Puisi Secarik Rindu Di Jantung Yogyakarta
Puisi Secarik Rindu Di Jantung Yogyakarta

Puisi Secarik Rindu Di Jantung Yogyakarta

Puisi secarik rindu di jantung yogyakarta. Berbicara tentang kata rindu maka ang terlintas adalah sesuatu hal yang pernah dilalui namun sudah tak lagi dapat dinikmati sehingga mengundang hasrat untuk melakukannya kembali dan inilah yang biasa disebut rindu.

Dan kata rindu itu sendiri memiliki arti yang luas, bukan hanya rindu pada kekasih akan tetapi sesuatu hal yang pernah terjadi dalam kehidupan namun tak dapat dilakukan kembali lalu ingin hal tersebut terjadi kembali dalam kehidupan kita, maka ini juga dapat dikatakan rindu.

Seperti secarik rindu di jantung yogyakarta. kalimat ini mengisyarat rindu pada kota Yogyakarta.

sebagaimana diketahui Yogyakarta merupakan kota yang menyimpan banyak keindahan serta mempunyai daya tarik tersendiri,

Karena kota Yogyakarta memiliki keunikan tersendiri dibanding kota kota yang lain yang ada di Indonesia. dan biasa juga di sebut dengan kota pelajar.

Secarik rindu di jantung Yogyakarta, judul puisi puisi rindu yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak untu kali ini.

Puisi tentang rindu akan kota Yogyakarta ini di dikirim oleh seorang pembaca blog puisi dan kata bijak Bernama pena Wnt_tyas,

Puisi rindu yang dia kirim ini menceritakan tentang kerinduannya kembali ke Yogyakarata.


Puisi Kerinduan Akan Kota Yogyakarta

Bagaimana cerita rindu dan kata kata rindu akan Yogyakarta dalam bait puisi tentang kerinduan kota Yogyakarta.

Untuk lebih jelasny isi dari puisi rindu tersebut, selengkapnya silahkan disimak saja berikut ini.


PUISI SECARIK RINDU DI JANTUNG YOGYAKARTA
Wnt_tyas

Senja menuntun menapaki jejak Hadiningrat
nampak asri, pada kerling lampu kota
di sudut Malioboro, lindap berbincang
dengan riuh ramainya petang.

Ada angklung diam membisu, di lampu merah
ada resah menyalang pasrah
ada engkau, juga aku pada lirik lagu yang berjudul biru.

Maka-- sebelum hilang punggungku dari pandangmu,
izinkan kepadaku untuk menitipkan secarik rindu
pada epitaf yang kusebut jantung
lalu, menamaimu sebagai rindu paling kecup.

Selamat tinggal, Yogya-- lambaiku untuk kembali
menjemput debar yang menggebu.

Gunungkidul, 6 Juni 2017.
12:30 am


Puisi secarik rindu di jantung yogyakarta, ini dikirim oleh:
Photo

Demikianlah puisi secarik rindu di jantung Yogyakarta. Simak/baca juga puisi-puisi lain di blog ini, semoga puisi rindu diatas menghibur dan bermanfaat.

pembaca yang lain dapat juga berpartisipasi mengirimkan puisi ke blog puisi dan kata bijak untuk kami terbitkan, melalui halaman kirim puisi kami sediakan. Terima kasih sudah membaca puisi di blog puisi dan kata bijak, sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar