendang masih duduk tak memberikan kabar keluarga
Mungkin telah bosan atau sudah dingin

Banyak sekali terasing dalam negeri sendiri
Serupa kucing dalam karung yang tak bisa lari
Terkunci oleh si tuan yang tak berbudi
Apa seperti sampah-sampah yang tak berguna lagi

Perempuan itu tidak sempat bersiul
Sedang bibirnya kering menahan kekeringan
Lalu terkenang dalam ruang yang riuh dengan omong kosong
Serupa lagu-lagu yang tak berpemimpin

Sudah cukuplah
Perempuan berselendang angan
Tidak lesu dan tidak ragu
Sekedar membagi berita yang tak seperti lagu

Tegal, 13 Agustus 2015.


Demikianlah puisi perempuan berpayung. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi tentang perempuan di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.