Skip to main content

Puisi Sapa Aroma Pagi

Puisi Sapa Aroma Pagi
Puisi Sapa Aroma Pagi. Pagi merupakan awal dimulainya didalam satu hari, pagi adalah waktu dimana matahari belum sempurna menyinari bumi sehingga cuaca agak terasa dingin membuat raga serasa membeku. pagi biasanya bersambut ucapan selamat pagi, sebagai salam, untk menyapa waktu, sebab masih dapat merasakan hari baru setelah kemarin, waktu berlalu.

Berkiatan dengan kata pagi, sapa aroma pagi, merupakan salah satau judul puisi dari dua puisi tentang pagi yang diupdate dikesempatan ini, salah satu penggalan baitnya. "Selamat pagi sang surya, Begitu riuh burung-burung menyelia, Menyapa tegur sang kicau yang bertengger begitu ceria, Sesaat angin pun mengebas". Selangkapnya dari bait ini, disimak saja dua puisi pagi berikut ini.

PUISI SAPA AROMA PAGI

Sekeranjang aroma telah menyuguhkan
Harum kembang di pelataran pagi
Yang masih sibuk berkerubut kabut
Matahari pun bertanya,
Adakah senggang waktu untuk di minta
Hanya sekedar menyeruput lembut
Sinar surya mengusir beku
Embun pun terharu
Berlinang menyambut fajar
Mempersilahkan larik kuningnya
Membiaskan bening
Yang bercucuk di pagar daun emas

Pagi..
Selamat pagi sang surya
Begitu riuh burung-burung menyelia
Menyapa tegur sang kicau yang bertengger begitu ceria
Sesaat angin pun mengebas
Ekor ranting-ranting yang bergelayutan
Menari di atas dahan pohon-pohon nian kegirangan
Dengus waktu meneriakan
Kejar aku jangan kau tunggu
Bila nanti kakimu terhenti
Jangan sampai menyalahkan diri
Berlarilah untuk'ku
Seribu kabut pasti berlalu
Hidupmu adalah kendalimu
Yang mana semangat itu ialah inti kehidupanmu

Pagi..
Selamat pagi kepadamu
Kepada waktu yang masih memberi peluang untuk'ku
Untuk menghirup aroma waktu
Keharuman nafas irama bersuka-cita

Hony
April-23-2016


PUISI PAGI DI SEKEJAP HARAPAN
Karya YS. Sunaryo

Di bibir pagi
Pucuk-pucuk berseri
Senyuman berbaur nyeri
Karena tetes embun sirna kembali

Sekejap harapan pada lambaian padi
Berisi bulir-bulir janji
Namun mampukah panen membagi
Sepetak untuk isi seribu periuk nasi

Jangan tanya cadangan pangan
Sawah dan ladang sudah menjadi arena mainan para tuan
Dan para tuan suka-suka menggadaikan
Ajari kami makan dengan cara-cara instan

Kami instan di jalan-jalan dan kolong jembatan
Tuan instan di pasar-pasar swalayan
Kami dihitung pada papan-papan kemelaratan
Tuan menghitung dugaan-dugaan keuntungan


Demikianlah puisi sapa aroma pagi dari Hany baca juga karya-karyanya yang lain yang ada di blog ini,  Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.