Skip to main content
Puisi Tujuh Maung Bergelar Perwira Perang | Puisi Budaya Nusantara

Puisi Tujuh Maung Bergelar Perwira Perang | Puisi Budaya Nusantara

Puisi dan kata bijak, Puisi tujuh maung bergelar perwira perang. Maung dalam bahasa sunda artinya harimau. maung dipresepsiakan dalam konteks keperkasaan serta kepahlawanan, bagi orang sunda merupakan karuhun yang menjadi panutan, pun di lambangkan dengan maung.

Tak hanya itu dalam dunia persilatan di tatar Sunda, maung sebagai sosok yang paling dominan dibandingkan dengan hewan yang lain.

Berkitan dengan maung judul puisi kebudayaan Nusantara yang dipublkasikan puisi dan kata bijak kali ini bertema maung, salah satu penggalan baitnya, "Pilar utama menanti aba-aba kibarkan panji-panji nusantara Pajajaran, Moment ini penggenapan wahyu leluhur negeri dinanti tiap insan yang mengerti wangi sejati, Kunci induk Garbha Utama melebuh sempurna".


Puisi Kebudayaan Nusantara

Bagaimana kata kata puisi kebudayaan dalam bait puisi budaya nusantara dengan judul puisi tujuh mau bergelar perwira perang, selengkapnya disimak saja puisinya berikut ini.


PUISI TUJUH MAUNG BERGELAR PERWIRA PERANG
Karya MS Sang Muham

Kunci induk Garbha Utama
melebuh sempurna pada sang bijak
tahta di atas tahta
warisan dua negeri di terima
fakta tersurat menuju nusantara jaya

Tujuh harimau tiang penyangga
berdiri tegak siap sedia
tiap maung telah lulus wedha kehidupan
perwira perang sakti mandraguna
bocah angon menggembalakanya

Pilar utama telah dipilih
menanti aba-aba kibarkan panji-panji nusantara
Pajajaran anyar sejatinya Indonesia

Para perwira perang sepakat satu kata
sumpah setia berbhakti bagi negeri
ruh alam semesta dan ibu pertiwi juri seleksi
di banda indung ikrar terucap
gerimis memateraikan niat dan tekad

Wadah dijiwa aneka rupa
terikat bersimpul mati
insan bernurani baik hati

Perwira perang bersenj Ćta trisula wedha
bertempur tanpa pasukan
berbekal cahaya terangi nusantara
pelangi kelegaan setelah paripurna kalabendu jawa
wong seberang arsitek pengurai masalah

Moment ini penggenapan wahyu leluhur negeri
dinanti tiap insan yang mengerti wangi sejati
sudah saatnya wibawa negeriku dipulihkan seribu kali

Baca baca dan bacalah lagi
sekarang ayo samakan persepsi
pahami misi dan visi seturut cita-cita pendiri negeri
mari membuka diri silaturahmi hati ke hati
perjuangan hakiki menabung harum sejati

Budak angon tidak sendirian
punya panglima perang bergelar wong seberang
punya guru sejati srikandi dari kandang wesi

Belajar mencermati pahitnya kegagalan yang terjadi
ego dan kata hati mengkotakkan sikap tindak pribadi lepas pribadi
mestinya selaras kata dan perbuatan
unsur utama generasi penerus belum terbungkus
selalu ada rahasia dibalik rahasia lahirkan curiga

Duh budak angon patuhi gurumu hargai panglimamu
duh wong seberang hormati srikandi kawal generasi penerus
duh srikandi bersama wong seberang antarkan generai penerus

#Billymoonistanaku, Sabtuwage, Okt 01/2016 = 13:13 wib


Demikianlah puisi tujuh maung bergelar perwira perang. Simak/baca juga puisi puisi Karya MS Sang Muham di halaman lain di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar